By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Rabu, Jun 3, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila
Subscribe
Madura Channel
Rabu, Jun 3, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Semua

Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila

By
akbarrifqil
3 Min Read
2 Juni 2026
Share
3 Min Read
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
SHARE

machan – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di Kabupaten Sumenep tidak hanya diisi dengan upacara dan sambutan seremonial. Sejumlah kader perempuan muda PDI Perjuangan dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) justru menyuarakan kritik tajam terkait kesenjangan antara nilai-nilai Pancasila dengan realitas yang dihadapi perempuan Indonesia saat ini.

Para kader yang menyebut diri mereka Srikandi PDIP Sumenep itu menilai, Pancasila belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan perempuan, terutama dalam hal keadilan dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender.

“Pancasila berbicara tentang keadilan dan kemanusiaan, tetapi faktanya perempuan masih terus berada di posisi terpinggirkan. Ada jurang yang lebar antara apa yang tertulis dan apa yang terjadi di lapangan,” ujar salah satu kader muda, Minggu (1/6/26).

Data Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 menunjukkan angka kekerasan berbasis gender terhadap perempuan mencapai 376.529 kasus sepanjang tahun lalu, meningkat 14,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus tertinggi secara nasional, yakni 46.179 laporan.

Di tengah kondisi itu, Risa Asfina Fahlia, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Arjasa yang lahir dan besar di kawasan kepulauan Sumenep, menyoroti beban ganda yang dialami perempuan di daerah terpencil. Menurutnya, isolasi geografis, minimnya akses terhadap informasi hukum, dan lemahnya jangkauan perlindungan negara membuat perempuan di kepulauan semakin rentan.

“Lonjakan angka kekerasan di Jawa Timur, terutama yang dialami perempuan di kepulauan, adalah alarm bahwa sistem perlindungan kita masih bocor. Kita tidak bisa lagi diam,” tegas Risa.

Ia menambahkan, absennya perempuan dari ruang pengambilan keputusan menjadi akar persoalan. Selama kebijakan tidak melibatkan perspektif perempuan, maka perlindungan terhadap mereka akan selalu menjadi prioritas terakhir.

Para kader perempuan itu kini mendapatkan angin segar dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang mewajibkan setiap partai politik menempatkan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif. Partai yang tidak mematuhi ketentuan tersebut dapat dicoret oleh KPU dari daerah pemilihan yang bersangkutan.

Merespons putusan itu, Srikandi PDIP Sumenep berkomitmen mengawal mandat 30 persen tersebut dengan serius, tidak sekadar sebagai pemenuhan administrasi. Mereka akan menjaring dan membina perempuan-perempuan dari berbagai pelosok Sumenep, baik dari daratan maupun pulau-pulau terluar, untuk berani maju sebagai calon legislatif.

“Keadilan yang hanya berhenti di kota besar bukanlah keadilan, itu hanya hak istimewa yang berganti wajah,” pungkas Risa.Para kader menegaskan bahwa perempuan bukanlah pelengkap dalam politik maupun kehidupan berbangsa, melainkan subjek utama yang harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

TAGGED:Berita MaduraMadurachannel.idPDIPPemerintah Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   6   =  

  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini

Must Read

Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila
2 Juni 2026
GEN Malang Raya Gelar Takbiran: Diskusi Publik & Nobar Film Pesta Babi
29 Mei 2026
KBRI Malaysia Sambut Audiensi KKN Internasional INKADHA 2026, Perkuat Sinergi Pengabdian Global
28 Mei 2026
IKP Jakarta Jabar Banten Salurkan Hewan Kurban di Pamekasan, Warga Sambut Antusias
27 Mei 2026
Bupati Sumenep Fasilitasi Mudik Gratis Warga Kepulauan melalui KMP Dharma Bahari Sumekar III
26 Mei 2026

Baca Lainnya

MAKESTA III PKPT UPI Sumenep Resmi Digelar, Siap Cetak Kader Loyal NU Era Digital (Ilustrasi)
Berita Madura

MAKESTA III PKPT UPI Sumenep Resmi Digelar, Siap Cetak Kader Loyal NU Era Digital

2 Min Read
Hadirkan Pemateri Lintas Sektor, LAKMUD IPNU-IPPNU UPI Sumenep Diharapkan Cetak Kader Inklusif Berintegritas (Ilustrasi)
Berita Madura

Hadirkan Pemateri Lintas Sektor, LAKMUD IPNU-IPPNU UPI Sumenep Diharapkan Cetak Kader Inklusif Berintegritas

2 Min Read
Atasi Masalah Lingkungan, Mahasiswa KKN STKIP Lakukan Inovasi Bak Sampah dari Bambu (Ilustrasi)
Sumenep

Atasi Masalah Lingkungan, Mahasiswa KKN STKIP Lakukan Inovasi Bak Sampah dari Bambu

2 Min Read
Niat Baik Berujung Petaka: Kisah Pilu Kuli Bangunan yang Dipolisikan di Gapura (Ilustrasi)
Sumenep

Niat Baik Berujung Petaka: Kisah Pilu Kuli Bangunan yang Dipolisikan di Gapura

3 Min Read
Musda KNPI Sumenep Bikin Pengurusnya Bubar, GMNI: Pemuda Mandul (Ilustrasi)
Sumenep

Musda KNPI Sumenep Bikin Pengurusnya Bubar, GMNI: Pemuda Mandul

1 Min Read
UKM PI INKADHA Gelar Kajian Filsafat, Diharap Mahasiswa Mampu Mendalami Konsep Kebebasan secara Filosofis (Ilustrasi)
Sumenep

UKM PI INKADHA Gelar Kajian Filsafat, Diharap Mahasiswa Mampu Mendalami Konsep Kebebasan secara Filosofis

1 Min Read
Wakil Ketua UKM PI Buktikan Komitmen, Kini Pimpin HMP Psikologi Islam INKADHA (Ilustrasi)
Sumenep

Wakil Ketua UKM PI Buktikan Komitmen, Kini Pimpin HMP Psikologi Islam INKADHA

2 Min Read
Rakercab Pramuka Sumenep Digelar, Ketua Kwarcab: Kita Harus Bergerak Bersama (Ilustrasi)
Sumenep

Rakercab Pramuka Sumenep Digelar, Ketua Kwarcab: Kita Harus Bergerak Bersama

1 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?