By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Jul 27, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • GEN Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila
Subscribe
Madura Channel
Senin, Jul 27, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Semua

Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila

By
Rifqil
3 Min Read
2 Juni 2026
Share
3 Min Read
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
SHARE

machan – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di Kabupaten Sumenep tidak hanya diisi dengan upacara dan sambutan seremonial. Sejumlah kader perempuan muda PDI Perjuangan dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) justru menyuarakan kritik tajam terkait kesenjangan antara nilai-nilai Pancasila dengan realitas yang dihadapi perempuan Indonesia saat ini.

Para kader yang menyebut diri mereka Srikandi PDIP Sumenep itu menilai, Pancasila belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan perempuan, terutama dalam hal keadilan dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender.

“Pancasila berbicara tentang keadilan dan kemanusiaan, tetapi faktanya perempuan masih terus berada di posisi terpinggirkan. Ada jurang yang lebar antara apa yang tertulis dan apa yang terjadi di lapangan,” ujar salah satu kader muda, Minggu (1/6/26).

Data Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 menunjukkan angka kekerasan berbasis gender terhadap perempuan mencapai 376.529 kasus sepanjang tahun lalu, meningkat 14,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus tertinggi secara nasional, yakni 46.179 laporan.

Di tengah kondisi itu, Risa Asfina Fahlia, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Arjasa yang lahir dan besar di kawasan kepulauan Sumenep, menyoroti beban ganda yang dialami perempuan di daerah terpencil. Menurutnya, isolasi geografis, minimnya akses terhadap informasi hukum, dan lemahnya jangkauan perlindungan negara membuat perempuan di kepulauan semakin rentan.

“Lonjakan angka kekerasan di Jawa Timur, terutama yang dialami perempuan di kepulauan, adalah alarm bahwa sistem perlindungan kita masih bocor. Kita tidak bisa lagi diam,” tegas Risa.

Ia menambahkan, absennya perempuan dari ruang pengambilan keputusan menjadi akar persoalan. Selama kebijakan tidak melibatkan perspektif perempuan, maka perlindungan terhadap mereka akan selalu menjadi prioritas terakhir.

Para kader perempuan itu kini mendapatkan angin segar dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang mewajibkan setiap partai politik menempatkan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif. Partai yang tidak mematuhi ketentuan tersebut dapat dicoret oleh KPU dari daerah pemilihan yang bersangkutan.

Merespons putusan itu, Srikandi PDIP Sumenep berkomitmen mengawal mandat 30 persen tersebut dengan serius, tidak sekadar sebagai pemenuhan administrasi. Mereka akan menjaring dan membina perempuan-perempuan dari berbagai pelosok Sumenep, baik dari daratan maupun pulau-pulau terluar, untuk berani maju sebagai calon legislatif.

“Keadilan yang hanya berhenti di kota besar bukanlah keadilan, itu hanya hak istimewa yang berganti wajah,” pungkas Risa.Para kader menegaskan bahwa perempuan bukanlah pelengkap dalam politik maupun kehidupan berbangsa, melainkan subjek utama yang harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

TAGGED:Berita MaduraMadurachannel.idPDIPPemerintah Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   4   =  

  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • GEN Sumenep
  • GEN Jatim
  • Kwarcab Sumenep

Must Read

SMP Negeri 1 Sumenep Genjot Digitalisasi, Absensi Murid Kini Bisa Dipantau Orang Tua Secara Real-Time
27 Juli 2026
Masakambing, Ekowisata yang Tenggelam dalam Sunyi
27 Juli 2026
Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Dorong Koperasi Perkuat Ekonomi Rakyat
22 Juli 2026
PT Bawang Mas Group Pastikan Kesiapan Serap Panen Tembakau Madura, Haji Her Tegaskan Prioritas Kesejahteraan Petani
22 Juli 2026
Selaraskan Visi, PKPT IPNU-IPPNU Universitas PGRI Sumenep Gelar Konsolidasi “Sync Up, Solid Up”
21 Juli 2026

Baca Lainnya

KMD 2026 Resmi Digelar, Pramuka UPI Sumenep Konsisten Lahirkan Pembina Pramuka Setiap Tahun (Ilustrasi)
Berita Madura

KMD 2026 Resmi Digelar, Pramuka UPI Sumenep Konsisten Lahirkan Pembina Pramuka Setiap Tahun

2 Min Read
Pelantikan Raya Ormawa UNIBA Madura Angkat Isu KEK Tembakau, Mahasiswa Diajak Bangun Masa Depan Madura (Ilustrasi)
Berita Madura

Pelantikan Raya Ormawa UNIBA Madura Angkat Isu KEK Tembakau, Mahasiswa Diajak Bangun Masa Depan Madura

3 Min Read
Demontsran Pertanyakan Hasil Pengusutan Dugaan Korupsi BSPS Errabu ke Kejari Sumenep (Ilustrasi)
Sumenep

Demontsran Pertanyakan Hasil Pengusutan Dugaan Korupsi BSPS Errabu ke Kejari Sumenep

5 Min Read
Instruksi Hemat Anggaran Mendagri diabaikan! Festival di Sumenep tetap berlanjut (Ilustrasi)
Sumenep

Instruksi Hemat Anggaran Mendagri diabaikan! Festival di Sumenep tetap berlanjut

2 Min Read
Resmi, Akis Jasuli Pimpin NasDem Sumenep Fokus Perluas Basis Partai (Ilustrasi)
Sumenep

Resmi, Akis Jasuli Pimpin NasDem Sumenep Fokus Perluas Basis Partai

2 Min Read
Hadirkan Pelatih dari PW IPPNU Jatim, PAC IPNU-IPPNU Gapura Gelar 'Nyator Kaderisasi' Begini Pesannya (Ilustrasi)
Sumenep

Hadirkan Pelatih dari PW IPPNU Jatim, PAC IPNU-IPPNU Gapura Gelar ‘Nyator Kaderisasi’ Begini Pesannya

2 Min Read
Madura United Kunci Pertahanan, Jorge Mendonca Jadi Benteng Asing Perdana yang Dipertahankan (Ilustrasi)
Bangkalan

Madura United Kunci Pertahanan, Jorge Mendonca Jadi Benteng Asing Perdana yang Dipertahankan

3 Min Read
MPLS Ramah SMK Al-Karimiyyah Berlangsung Meriah, Diwarnai Deklarasi Antikorupsi dan Sosialisasi BNN (Ilustrasi)
Berita Madura

MPLS Ramah SMK Al-Karimiyah Berlangsung Meriah, Diwarnai Deklarasi Anti korupsi dan Sosialisasi BNN

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?