By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Jumat, Sep 11, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila
Subscribe
Madura Channel
Jumat, Sep 11, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Semua

Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila

By
Rifqil
3 Min Read
2 Juni 2026
Share
3 Min Read
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
SHARE

machan – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di Kabupaten Sumenep tidak hanya diisi dengan upacara dan sambutan seremonial. Sejumlah kader perempuan muda PDI Perjuangan dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) justru menyuarakan kritik tajam terkait kesenjangan antara nilai-nilai Pancasila dengan realitas yang dihadapi perempuan Indonesia saat ini.

Para kader yang menyebut diri mereka Srikandi PDIP Sumenep itu menilai, Pancasila belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan perempuan, terutama dalam hal keadilan dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender.

“Pancasila berbicara tentang keadilan dan kemanusiaan, tetapi faktanya perempuan masih terus berada di posisi terpinggirkan. Ada jurang yang lebar antara apa yang tertulis dan apa yang terjadi di lapangan,” ujar salah satu kader muda, Minggu (1/6/26).

Data Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 menunjukkan angka kekerasan berbasis gender terhadap perempuan mencapai 376.529 kasus sepanjang tahun lalu, meningkat 14,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus tertinggi secara nasional, yakni 46.179 laporan.

Di tengah kondisi itu, Risa Asfina Fahlia, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Arjasa yang lahir dan besar di kawasan kepulauan Sumenep, menyoroti beban ganda yang dialami perempuan di daerah terpencil. Menurutnya, isolasi geografis, minimnya akses terhadap informasi hukum, dan lemahnya jangkauan perlindungan negara membuat perempuan di kepulauan semakin rentan.

“Lonjakan angka kekerasan di Jawa Timur, terutama yang dialami perempuan di kepulauan, adalah alarm bahwa sistem perlindungan kita masih bocor. Kita tidak bisa lagi diam,” tegas Risa.

Ia menambahkan, absennya perempuan dari ruang pengambilan keputusan menjadi akar persoalan. Selama kebijakan tidak melibatkan perspektif perempuan, maka perlindungan terhadap mereka akan selalu menjadi prioritas terakhir.

Para kader perempuan itu kini mendapatkan angin segar dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang mewajibkan setiap partai politik menempatkan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif. Partai yang tidak mematuhi ketentuan tersebut dapat dicoret oleh KPU dari daerah pemilihan yang bersangkutan.

Merespons putusan itu, Srikandi PDIP Sumenep berkomitmen mengawal mandat 30 persen tersebut dengan serius, tidak sekadar sebagai pemenuhan administrasi. Mereka akan menjaring dan membina perempuan-perempuan dari berbagai pelosok Sumenep, baik dari daratan maupun pulau-pulau terluar, untuk berani maju sebagai calon legislatif.

“Keadilan yang hanya berhenti di kota besar bukanlah keadilan, itu hanya hak istimewa yang berganti wajah,” pungkas Risa.Para kader menegaskan bahwa perempuan bukanlah pelengkap dalam politik maupun kehidupan berbangsa, melainkan subjek utama yang harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

TAGGED:Berita MaduraMadurachannel.idPDIPPemerintah Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   9   =  

  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

DKUPP Sumenep Lepas Mahasiswa Magang, Kepala Dinas Tekankan Integritas dan Etika Kerja
10 September 2026
Wabup Sumenep Tekankan Pramuka Harus Berperan Nyata di Tengah Masyarakat
10 September 2026
Mahasiswa INKADHA Tampil di Forum Internasional ICONIS 2026, Presentasikan Riset Identitas Nasional Anak Pekerja Migran
10 September 2026
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu Raih Penghargaan 9.9 Awarding Ketik.com
9 September 2026
Bukan Urusan Keluarga! IPPNU UPI Sumenep Minta Aparat Serius Tangani Kasus Rubaru
7 September 2026

Baca Lainnya

Himaprodi MBS Inkadha dan Ma'had Aly Al-Karimiyyah Gelar Seminar Muamalah (Ilustrasi)
Sumenep

Himaprodi MBS Inkadha dan Ma’had Aly Al-Karimiyyah Gelar Seminar Muamalah

2 Min Read
Opening Khidmat Ramadan IPNU-IPPNU UPI Sumenep Berjalan Lancar, Berbagai Lomba Ikut Memeriahkan (Ilustrasi)
Berita Madura

Opening Khidmat Ramadan IPNU-IPPNU UPI Sumenep Berjalan Lancar, Berbagai Lomba Ikut Memeriahkan

3 Min Read
GMNI Sumenep Soroti Lemahnya Respons Dinas Kesehatan Kab. Sumenep Terhadap Lonjakan Kasus Campak (Ilustrasi)
Sumenep

GMNI Sumenep Soroti Lemahnya Respons Dinas Kesehatan Kab. Sumenep Terhadap Lonjakan Kasus Campak

2 Min Read
Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji, Sambut Hari Pramuka ke-64 (Ilustrasi)
Sumenep

Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji, Sambut Hari Pramuka ke-64

2 Min Read
Lagi-Lagi Jebolan UKM PI Kini Pimpin LPM Dialektika INKADHA, Siap Pacu Kualitas Jurnalistik Kampus (Ilustrasi)
Sumenep

Lagi-Lagi Jebolan UKM PI Kini Pimpin LPM Dialektika INKADHA, Siap Pacu Kualitas Jurnalistik Kampus

1 Min Read
UPI Sumenep Gelar KMD, Jawab Permintaan Pembina Pramuka di Berbagai Satuan Pendidikan (Ilustrasi)
Berita Madura

UPI Sumenep Gelar KMD, Jawab Permintaan Pembina Pramuka di Berbagai Satuan Pendidikan

2 Min Read
GenWork Soroti Lemahnya Literasi Finansial di Sumenep, Masyarakat Masih Mudah Terjebak Investasi Bodong (Ilustrasi)
Berita Madura

GenWork Soroti Lemahnya Literasi Finansial di Sumenep, Masyarakat Masih Mudah Terjebak Investasi Bodong

4 Min Read
Gubernur Khofifah Turun Langsung Pimpin Penanganan KLB Campak di Sumenep (Ilustrasi)
Headline

Gubernur Khofifah Turun Langsung Pimpin Penanganan KLB Campak di Sumenep

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?