machan – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Jokotole, Senin (3/8/26), saat Kwartir Cabang (KWARCAB) Gerakan Pramuka Sumenep menggelar ziarah dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pagi itu diikuti oleh jajaran pengurus Kwarcab, Dewan Kerja Cabang (DKC), serta para peserta Jambore Nasional 2026.Rangkaian upacara ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pendiri bangsa, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu utama sebagai tanda hormat, pembacaan doa lintas agama, dan tabur bunga di setiap pusara. Setiap helai bunga yang ditaburkan menjadi simbol penghargaan mendalam atas jasa dan pengorbanan para pejuang yang telah merebut kemerdekaan Indonesia.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwarcab Sumenep, Jonsi Silahoya, menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual tahunan yang dijalankan tanpa makna. Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda untuk merenungi nilai-nilai luhur pengabdian dan keikhlasan yang telah diteladankan oleh para pahlawan.
“Kami ingin mengajak seluruh anggota Pramuka untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dan menerjemahkannya dalam konteks kehidupan masa kini. Perjuangan tidak lagi dimaknai dengan mengangkat senjata, melainkan melalui karya nyata, prestasi gemilang, dan pengabdian tulus yang memberi dampak positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujar Jonsi Silahoya di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa anggota Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa. Kontribusi nyata dalam pembangunan, inovasi di berbagai bidang, serta kepedulian sosial menjadi wujud perjuangan yang relevan dengan tantangan zaman saat ini.
Melalui ziarah ini, Kwarcab Sumenep berharap nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan cinta tanah air kian membumi dalam diri setiap insan Pramuka. Kegiatan yang digagas sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Pramuka ke-65 ini menjadi salah satu ikhtiar strategis dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus membentuk generasi berintegritas yang sigap mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Ziarah ke TMP Jokotole bukanlah penutup, melainkan pengingat bahwa penghormatan kepada pahlawan tak cukup hanya dengan doa dan bunga. Diperlukan aksi nyata dan kontribusi bermakna yang terus mengalir dari generasi ke generasi, sebagaimana spirit Pramuka yang tak pernah padam dalam mengabdi kepada ibu pertiwi.
