By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Minggu, Agu 16, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Mahasantri Ma’had Aly Al-Karimiyyah Deklarasi Tolak Pernikahan Dini di Puncak Peringatan Harganas
Subscribe
Madura Channel
Minggu, Agu 16, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Berita Madura

Mahasantri Ma’had Aly Al-Karimiyyah Deklarasi Tolak Pernikahan Dini di Puncak Peringatan Harganas

By
Rifqil
4 Min Read
30 Juni 2026
Share
4 Min Read
Mahasantri Ma'had Aly Al-Karimiyyah Deklarasi Tolak Pernikahan Dini di Puncak Peringatan Harganas (Ilustrasi)
Mahasantri Ma'had Aly Al-Karimiyyah Deklarasi Tolak Pernikahan Dini di Puncak Peringatan Harganas (Ilustrasi)
SHARE

machan – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang digagas BKKBN pada 29 Juni menjadi momentum strategis bagi Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Ma’had Aly Al-Karimiyyah. Tak sekadar menggelar seremonial pelantikan periode 2026-2027, ormawa yang beranggotakan mahasantri ini langsung menginisiasi gerakan konkret dengan mengadakan dialog interaktif bertajuk “Manifestasi Sinergi Ormawa Ma’had Aly Al-Karimiyyah: Mengonstruksi Nalar Preventif Pernikahan Dini” di Gedung MA Al-Karimiyyah, Senin (29/6/26).

Dialog yang menghadirkan narasumber utama K. Moh. Faizi, sastrawan muda Madura sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Sawajarin, berlangsung dengan pembahasan yang mendalam. K. Faizi yang kini tengah meneliti problematika kehidupan berkeluarga dan aktif menyampaikan dinamika tersebut melalui podcast di akun TikTok IAA Kota Sumenep, menekankan bahwa pernikahan bukanlah sekadar pemenuhan status formalitas hukum maupun agama semata.

Menurut K. Faizi, institusi rumah tangga menuntut kesiapan yang holistik dan multidimensi dari kedua calon mempelai. Ia mengingatkan bahwa pernikahan dini yang dipaksakan tanpa kesiapan finansial, psikologis, emosional, hingga reproduksi berpotensi memicu konflik domestik yang berujung pada tingginya angka perceraian.

“Ego yang belum matang sangat rentan memicu pertengkaran hebat dalam rumah tangga. Ini bukan sekadar prediksi, melainkan realitas yang sudah terbukti di lapangan,” tegasnya.

K. Faizi juga menantang generasi muda untuk memutus rantai pernikahan dini melalui peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, nalar kritis yang terasah di bangku kuliah akan membekali pemuda untuk mengambil keputusan visioner bagi masa depan mereka, sekaligus menjadi benteng dari tekanan sosial yang mendorong pernikahan usia muda.

Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari Aliansi BEM Sumenep (BEMSU). Koordinator BEMSU, M. Salman Farid, menyoroti pentingnya peran tokoh agama di tengah masyarakat Madura yang sangat kental dengan budaya paternalistik terhadap ulama dan kiai.

“Di Madura, suara ulama adalah titah yang paling didengar dan ditaati. Karena itu, tokoh agama memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mengedukasi umat. Menjelaskan secara kultural dan teologis bahwa mencegah pernikahan dini adalah bagian dari menjaga kemaslahatan keturunan (hifdzun nasl) merupakan langkah yang sangat efektif. Kolaborasi antara mahasiswa dan tokoh agama menjadi keniscayaan,” ujar Salman.

Sementara itu, Presiden Mahasantri Ma’had Aly Al-Karimiyyah, Ahmad Romdan, menyoroti peran sentral institusi keluarga sebagai benteng pertahanan paling awal. Menurutnya, sebaik apa pun regulasi hukum dan kampanye sosial yang digulirkan, keputusan akhir tetap berada di tangan orang tua.

“Orang tua harus menghentikan pola pikir yang menganggap pernikahan anak di bawah umur sebagai jalan pintas melepas tanggung jawab atau beban ekonomi. Sebaliknya, merekalah yang harus menjadi fasilitator utama dalam mengamankan hak anak untuk menuntaskan pendidikan setinggi-tingginya,” ungkap Romdan.

Puncak dari rangkaian acara ini adalah pembacaan Pernyataan Sikap Menolak Pernikahan Dini Tanpa Kesiapan yang Mapan. Deklarasi kolektif yang diikuti oleh seluruh peserta dialog, termasuk jajaran fungsionaris BEM lintas kampus se-Kabupaten Sumenep dan mahasantri Ma’had Aly Al-Karimiyyah, dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Mahasantri, Moh. Hayat, didampingi barisan ketua BEM di atas podium.

Hayat menegaskan bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia menyoroti realitas tingginya angka perceraian di lapangan yang sudah sangat mengkhawatirkan.

“Membiarkan pernikahan dini tanpa kesiapan terjadi sama saja dengan memaksakan diri membangun istana di atas pasir. Fondasinya rapuh dan tinggal menunggu waktu untuk runtuh. Alih-alih menyelamatkan masa depan, kita justru menanam bom waktu bagi generasi muda yang ekses buruknya akan menghancurkan keberlanjutan pendidikan di Sumenep,” tegasnya diiringi tepuk tangan meriah peserta.

Melalui deklarasi yang bertepatan dengan momen Harganas ini, Ormawa Ma’had Aly Al-Karimiyyah mengirimkan pesan kuat kepada publik: mahasantri tidak hanya kompeten dalam mengkaji teks-teks klasik di pesantren, tetapi juga siap menjadi motor intelektual dalam mengawal ketahanan keluarga dan menyelamatkan masa depan generasi muda di Madura.

TAGGED:BEM SumenepBerita MaduraMadurachannel.idMahasantri Al karimiyahSumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   3   =  

  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji Peringati Hari Pramuka ke-65, Perkuat Komitmen Pengabdian
11 Agustus 2026
BEM SI Kerakyatan Jatim Periode Baru Dikukuhkan, Iskil El Fatih: Mahasiswa Bukan Bagian dari Kekuasaan
8 Agustus 2026
STAINAS Matangkan Program KKN 2026, Fokus pada Lima Isu Strategis
7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN Universitas Wiraraja Ikuti Tradisi Shalawat Nariyah di Desa Aengtongtong
7 Agustus 2026
STAINAS Bekali Mahasiswa Jelang KKN Tematik Ekoteologi 2026
7 Agustus 2026

Baca Lainnya

Menyasar Abang Becak Hingga Tukang Ojek, "Bocah Sakti" Akan Bagikan Ratusan Paket Beras Jumat Besok (Ilustrasi)
Berita Madura

Menyasar Abang Becak Hingga Tukang Ojek, “Bocah Sakti” Akan Bagikan Ratusan Paket Beras Jumat Besok

2 Min Read
Tradisi Ter-ater Masyarakat Madura Menjelang Hari Raya (Ilustrasi)
Berita Madura

Tradisi Ter-ater Masyarakat Madura Menjelang Hari Raya

3 Min Read
Pro-Kontra Imbauan Pengurangan Tanam Tembakau di Madura, Petani Diminta Waspadai Kelebihan Stok (Ilustrasi)
Berita Madura

Pro-Kontra Imbauan Pengurangan Tanam Tembakau di Madura, Petani Diminta Waspadai Kelebihan Stok

2 Min Read
KMD 2025 di Al-Amien Prenduan Resmi Dibuka, Siap Cetak Pembina Pramuka Berkarakter (Ilustrasi)
Sumenep

KMD 2025 di Al-Amien Prenduan Resmi Dibuka, Siap Cetak Pembina Pramuka Berkarakter

2 Min Read
Molod Agung: Ekspresi Religiositas dan Identitas Kultural Masyarakat Madura (Ilustrasi)
Berita Madura

Molod Agung: Ekspresi Religiositas dan Identitas Kultural Masyarakat Madura

2 Min Read
KKN UPI Sumenep di Desa Ponteh Ditutup Meriah, Santuni Anak Yatim dan Tampilkan Seni Daul (Ilustrasi)
Pamekasan

KKN UPI Sumenep di Desa Ponteh Ditutup Meriah, Santuni Anak Yatim dan Tampilkan Seni Daul

2 Min Read
PWI Pamekasan Bedah Krisis Jabatan Definitif OPD, Dorong Reformasi Tata Kelola Birokrasi (Ilustrasi)
Pamekasan

PWI Pamekasan Bedah Krisis Jabatan Definitif OPD, Dorong Reformasi Tata Kelola Birokrasi

3 Min Read
Fokus Pada Edukasi dan Penguatan Potensi Desa, KKN STKIP Posko 29 Disambut Baik di Lapa Taman (Ilustrasi)
Sumenep

Fokus Pada Edukasi dan Penguatan Potensi Desa, KKN STKIP Posko 29 Disambut Baik di Lapa Taman

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?