By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Minggu, Sep 20, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  
Subscribe
Madura Channel
Minggu, Sep 20, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Berita Madura

Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  

By
fathorrosy
3 Min Read
17 Mei 2025
Share
3 Min Read
Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim   (Ilustrasi)
Musim Tembakau di Madura, di tahun-tahun sebelumnya (Ilustrasi)
SHARE

machan – Petani tembakau Madura menghadapi ujian berat di awal musim tanam tahun ini. Curah hujan yang masih tinggi di bulan Mei padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau mengancam kelangsungan pertanian tembakau, komoditas andalan yang menjadi tulang punggung ekonomi ribuan keluarga di pulau garam ini. Situasi ini diperparah dengan imbauan pengusaha rokok setempat untuk mengurangi produksi akibat stok menumpuk dan prediksi BMKG tentang kemarau basah yang lebih pendek dari biasanya. 

Hujan Berkepanjangan Ganggu Persiapan Lahan

Mengingat tahun-tanun sebelumnya, April-Mei adalah periode kritis untuk persiapan lahan tembakau di Madura. Namun, tahun ini, hujan masih sering turun, membuat tanah terlalu basah untuk dibajak.

“Biasanya sekarang sudah kering, tapi tahun ini hujan masih datang. Kalau dipaksakan tanam, bibit bisa busuk,” keluh salah seorang petani di Pamekasan . 

Kondisi ini juga meningkatkan risiko serangan penyakit seperti Phytophthora (busuk daun) yang bisa merusak kualitas tembakau. Padahal, tembakau Madura khususnya varietas rajangan dihargai tinggi karena kadar nikotin dan aromanya yang khas. 

Imbauan H. Her: Kurangi Tanam Tembakau 50%

Tekanan tambahan datang dari pengusaha rokok lokal. H. Khairul Umam alias H. Her, CEO PT Bawang Mas Grup, secara terbuka meminta petani Madura mengurangi penanaman tembakau hingga 50% tahun ini. Alasannya, stok di gudang pabrik masih penuh akibat surplus produksi tahun lalu. 

“Kalau biasanya nanam 1.000 pohon, tahun ini cukup 500 saja. Ini untuk menjaga harga tetap stabil,” ujarnya dalam video viral di TikTok . Imbauan ini menuai pro-kontra. Sebagian petani khawatir pendapatan mereka akan merosot, sementara lainnya berharap kebijakan ini bisa mencegah kejatuhan harga. 

BMKG Prediksi Kemarau Pendek dan Basah

Ancaman lain datang dari fenomena iklim. BMKG memprediksi musim kemarau 2025 akan lebih pendek dan basah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 26% wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, diproyeksikan mengalami kemarau dengan curah hujan di atas normal . 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, “Suhu muka laut yang lebih hangat memicu potensi hujan sporadis selama musim kemarau. Petani perlu menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tahan kelembapan.” 

Bagi petani tembakau, ini berarti tantangan ganda risiko gagal panen akibat hujan dan kesulitan mengeringkan hasil panen jika kemarau tak cukup panas. 

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Beberapa solusi jangka pendek mulai diupayakan: 
1. Penundaan tanam hingga kondisi lahan membaik. 
2. Penggunaan mulsa plastik untuk mengurangi kelembapan tanah . 
3. Optimalisasi irigasi meski infrastrukturnya masih terbatas. 

Namun, tanpa dukungan kebijakan yang konkret seperti stabilisasi harga atau asuransi pertanian nasib petani tembakau Madura tetap seperti “telur di ujung tanduk” berisiko tinggi, tetapi sulit ditinggalkan . 

Tahun 2025 mungkin akan menjadi tahun paling berat bagi petani tembakau Madura dalam dekade terakhir. Di tengah ketidakpastian cuaca dan fluktuasi pasar, mereka dituntut untuk lebih lincah beradaptasi.  

TAGGED:Musim Tanam 2025Tembakau Madura
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

EduFest Situbondo Dinilai Terbaik di Indonesia, GESIT Hasilkan 6.000 Konten Pembelajaran
20 September 2026
Mahasiswa KKN UA Posko 01 dan Karang Taruna Karduluk Pasang Plang Nama Dusun untuk Perkuat Identitas Wilayah
17 September 2026
PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal
14 September 2026
SKK Migas-KEI Terima Penghargaan dari Kwarcab Pramuka Sumenep atas Dukungan Pengembangan Kompetensi Guru di Kepulauan Sapeken
11 September 2026
DKUPP Sumenep Lepas Mahasiswa Magang, Kepala Dinas Tekankan Integritas dan Etika Kerja
10 September 2026

Baca Lainnya

Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji, Sambut Hari Pramuka ke-64 (Ilustrasi)
Sumenep

Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji, Sambut Hari Pramuka ke-64

2 Min Read
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Ayah Kandung di Sumenep, IPPNU UPI Desak Pendampingan dan Keadilan bagi Korban (Ilustrasi)
Berita Madura

Bukan Urusan Keluarga! IPPNU UPI Sumenep Minta Aparat Serius Tangani Kasus Rubaru

2 Min Read
Fakultas Keislaman UTM Cetak 69 Lulusan "Mumtaz" Siap Bersaing Global (Ilustrasi)
Bangkalan

Fakultas Keislaman UTM Cetak 69 Lulusan “Mumtaz” Siap Bersaing Global

2 Min Read
Empat Kandidat Berebut Kursi PT. Sumekar, Begini Kata Plt. Dirut Romli (Ilustrasi)
Berita Madura

Empat Kandidat Berebut Kursi PT. Sumekar, Begini Kata Plt. Dirut Romli

2 Min Read
Lewat Dialog Interaktif, PK PMII UNIBA Madura Bahas Ancaman Lingkungan dan Tata Kelola Sumenep (Ilustrasi)
Berita Madura

Lewat Dialog Interaktif, PK PMII UNIBA Madura Bahas Ancaman Lingkungan dan Tata Kelola Sumenep

2 Min Read
UPI Sumenep Gelar KMD, Jawab Permintaan Pembina Pramuka di Berbagai Satuan Pendidikan (Ilustrasi)
Berita Madura

UPI Sumenep Gelar KMD, Jawab Permintaan Pembina Pramuka di Berbagai Satuan Pendidikan

2 Min Read
Ketua PKC Sumenep Siap Wujudkan Promosi Pariwisata Sumenep Level Up (Ilustrasi)
Sumenep

Ketua PKC Sumenep Siap Wujudkan Promosi Pariwisata Sumenep Level Up

2 Min Read
Ziarah ke TMP Jokotole, Kwarcab Sumenep Tanamkan Semangat Kepahlawanan Jelang Hari Pramuka ke-65 (Ilustrasi)
Berita Madura

Ziarah ke TMP Jokotole, Kwarcab Sumenep Tanamkan Semangat Kepahlawanan Jelang Hari Pramuka ke-65

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?