Machan – Turnamen Domino Piala Panglima TNI yang digelar di Aula Makodim 0826/Pamekasan, Minggu (27/9/26), diikuti 128 peserta yang tergabung dalam 64 tim. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Pamekasan dengan Kodim 0826/Pamekasan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Ketua ORADO Pamekasan, Buhori, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini sangat tinggi. Bahkan, pihaknya terpaksa membatasi jumlah peserta karena banyaknya pendaftar.
“Antusias peserta sangat luar biasa. Lomba ini diikuti 128 orang atau 64 tim. Sebenarnya masih banyak yang ingin ikut, tetapi kuota memang kami batasi,” ujar Buhori.
Menurut Buhori, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan dan penjaringan atlet potensial yang akan dipersiapkan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, Pengurus ORADO Jawa Timur, Muhammad Romli, yang hadir mewakili Ketua ORADO Jatim Mahenda Abdillah Kamil, menilai perkembangan olahraga domino saat ini semakin positif. Mahenda tidak dapat hadir di Pamekasan karena pada hari yang sama membuka kegiatan serupa secara serentak di 18 kabupaten/kota.
“Domino bukan lagi sekadar permainan di pos ronda ataupun warung kopi. Domino hari ini sudah mulai naik kelas. Sebagaimana tagline ORADO Domino naik kelas,” kata Romli.
Romli menyebutkan, ORADO kini telah memiliki kepengurusan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Perkembangan organisasi tersebut, menurutnya, harus diikuti dengan pembinaan atlet, penguatan klub, tertib administrasi, serta kompetisi yang berkelanjutan. Hal itu menjadi bagian dari persiapan ORADO Jawa Timur menuju agenda olahraga yang lebih luas, termasuk target keterlibatan pada Porprov 2027 dan PON 2028.
“Mulai hari ini kita harus mempersiapkan diri. Bukan hanya mencari atlet yang hebat, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang baik, administrasi yang tertib, klub yang aktif, serta kompetisi yang berkelanjutan,” tegas Romli.
Ia berharap Piala Panglima TNI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari proses pembinaan atlet dari daerah. Melalui kompetisi yang rutin dan organisasi yang semakin tertata, ORADO ingin membuka ruang bagi pemain domino untuk berkembang dan berkompetisi secara berjenjang, sekaligus mendorong domino menjadi olahraga yang semakin terstruktur dan kompetitif.
