machan – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, M. Muhri, tidak hadir dalam dialog interaktif bertajuk “Sumenep di Ujung Tanduk: Meretas Solusi dan Konflik Sumber Daya, Krisis Air, Hingga Bisnis Racun” yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA), Minggu (17/5/26).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dijadwalkan sebagai perwakilan legislatif dari Komisi III yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup. Namun hingga acara usai, M. Muhri tidak hadir tanpa memberikan kabar.
Sekretaris Umum Komisariat PMII UNIBA, M. Wakil, menilai ketidakhadiran tersebut sebagai cerminan rendahnya perhatian legislatif terhadap persoalan rakyat. Bahkan ia menyebutnya sebagai “Dewan Pengkhianat Rakyat”.
“Mahasiswa ingin berdiskusi langsung dan mendengar corong legislatif soal kondisi lingkungan dan kebijakan daerah. Sangat disayangkan narasumber utama justru absen,” ujar pria yang akrab disapa Akil tersebut.
Menurut Akil, forum itu sengaja digelar untuk membuka ruang pertukaran gagasan antara mahasiswa, eksekutif, legislatif, dan peneliti terkait masalah lingkungan di Kota Keris.
Ketidakhadiran M. Muhri juga memunculkan pertanyaan mengenai komitmen wakil rakyat dalam menyerap aspirasi publik.
“Bagaimana mau membuat kebijakan yang selaras dengan suara rakyat jika dialog seperti ini tidak dihadiri? Efeknya ya kemungkinan serampangan membuat kebijakan,” tegas Akil.
Akil mendesak Dewan Etik DPRD Sumenep untuk segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan. Ia menilai mangkir dari forum dialog dengan rakyat tanpa keterangan termasuk pelanggaran fungsi wakil rakyat dan kode etik.
“Seharusnya Dewan Etik legislatif tidak hanya termenung menunggu perilaku dewan yang viral. Tidak menghadiri dialog antar rakyat tanpa pemberitahuan itu sudah melanggar kode etik,” imbuhnya.
Di sisi lain, Akil mengapresiasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, yang hadir dan bersedia menjawab berbagai pertanyaan dari peserta dialog.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala DLH Sumenep yang telah bersedia hadir dan legowo menjawab berbagai pertanyaan serta gagasan,” pungkasnya.
Dialog yang digelar di Aula Bapenda Sumenep itu menghadirkan tiga narasumber: Mabinkom PMII UNIBA Madura Abd Salim, Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, dan peneliti Oleolang Institute Moh Roychan Fajar. Dari tiga nama tersebut, Moh Roychan berhalangan hadir dengan keterangan, sementara M. Muhri mangkir tanpa keterangan valid meskipun telah dihubungi panitia.
