By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Selasa, Agu 11, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Peran dan Eksistensi Perempuan Melalui Keteladanan Kartini
Subscribe
Madura Channel
Selasa, Agu 11, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Opini

Peran dan Eksistensi Perempuan Melalui Keteladanan Kartini

By
fathorrosy
3 Min Read
22 April 2025
Share
3 Min Read
Peran dan Eksistensi Perempuan Melalui Keteladanan Kartini (Ilustrasi)
Qomariyah (Aktivis Perempuan Pemuda Demokrasi)
SHARE

machan – 21 April merupakan momen simbolis yang sakral bagi perempuan. Momen tersebut menjadi tonggak sejarah yang penting  untuk mengenang dan menghormati jasa Raden Ajeng Kartini. Sosok seorang tokoh yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Ia telah berkontribusi besar dalam memperjuangkan kesetaraan  dan hak-hak perempuan. Saat hegemoni patriarki kian semakin masif, Kartini tak henti-hentinya dan tiada lelah terus memacu egalitarianisme dan partisipasi perempuan dengan inisiasi dan strategi, sehingga pada akhirnya kebebasan pendidikan dan peran perempuan di ruang publik dapat kita rasakan sampai saat ini.


Perayaan Hari Kartini tentunya tak dapat hanya dirayakan melalui agenda seremonial belaka. Berakhirnya masa penjajahan dan bebasnya perempuan dalam mengenyam pendidikan tidak membuat usai estafet perjuangan. Semangat Kartini harus senantiasa disemarakkan dalam berbagai lini kehidupan, di tengah semakin kompleksnya tantangan zaman yang terus mengarah pada dinamika problematik. Mulai budaya patriarki yang masih tetanam kuat dalam paradigma masyarakat tradisional, hedonisme, egosentrisme, bullying, pelecehan seksual dan lain sebagainya. Perempuan-perempuan masa kini sudah sepatutnya merefklekskani keteladan R.A Kartini dalam berperan sebagai agen perubahan dan agen kontrol sosial.


Meneladani Kartini berarti harus memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara. Kaum perempuan sebagai poros peradaban tidak boleh pasif dalam menyikapi segala dinamika persoalan dalam berbagai aspek kehidupan. Segala kompleksitas kesenjangan peran laki-laki dan perempuan, baik dalam aspek pendidikan, sosial, budaya, politik, dan ekonomi harus senantiasa disuarakan dan dikritisasi melalui tindakan konkret. Mengingat, adanya ketidak setaraan hak antara laki-laki dan perempuan adalah bentuk bias gender. Hal tersebut terjadi karena sampai hari ini masih banyak masyarakat yang eksklusif dalam memahami kesetaraan dan harmonisasi gender.


Permasalahan tersebut banyak terjadi karena stigma yang membedakan jenis kelamin. Mansour Fakih dalam bukunya Analisis Gender dan Transformasi Sosial mengatakan menganalisis bahwa perbedaan gender akan melahirkan manifestasi bentuk ketidakadilan seperti marginalisasi (pemiskinan ekonomi) terhadap kaum perempuan, terjadinya subordinasi pada salah satu jenis kelamin, pelabelan negatif (stereotype), kekerasan (violence), menanggung beban kerja domestik lebih banyak dan lebih lama (double burden), pada umumnya yang menjadi korban adalah perempuan, ditambah dengan adanya tradisi dan keyakinan masyarakat bahwa perempuanlah yang bertugas dan memelihara kerapian rumah, serta tanggung jawab atas terlaksananya keseluruhan pekerjaan tersebut.


Hal tersebut yang menjadi PR untuk dipecahkan oleh kita bersama. Mewujudkan kesetaraan dan memecahkan problematika gender  tidak bisa hanya dengan mendobrak eksistensi perempuan melalui keteladanan Kartini, sedangkan di luar sana masih minim ruang aman bagi perempuan untuk berlindung dan berperan. Seperti maraknya kasus pelecehan seksual yang tengah terjadi, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, politik, pesantren dan lainnya. Kenyataan pahit tersebut semakin menyadarkan kita akan pentingnya untuk menciptakan ruang aman dan inklusif bagi perempuan. Upaya tersebut sangatlah penting, karena dapat berimplikasi jangka panjang terhadap progresivitas pemberdayaan, kesetaraan dan harmonisasi gender, sehingga persoalan diskriminasi kaum perempuan tidak selalu menjadi isu hangat yang dominan.

TAGGED:Hari KartiniPerempuan
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji Peringati Hari Pramuka ke-65, Perkuat Komitmen Pengabdian
11 Agustus 2026
BEM SI Kerakyatan Jatim Periode Baru Dikukuhkan, Iskil El Fatih: Mahasiswa Bukan Bagian dari Kekuasaan
8 Agustus 2026
STAINAS Matangkan Program KKN 2026, Fokus pada Lima Isu Strategis
7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN Universitas Wiraraja Ikuti Tradisi Shalawat Nariyah di Desa Aengtongtong
7 Agustus 2026
STAINAS Bekali Mahasiswa Jelang KKN Tematik Ekoteologi 2026
7 Agustus 2026

Baca Lainnya

Jalan Terjal Industri Rokok Madura (Ilustrasi)
Opini

Jalan Terjal Industri Rokok Madura

5 Min Read
Mengungkap Tradisi Kematian di Madura: Antara Budaya, Mistisisme, dan Rasa Hormat Terakhir (Ilustrasi)
Opini

Mengungkap Tradisi Kematian di Madura: Antara Budaya, Mistisisme, dan Rasa Hormat Terakhir

6 Min Read
Masakambing, Ekowisata yang Tenggelam dalam Sunyi (Ilustrasi)
Opini

Masakambing, Ekowisata yang Tenggelam dalam Sunyi

6 Min Read
Mengawal Aspirasi Rakyat, Haruskah Demontrasi Lebih Besar? (Ilustrasi)
Opini

Mengawal Aspirasi Rakyat, Haruskah Demontrasi Lebih Besar?

4 Min Read
Hari Kartini, Khofifah: Refleksi atas Keberanian dan Perjuangan yang Tak Pernah Usai (Ilustrasi)
Opini

Hari Kartini, Khofifah: Refleksi atas Keberanian dan Perjuangan yang Tak Pernah Usai

2 Min Read
Jolly Roger, One Piece, dan Simbolisme Perlawanan: Menafsir Fenomena Pengibaran Bendera Mugiwara di Bulan Kemerdekaan (Ilustrasi)
Opini

Jolly Roger, One Piece, dan Simbolisme Perlawanan: Menafsir Fenomena Pengibaran Bendera Mugiwara di Bulan Kemerdekaan

6 Min Read
Pilkades E-Voting di Sumenep: Pakar Ingatkan Demokrasi Bukan Ajang Gengsi Teknologi (Ilustrasi)
Opini

Pilkades E-Voting di Kabupaten Sumenep: Demokrasi Jangan Dijadikan Ajang Gengsi Teknologi

2 Min Read
Tunjangan Fantastis DPRD Sumenep: AMG Tuntut Audit Transparan dan Prioritas Anggaran untuk Rakyat (Ilustrasi)
Opini

Tunjangan Fantastis DPRD Sumenep: AMG Tuntut Audit Transparan dan Prioritas Anggaran untuk Rakyat

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?