By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Jumat, Mei 22, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan
Subscribe
Madura Channel
Jumat, Mei 22, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Pamekasan

Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan

By
rachmad
3 Min Read
21 Mei 2026
Share
3 Min Read
Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan (Ilustrasi)
Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan (Ilustrasi)
SHARE

machan – Kedatangan Menteri Pendidikan ke Kabupaten Pamekasan seharusnya menjadi momentum evaluasi total terhadap wajah pendidikan daerah, bukan justru dipoles menjadi panggung seremonial dan pencitraan politik pemerintah daerah.

Realitas pendidikan di Pamekasan hari ini masih jauh dari kata ideal. Infrastruktur sekolah rusak masih ditemukan di berbagai wilayah, fasilitas belajar belum merata, kualitas pendidikan mengalami ketimpangan, dan persoalan tata kelola anggaran pendidikan terus menjadi sorotan publik. Ironisnya, di tengah persoalan yang begitu nyata, pemerintah justru lebih sibuk mempersiapkan penyambutan seremonial ketimbang menyelesaikan akar masalah pendidikan itu sendiri.

PMII Pamekasan menilai bahwa pemerintah daerah gagal menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem pendidikan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil, siswa di pelosok, dan sekolah-sekolah yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Ketua Cabang PMII Pamekasan, Fahril Anwar, menegaskan bahwa kunjungan Menteri Pendidikan tidak boleh dijadikan alat legitimasi politik maupun media pencitraan kekuasaan.

“Kami menolak apabila kedatangan Menteri Pendidikan hanya dijadikan panggung pencitraan. Pendidikan di Pamekasan masih menyimpan terlalu banyak persoalan mendasar yang belum diselesaikan secara serius oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menampilkan wajah pendidikan yang semu di hadapan pejabat pusat, sementara kondisi riil di lapangan justru memperlihatkan banyak sekolah dengan fasilitas minim, ruang belajar tidak layak, hingga ketimpangan akses pendidikan yang masih tajam.

“Jangan sibuk merapikan panggung penyambutan Menteri, tetapi menutup mata terhadap sekolah rusak dan kesulitan siswa di bawah. Pendidikan bukan alat kosmetik politik birokrasi,” lanjutnya.

PMII Pamekasan juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Sebab, anggaran pendidikan seharusnya menjadi instrumen keberpihakan terhadap rakyat, bukan sekadar formalitas administrasi tanpa dampak nyata terhadap kualitas pendidikan masyarakat.

Karena itu, PMII Pamekasan mendesak Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Dinas Pendidikan untuk segera:

  1. Menuntaskan persoalan sekolah rusak dan fasilitas pendidikan yang tidak layak;
  2. Membuka transparansi tata kelola anggaran pendidikan secara jujur dan akuntabel;
  3. Memastikan pemerataan kualitas pendidikan hingga wilayah terpencil;
  4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan kinerja sektor pendidikan;
  5. Menghentikan praktik seremonial yang tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat pendidikan.

Kedatangan Menteri Pendidikan tidak akan memiliki makna apa pun apabila pemerintah daerah masih gagal menghadirkan keadilan pendidikan bagi masyarakatnya sendiri.

Pendidikan bukan ruang pencitraan politik. Pendidikan adalah hak rakyat yang wajib dipenuhi dengan kerja nyata, keberpihakan, dan tanggung jawab moral pemerintah kepada generasi masa depan.

TAGGED:Bupati PamekasanDinas Pendidikan PamekasanGubernur JatimMentri PendidikanPamekasan
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   5   =  

  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini

Must Read

Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan
21 Mei 2026
East Java Maritime Awards 2026, Bupati Sumenep Raih Penghargaan Khusus Penggerak Kebijakan Transportasi Laut
21 Mei 2026
Kwarda Jatim dan UNUSA Jalin Kerja Sama Siapkan Generasi Muda Tangguh dan Sehat Mental
20 Mei 2026
M. Muhri Mangkir Dalam Dialog Krisis Lingkungan PMII UNIBA: Cerminan Dewan Pengkhianat Rakyat
19 Mei 2026
Ketua PC IPNU Sumenep Resmi Lantik PAC Batuputih, Tekankan Penguatan Organisasi dan Optimalisasi Media Digital
17 Mei 2026

Baca Lainnya

Nelayan Pamekasan Demo Tuntut Penindakan Perusahaan Perusak Mangrove (Ilustrasi)
Pamekasan

Nelayan Pamekasan Demo Tuntut Penindakan Perusahaan Perusak Mangrove

2 Min Read
Bangkitkan Semangat Kaum Muda, DKC Pamekasan Inisiasi Gerakan Pramuka Harapan Baru (Ilustrasi)
Berita Madura

Bangkitkan Semangat Kaum Muda, DKC Pamekasan Inisiasi Gerakan Pramuka Harapan Baru

3 Min Read
Agustus Festival: Sinergi Mahasiswa KKN UPI dan Masyarakat desa Pagendingan (Ilustrasi)
Pamekasan

Agustus Festival: Sinergi Mahasiswa KKN UPI dan Masyarakat desa Pagendingan

2 Min Read
Pesta Babi: Metafora Penjajahan Gaya Baru di Zaman Modern (Ilustrasi)
Pamekasan

Pesta Babi: Metafora Penjajahan Gaya Baru di Zaman Modern

3 Min Read
PAC IPNU-IPPNU Tlanakan Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Pelajar NU yang Inovatif dan Kolaboratif (Ilustrasi)
Pamekasan

PAC IPNU-IPPNU Tlanakan Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Pelajar NU yang Inovatif dan Kolaboratif

2 Min Read
KKN Tematik Lingkungan UA Posko 57 Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Kartagena Tengah (Ilustrasi)
Pamekasan

KKN Tematik Lingkungan UA Posko 57 Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Kartagena Tengah

1 Min Read
KKN STKIP Posko 09 Ditempatkan di desa Pegendingan, Koordes: Pendidikan Terbuka dengan Masyarakat (Ilustrasi)
Pamekasan

KKN STKIP Posko 09 Ditempatkan di desa Pegendingan, Koordes: Pendidikan Terbuka dengan Masyarakat

2 Min Read
SonGENnep FC Gelar Turnamen Futsal, Dorong Pembinaan Atlet Sumenep-Pamekasan (Ilustrasi)
Berita Madura

SonGENnep FC Gelar Turnamen Futsal, Dorong Pembinaan Atlet Sumenep-Pamekasan

1 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?