By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Selasa, Nov 3, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Nasional
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila
Subscribe
Madura Channel
Selasa, Nov 3, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Semua

Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila

By
Rifqil
3 Min Read
2 Juni 2026
Share
3 Min Read
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap, Kader PDIP Sumenep Soroti Kesenjangan Nilai Pancasila (Ilustrasi)
SHARE

machan – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di Kabupaten Sumenep tidak hanya diisi dengan upacara dan sambutan seremonial. Sejumlah kader perempuan muda PDI Perjuangan dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) justru menyuarakan kritik tajam terkait kesenjangan antara nilai-nilai Pancasila dengan realitas yang dihadapi perempuan Indonesia saat ini.

Para kader yang menyebut diri mereka Srikandi PDIP Sumenep itu menilai, Pancasila belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan perempuan, terutama dalam hal keadilan dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender.

“Pancasila berbicara tentang keadilan dan kemanusiaan, tetapi faktanya perempuan masih terus berada di posisi terpinggirkan. Ada jurang yang lebar antara apa yang tertulis dan apa yang terjadi di lapangan,” ujar salah satu kader muda, Minggu (1/6/26).

Data Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 menunjukkan angka kekerasan berbasis gender terhadap perempuan mencapai 376.529 kasus sepanjang tahun lalu, meningkat 14,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus tertinggi secara nasional, yakni 46.179 laporan.

Di tengah kondisi itu, Risa Asfina Fahlia, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Arjasa yang lahir dan besar di kawasan kepulauan Sumenep, menyoroti beban ganda yang dialami perempuan di daerah terpencil. Menurutnya, isolasi geografis, minimnya akses terhadap informasi hukum, dan lemahnya jangkauan perlindungan negara membuat perempuan di kepulauan semakin rentan.

“Lonjakan angka kekerasan di Jawa Timur, terutama yang dialami perempuan di kepulauan, adalah alarm bahwa sistem perlindungan kita masih bocor. Kita tidak bisa lagi diam,” tegas Risa.

Ia menambahkan, absennya perempuan dari ruang pengambilan keputusan menjadi akar persoalan. Selama kebijakan tidak melibatkan perspektif perempuan, maka perlindungan terhadap mereka akan selalu menjadi prioritas terakhir.

Para kader perempuan itu kini mendapatkan angin segar dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang mewajibkan setiap partai politik menempatkan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon legislatif. Partai yang tidak mematuhi ketentuan tersebut dapat dicoret oleh KPU dari daerah pemilihan yang bersangkutan.

Merespons putusan itu, Srikandi PDIP Sumenep berkomitmen mengawal mandat 30 persen tersebut dengan serius, tidak sekadar sebagai pemenuhan administrasi. Mereka akan menjaring dan membina perempuan-perempuan dari berbagai pelosok Sumenep, baik dari daratan maupun pulau-pulau terluar, untuk berani maju sebagai calon legislatif.

“Keadilan yang hanya berhenti di kota besar bukanlah keadilan, itu hanya hak istimewa yang berganti wajah,” pungkas Risa.Para kader menegaskan bahwa perempuan bukanlah pelengkap dalam politik maupun kehidupan berbangsa, melainkan subjek utama yang harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

TAGGED:Berita MaduraMadurachannel.idPDIPPemerintah Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Nasional
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Semua
  • GEN Jatim

Must Read

Sumenep Peringati Hari Jadi ke-757, “Songennep Jaja Rajja” Dorong Pembangunan Berkelanjutan
31 Oktober 2026
BBM Bersubsidi Langka, PMII Pamekasan Minta Pemerintah Buka Data Pasokan
28 Oktober 2026
Isu Begal Ellak Daya Bikin Resah Warga, Polsek Lenteng Tegaskan Hoax
28 Oktober 2026
Mengaku Imam Mahdi, janjikan Top Up Umur Pria di Bangkalan tipu korban miliyaran Rupiah
28 Oktober 2026
Hari Santri Nasional ke-12 di Yayasan Al-In’am: Kolaborasi Seluruh Gerakan.
22 Oktober 2026

Baca Lainnya

HMP PBSI Universitas PGRI Sumenep Gelar Lomba Baca Puisi, 150 Peserta Sangat Antusias (Ilustrasi)
Sumenep

HMP PBSI Universitas PGRI Sumenep Gelar Lomba Baca Puisi, 150 Peserta Sangat Antusias

2 Min Read
Kepengurusan Baru GP Ansor Tlanakan Komitmen Perkuat Ideologi Kader dan Kemandirian Ekonomi (Ilustrasi)
Pamekasan

Kepengurusan Baru GP Ansor Tlanakan Komitmen Perkuat Ideologi Kader dan Kemandirian Ekonomi

3 Min Read
Lagi-Lagi Jebolan UKM PI Kini Pimpin LPM Dialektika INKADHA, Siap Pacu Kualitas Jurnalistik Kampus (Ilustrasi)
Sumenep

Lagi-Lagi Jebolan UKM PI Kini Pimpin LPM Dialektika INKADHA, Siap Pacu Kualitas Jurnalistik Kampus

1 Min Read
PK IPNU IPPNU UPI Sumenep Jalin Kerja Sama dengan English Studio Centre Pare, Hadirkan Ruang Belajar Bahasa Inggris bagi Mahasiswa (Ilustrasi)
Berita Madura

PKPT IPNU IPPNU UPI Sumenep Jalin Kerja Sama dengan English Studio Centre Pare, Hadirkan Ruang Belajar Bahasa Inggris bagi Mahasiswa

2 Min Read
Kepala Desa Errabu Dipanggil Kejati Jatim, Bersama Puluhan Kades dan Fasilitator BSPS Sumenep 2024 (Ilustrasi)
Sumenep

Kepala Desa Errabu Dipanggil Kejati Jatim, Bersama Puluhan Kades dan Fasilitator BSPS Sumenep 2024

5 Min Read
Kacong Cebing Sumenep Aksi Nyata Dukung UMKM Lokal: UMKM Sumenep Level Up (Ilustrasi)
Sumenep

Kacong Cebing Sumenep Aksi Nyata Dukung UMKM Lokal: UMKM Sumenep Level Up

2 Min Read
STAINAS Matangkan Program KKN 2026, Fokus pada Lima Isu Strategis (Ilustrasi)
Berita Madura

STAINAS Matangkan Program KKN 2026, Fokus pada Lima Isu Strategis

2 Min Read
Usung Tema "Revitalisasi Sastra di Era Digital" UKM PI INKADHA Gelar Kuliah Sastra (Ilustrasi)
Sumenep

Usung Tema “Revitalisasi Sastra di Era Digital” UKM PI INKADHA Gelar Kuliah Sastra

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?