machan – Tradisi pembacaan Shalawat Nariyah yang diselenggarakan masyarakat Desa Aengtongtong setiap malam Jumat Legi kembali menjadi wadah pemersatu warga. Pada pelaksanaan yang berlangsung Kamis malam Jumat (6/8/26), kegiatan ini turut dihadiri oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Wiraraja Madura yang sedang menunaikan tugas pengabdian di desa setempat.
Bagi warga Desa Aengtongtong, Shalawat Nariyah tidak hanya dimaknai sebagai amalan ibadah, melainkan juga tradisi turun-temurun yang sarat akan nilai kebersamaan. Melalui majelis tersebut, masyarakat berkumpul untuk memanjatkan doa demi keselamatan, keberkahan, serta kemajuan desa.
Para mahasiswa KKN memanfaatkan momen ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Di tengah agenda pengabdian, mereka memilih untuk terlibat secara langsung dalam rutinitas keagamaan yang telah mengakar kuat sebagai identitas warga. Langkah ini dinilai mampu memperlancar proses adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan serta memperkuat pemahaman mereka atas kearifan lokal yang hidup di desa tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, Mas Jaka, menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan itu.
“Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang bersedia hadir dan membersamai masyarakat dalam tradisi ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya diukur dari program kerja yang dicanangkan, melainkan juga dari kepedulian terhadap nilai-nilai budaya dan religius yang telah lama terpelihara,” ujarnya.
Keikutsertaan mahasiswa dalam tradisi Shalawat Nariyah juga menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penguatan relasi sosial antara akademisi dan masyarakat. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pengabdian yang hakiki tidak semata tentang pelaksanaan program, tetapi juga tentang pembangunan kedekatan emosional dan kultural melalui kebiasaan bersama.
Sepanjang masa pengabdian, Mahasiswa KKN 09 Universitas Wiraraja berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mereka berharap kehadirannya dapat memberikan kesan baik serta mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal, sehingga semangat gotong royong dalam pembangunan desa dapat terus berkembang melalui komunikasi dan kebersamaan yang berkelanjutan.
