machan – STAI Nasy’atul Muta’allimin (STAINAS) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) tengah mematangkan penyusunan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026.
Kegiatan penyusunan program kerja ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak (6-8/8/26). Dalam proses perumusan program, mahasiswa mendapat pendampingan intensif dari A. Zainul Hasan agar setiap rancangan kegiatan sesuai dengan kondisi riil dan kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan KKN.
STAINAS menetapkan lima isu strategis yang menjadi acuan utama dalam penyusunan program KKN 2026. Kelima isu tersebut mencakup pelestarian lingkungan hidup, pengembangan sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai kepesantrenan, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan kemitraan.
A. Zainul Hasan menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wahana bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat. “KKN bukan sekadar menjalankan kegiatan, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, setiap program harus disusun berdasarkan potensi desa dan lima isu strategis yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa kelima isu strategis tersebut menjadi panduan agar program kerja mahasiswa lebih terarah dan berdampak nyata. Mahasiswa diharapkan mampu memahami karakteristik dan potensi desa sebelum menetapkan kegiatan, sehingga pelaksanaan KKN tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Melalui pendampingan ini, STAINAS berharap seluruh peserta KKN 2026 dapat menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan berkelanjutan sebagai wujud pengabdian akademik kepada masyarakat.
