By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kamis, Nov 5, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Nasional
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  
Subscribe
Madura Channel
Kamis, Nov 5, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Berita Madura

Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  

By
fathorrosy
3 Min Read
17 Mei 2025
Share
3 Min Read
Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim   (Ilustrasi)
Musim Tembakau di Madura, di tahun-tahun sebelumnya (Ilustrasi)
SHARE

machan – Petani tembakau Madura menghadapi ujian berat di awal musim tanam tahun ini. Curah hujan yang masih tinggi di bulan Mei padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau mengancam kelangsungan pertanian tembakau, komoditas andalan yang menjadi tulang punggung ekonomi ribuan keluarga di pulau garam ini. Situasi ini diperparah dengan imbauan pengusaha rokok setempat untuk mengurangi produksi akibat stok menumpuk dan prediksi BMKG tentang kemarau basah yang lebih pendek dari biasanya. 

Hujan Berkepanjangan Ganggu Persiapan Lahan

Mengingat tahun-tanun sebelumnya, April-Mei adalah periode kritis untuk persiapan lahan tembakau di Madura. Namun, tahun ini, hujan masih sering turun, membuat tanah terlalu basah untuk dibajak.

“Biasanya sekarang sudah kering, tapi tahun ini hujan masih datang. Kalau dipaksakan tanam, bibit bisa busuk,” keluh salah seorang petani di Pamekasan . 

Kondisi ini juga meningkatkan risiko serangan penyakit seperti Phytophthora (busuk daun) yang bisa merusak kualitas tembakau. Padahal, tembakau Madura khususnya varietas rajangan dihargai tinggi karena kadar nikotin dan aromanya yang khas. 

Imbauan H. Her: Kurangi Tanam Tembakau 50%

Tekanan tambahan datang dari pengusaha rokok lokal. H. Khairul Umam alias H. Her, CEO PT Bawang Mas Grup, secara terbuka meminta petani Madura mengurangi penanaman tembakau hingga 50% tahun ini. Alasannya, stok di gudang pabrik masih penuh akibat surplus produksi tahun lalu. 

“Kalau biasanya nanam 1.000 pohon, tahun ini cukup 500 saja. Ini untuk menjaga harga tetap stabil,” ujarnya dalam video viral di TikTok . Imbauan ini menuai pro-kontra. Sebagian petani khawatir pendapatan mereka akan merosot, sementara lainnya berharap kebijakan ini bisa mencegah kejatuhan harga. 

BMKG Prediksi Kemarau Pendek dan Basah

Ancaman lain datang dari fenomena iklim. BMKG memprediksi musim kemarau 2025 akan lebih pendek dan basah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 26% wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, diproyeksikan mengalami kemarau dengan curah hujan di atas normal . 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, “Suhu muka laut yang lebih hangat memicu potensi hujan sporadis selama musim kemarau. Petani perlu menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tahan kelembapan.” 

Bagi petani tembakau, ini berarti tantangan ganda risiko gagal panen akibat hujan dan kesulitan mengeringkan hasil panen jika kemarau tak cukup panas. 

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Beberapa solusi jangka pendek mulai diupayakan: 
1. Penundaan tanam hingga kondisi lahan membaik. 
2. Penggunaan mulsa plastik untuk mengurangi kelembapan tanah . 
3. Optimalisasi irigasi meski infrastrukturnya masih terbatas. 

Namun, tanpa dukungan kebijakan yang konkret seperti stabilisasi harga atau asuransi pertanian nasib petani tembakau Madura tetap seperti “telur di ujung tanduk” berisiko tinggi, tetapi sulit ditinggalkan . 

Tahun 2025 mungkin akan menjadi tahun paling berat bagi petani tembakau Madura dalam dekade terakhir. Di tengah ketidakpastian cuaca dan fluktuasi pasar, mereka dituntut untuk lebih lincah beradaptasi.  

TAGGED:Musim Tanam 2025Tembakau Madura
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Nasional
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Semua
  • GEN Jatim

Must Read

Tanpa Pandang Bulu! GEN Jatim Puji Gebrakan BNNK Sumenep Razia 184 Orang di Hiburan Malam
5 November 2026
Sumenep Peringati Hari Jadi ke-757, “Songennep Jaja Rajja” Dorong Pembangunan Berkelanjutan
31 Oktober 2026
BBM Bersubsidi Langka, PMII Pamekasan Minta Pemerintah Buka Data Pasokan
28 Oktober 2026
Isu Begal Ellak Daya Bikin Resah Warga, Polsek Lenteng Tegaskan Hoax
28 Oktober 2026
Mengaku Imam Mahdi, janjikan Top Up Umur Pria di Bangkalan tipu korban miliyaran Rupiah
28 Oktober 2026

Baca Lainnya

Diserbu Warga, Grand Opening Istana Perabot Serba 2000 di Bukabu Ambunten Berlangsung Meriah (Ilustrasi)
Berita Madura

Diserbu Warga, Grand Opening Istana Perabot Serba 2000 di Bukabu Ambunten Berlangsung Meriah

2 Min Read
PAC IPNU Giligenting Resmi Dilantik, Siap Garap Program Inovatif untuk Pelajar (Ilustrasi)
Sumenep

PAC IPNU Giligenting Resmi Dilantik, Siap Garap Program Inovatif untuk Pelajar

2 Min Read
SumenepHive, Platform Digital Karya Anak Muda Siap Mengudara Perkuat UMKM Lokal Sumenep (Ilustrasi)
Sumenep

SumenepHive, Platform Digital Karya Anak Muda Sumenep Siap Perkuat UMKM Lokal

2 Min Read
Karangan Bunga "Agustus Kelam" Hiasi Grahadi, BEM SI Kerakyatan Jatim Pertanyakan Makna Kemerdekaan (Ilustrasi)
Berita Madura

Karangan Bunga “Agustus Kelam” Hiasi Grahadi, BEM SI Kerakyatan Jatim Pertanyakan Makna Kemerdekaan

4 Min Read
GEN Sumenep Gelar Konsolidasi Wilayah, Perkuat Solidaritas dan Aspirasi Generasi Muda  (Ilustrasi)
Sumenep

GEN Sumenep Gelar Konsolidasi Wilayah, Perkuat Solidaritas dan Aspirasi Generasi Muda 

2 Min Read
Setelah Sampang, Banjir Kini Melanda Pamekasan Akibat Luapan Sungai (Ilustrasi)
Pamekasan

Setelah Sampang, Banjir Kini Melanda Pamekasan Akibat Luapan Sungai

2 Min Read
PAC JQH NU Gapura Resmi Dilantik: Santri dan Tahfidz Siap Berkontribusi untuk Peradaban Dunia (Ilustrasi)
Sumenep

PAC JQH NU Gapura Resmi Dilantik: Santri dan Tahfidz Siap Berkontribusi untuk Peradaban Dunia

2 Min Read
Sambut Perkemahan Wirakarya 2025, Kwarcab Pramuka Sumenep Lakukan Survie Awal Lokasi (Ilustrasi)
Sumenep

Sambut Perkemahan Wirakarya 2025, Kwarcab Pramuka Sumenep Lakukan Survie Awal Lokasi

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?