machan – Generasi Emas Nusantara (GEN) Bangkalan menyambut positif kesiapan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun meminta agar pelaksanaannya melibatkan alumni dan pemuda lokal.
Ketua GEN Bangkalan, Khoirul Bahri, menilai pernyataan Rektor UTM sebagai bentuk komitmen nyata perguruan tinggi tersebut dalam mendukung program prioritas nasional. Menurutnya, sebagai institusi pendidikan terbesar di Madura, kesiapan UTM mencerminkan optimisme bahwa kampus dapat berperan sebagai pusat kendali mutu distribusi pangan.
“Kami melihat apa yang disampaikan Rektor UTM sebagai bentuk kesiapan kampus untuk ikut mengambil peran dalam menyukseskan program prioritas nasional, khususnya MBG,” ujar Khoirul, Senin (11/5/26).
Meski mengapresiasi langkah tersebut, GEN Bangkalan mencatat bahwa pelaksanaan MBG di berbagai daerah masih menuai kritik masyarakat, mulai dari manajemen sumber daya manusia hingga kualitas makanan. Oleh karena itu, Khoirul menekankan bahwa kesiapan UTM tidak boleh berhenti pada aspek kelembagaan semata.
“Kami berharap apa yang menjadi kesiapan UTM itu juga diikuti dengan komitmen untuk melibatkan alumni dan pemuda Bangkalan dalam pelaksanaannya. Sebab program nasional seperti ini akan lebih baik jika dikerjakan secara kolaboratif dan memberi ruang bagi potensi lokal,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan pemuda daerah penting agar program MBG tidak hanya dipandang sebagai agenda institusional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di Madura. GEN Bangkalan menilai sinergi antara kampus, alumni, dan pemuda akan menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas dan keberlanjutan program MBG ke depan.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik pernyataan Rektor UTM tersebut. Tinggal bagaimana pelaksanaannya nanti benar-benar inklusif dan melibatkan elemen masyarakat, khususnya generasi muda Bangkalan,” tutup Khoirul.
