By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Minggu, Sep 20, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret
Subscribe
Madura Channel
Minggu, Sep 20, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Opini

Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret

By
fathorrosy
3 Min Read
25 Juni 2025
Share
3 Min Read
Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret (Ilustrasi)
M. Sanusi, M.A (Aktivis, Alumnus Magister Antropologi UGM)
SHARE

Oleh : M. Sanusi, M.A*

machan – Pemerintah Desa Gapura Timur sangat lamban dalam mengambil tindakan dan acap kali mengabaikan kewajibannya. Salah satu buktinya adalah ketidakmampuan desa memperbaiki jembatan yang rusak, padahal dana desa mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Hal ini mengindikasikan pengelolaan keuangan desa yang tidak transparan dan cenderung serampangan.

Masyarakat sebenarnya berhak mengetahui alokasi dan penggunaan dana desa, sebagaimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (Pasal 68) yang menjamin hak warga atas informasi pembangunan. Selain itu, Permendagri No. 20 Tahun 2018 mewajibkan pemerintah desa untuk mempublikasikan laporan keuangan secara terbuka sebagai bentuk transparansi anggaran. Namun, realitanya, informasi tersebut sulit diakses, memicu kecurigaan adanya penyimpangan.

Di tengah kelambanan pemerintah desa, warga justru bergotong royong membangun jembatan secara swadaya. Sikap ini patut diapresiasi, tetapi tidak boleh dijadikan alasan bagi pemerintah desa untuk lepas tangan. Gotong royong adalah bentuk partisipasi masyarakat, bukan pengganti tanggung jawab negara dalam menyediakan infrastruktur dasar.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa seharusnya melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan elite. Sayangnya, proses perencanaan masih bersifat eksklusif, sehingga banyak aspirasi warga yang tidak terdengar. Padahal, dana desa adalah uang rakyat, sehingga penggunaannya harus benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Lemahnya perencanaan dan pengawasan memperlihatkan buruknya tata kelola desa, padahal kedua aspek ini sangat krusial dalam pembangunan.

Bahkan yang paling menggelikan, berdasarkan penuturuan salah satu Pemuda yang kebetulan diundang ke Musren waktu itu sempat dicibir karena mengusulkan sesuatu.

“Saya pernah juga diundang Musrenbangdes tapi hanya sekali, setelah itu tidak diundang lagi. Karena pada waktu itu saya mengusulkan agar mensejahterakan para janda dengan UMKM. Tapi kemudian saya dibilangin anak kecil dan jangan ikut campur ke urusan orang dewasa,” tutur salah satu pemuda desa di grup WhatsApp.

Nah ini contoh ekslusi, penyingkiran terhadap orang atau gagasan, dengan menyebut atau mesitgmakan seseorang itu anak kecil, bau kencur, tak layak berpendapat dan lainnya. Kita jangan senyum mendengar kata-kata seperti itu, itu tidak lucu sama sekali. Itu bentuk delegitimasi paling kasar terhadap kebebasan berpendapat.

Kami rasa Kepala Desa Gapura Timur dinilai perlu mengikuti retret atau kegiatan refleksi untuk melakukan introspeksi atas kinerjanya yang dinilai tidak memuaskan. Tata kelola desa yang baik harus transparan, akuntabel, dan partisipatif. Setiap kebijakan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi politik. Kepala desa seharusnya bersikap netral dan adil, bukan hanya memihak kelompok tertentu. Budaya toleransi terhadap ketidakadilan seperti “Maklum, bukan pendukungnya si dia” harus dihentikan karena hanya melanggengkan penyalahgunaan kekuasaan.

Dengan memperbaiki tata kelola desa, diharapkan pembangunan di Gapura Timur dapat berjalan lebih efektif dan berpihak pada kepentingan seluruh warga, bukan hanya segelintir orang. Tolong Pak Presiden Prabowo adakan juga Retret bagi kepala desa, karena kami rasa akan menjadi momen untuk menyegarkan niat dan komitmen dalam menjalankan amanah dengan lebih baik.

*Aktivis, Alumnus Magister Antropologi UGM

TAGGED:Dana DesaDesa Gapura Timur
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

EduFest Situbondo Dinilai Terbaik di Indonesia, GESIT Hasilkan 6.000 Konten Pembelajaran
20 September 2026
Mahasiswa KKN UA Posko 01 dan Karang Taruna Karduluk Pasang Plang Nama Dusun untuk Perkuat Identitas Wilayah
17 September 2026
PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal
14 September 2026
SKK Migas-KEI Terima Penghargaan dari Kwarcab Pramuka Sumenep atas Dukungan Pengembangan Kompetensi Guru di Kepulauan Sapeken
11 September 2026
DKUPP Sumenep Lepas Mahasiswa Magang, Kepala Dinas Tekankan Integritas dan Etika Kerja
10 September 2026

Baca Lainnya

Oknum Tokoh Agama di Gapura Timur Diduga Serobot Lahan Warga, Korban: "Saya Dipaksa!" (Ilustrasi)
Sumenep

Oknum Tokoh Agama di Gapura Timur Diduga Serobot Lahan Warga, Korban: “Saya Dipaksa!”

2 Min Read
Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus (Ilustrasi)
Opini

Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus

5 Min Read
Customer Service via Chatbot: Efektifkah Komunikasi Tanpa Emosi? (Ilustrasi)
Opini

Customer Service via Chatbot: Efektifkah Komunikasi Tanpa Emosi?

3 Min Read
Membangun Kemandirian Sosial, di Tengah Absennya Negara (Ilustrasi)
Opini

Membangun Kemandirian Sosial, di Saat Negara Absen

2 Min Read
Hari Kartini, Khofifah: Refleksi atas Keberanian dan Perjuangan yang Tak Pernah Usai (Ilustrasi)
Opini

Hari Kartini, Khofifah: Refleksi atas Keberanian dan Perjuangan yang Tak Pernah Usai

2 Min Read
Klaim Transparansi Dana Desa Dipatahkan Fakta: Aktivis Ungkap Kejanggalan di Lebeng Timur (Ilustrasi)
Sumenep

Klaim Transparansi Dana Desa Dipatahkan Fakta: Aktivis Ungkap Kejanggalan di Lebeng Timur

2 Min Read
Semangat Baru GMNI untuk Masa Depan Indonesia (Ilustrasi)
Opini

Semangat Baru GMNI untuk Masa Depan Indonesia

2 Min Read
Program Coding dan TV Merah Putih: Lompatan ke Masa Depan dari Ruang Kelas Paling Dasar (Ilustrasi)
Opini

Program Coding dan TV Merah Putih: Lompatan ke Masa Depan dari Ruang Kelas Paling Dasar

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?