machan — Madura United FC tak membuang waktu dalam menyusun kekuatan tim untuk kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Hanya beberapa pekan setelah musim 2025/2026 berakhir pada akhir Mei lalu, manajemen Laskar Sape Kerrab sudah memastikan satu nama penting bertahan: Jorge Ambrosio Mendonca.
Bek tengah asal Brasil itu secara resmi menjadi pemain asing pertama yang dipertahankan klub. Keputusan ini diumumkan manajemen sebagai bentuk keseriusan menjaga stabilitas lini pertahanan, yang selama musim lalu dinilai cukup solid berkat kontribusi sang pemain.
Mendonca, yang didatangkan pada Agustus tahun lalu, memiliki postur menjulang 1,94 meter. Namun, yang membuatnya istimewa bukan hanya kemampuan duel udara, melainkan juga visi bermain dan akurasi umpan yang membantu tim membangun serangan dari belakang.
Manajer Madura United, Umar Wachdin, menjelaskan bahwa proses perpanjangan kontrak berlangsung tanpa hambatan berarti. “Kami dan Jorge sama-sama memiliki keinginan yang sama untuk melanjutkan kerja sama. Dia sudah membuktikan kualitasnya selama satu musim penuh. Kami menilai dia adalah pemain yang disiplin, profesional, dan memiliki mentalitas pemenang,” ujar Umar di Pamekasan, Selasa (23/6/26).
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rencana besar tim. “Kami tidak ingin gegabah dalam perombakan skuad. Mempertahankan pemain asing yang sudah teruji adalah prioritas. Jorge adalah fondasi yang kami bangun untuk musim depan,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Madura United, Widodo Cahyono Putro, menyebut bahwa kehadiran Mendonca sangat krusial dalam skema permainan yang ia terapkan.
“Saya sangat mengandalkan bek tengah yang bisa membaca permainan sekaligus memulai serangan. Jorge memiliki semua itu. Dia juga cepat beradaptasi dengan rekan-rekannya. Dengan dia bertahan, kami tidak perlu membangun komunikasi dari nol di lini belakang,” ungkap Widodo.
Kepastian bertahannya Mendonca juga menjadi sinyal awal perombakan komposisi pemain asing Madura United. Sebelumnya, pada pertengahan Juni, manajemen telah melepas striker asal Brasil lainnya, Riquelme Souza. Langkah tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa klub tengah memfokuskan perhatian pada sektor pertahanan dan lini tengah sebagai prioritas utama dalam bursa transfer kali ini.
Pengamat sepak bola Indonesia, Kesit Budi Handoyo, menilai langkah Madura United patut diapresiasi. “Di tengah euforia klub lain yang berlomba mencari pemain asing baru, Madura United justru mengambil langkah berbeda dengan mempertahankan aset yang sudah terbukti. Mendonca adalah bek tengah yang jarang melakukan kesalahan fatal, dan posturnya sangat ideal untuk menghadapi penyerang-penyerang asing di Liga 1. Ini adalah gerakan cerdas dan efisien,” paparnya.
Dengan resmi bertahannya Mendonca, tim pelatih berharap lini belakang Madura United mampu menjadi benteng yang lebih kokoh dan tangguh. Persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan diprediksi semakin ketat, dan stabilitas pertahanan menjadi modal awal yang tak ternilai.
