By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Jumat, Nov 6, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Nasional
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret
Subscribe
Madura Channel
Jumat, Nov 6, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Opini

Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret

By
fathorrosy
3 Min Read
25 Juni 2025
Share
3 Min Read
Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret (Ilustrasi)
M. Sanusi, M.A (Aktivis, Alumnus Magister Antropologi UGM)
SHARE

Oleh : M. Sanusi, M.A*

machan – Pemerintah Desa Gapura Timur sangat lamban dalam mengambil tindakan dan acap kali mengabaikan kewajibannya. Salah satu buktinya adalah ketidakmampuan desa memperbaiki jembatan yang rusak, padahal dana desa mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Hal ini mengindikasikan pengelolaan keuangan desa yang tidak transparan dan cenderung serampangan.

Masyarakat sebenarnya berhak mengetahui alokasi dan penggunaan dana desa, sebagaimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (Pasal 68) yang menjamin hak warga atas informasi pembangunan. Selain itu, Permendagri No. 20 Tahun 2018 mewajibkan pemerintah desa untuk mempublikasikan laporan keuangan secara terbuka sebagai bentuk transparansi anggaran. Namun, realitanya, informasi tersebut sulit diakses, memicu kecurigaan adanya penyimpangan.

Di tengah kelambanan pemerintah desa, warga justru bergotong royong membangun jembatan secara swadaya. Sikap ini patut diapresiasi, tetapi tidak boleh dijadikan alasan bagi pemerintah desa untuk lepas tangan. Gotong royong adalah bentuk partisipasi masyarakat, bukan pengganti tanggung jawab negara dalam menyediakan infrastruktur dasar.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa seharusnya melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan elite. Sayangnya, proses perencanaan masih bersifat eksklusif, sehingga banyak aspirasi warga yang tidak terdengar. Padahal, dana desa adalah uang rakyat, sehingga penggunaannya harus benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Lemahnya perencanaan dan pengawasan memperlihatkan buruknya tata kelola desa, padahal kedua aspek ini sangat krusial dalam pembangunan.

Bahkan yang paling menggelikan, berdasarkan penuturuan salah satu Pemuda yang kebetulan diundang ke Musren waktu itu sempat dicibir karena mengusulkan sesuatu.

“Saya pernah juga diundang Musrenbangdes tapi hanya sekali, setelah itu tidak diundang lagi. Karena pada waktu itu saya mengusulkan agar mensejahterakan para janda dengan UMKM. Tapi kemudian saya dibilangin anak kecil dan jangan ikut campur ke urusan orang dewasa,” tutur salah satu pemuda desa di grup WhatsApp.

Nah ini contoh ekslusi, penyingkiran terhadap orang atau gagasan, dengan menyebut atau mesitgmakan seseorang itu anak kecil, bau kencur, tak layak berpendapat dan lainnya. Kita jangan senyum mendengar kata-kata seperti itu, itu tidak lucu sama sekali. Itu bentuk delegitimasi paling kasar terhadap kebebasan berpendapat.

Kami rasa Kepala Desa Gapura Timur dinilai perlu mengikuti retret atau kegiatan refleksi untuk melakukan introspeksi atas kinerjanya yang dinilai tidak memuaskan. Tata kelola desa yang baik harus transparan, akuntabel, dan partisipatif. Setiap kebijakan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi politik. Kepala desa seharusnya bersikap netral dan adil, bukan hanya memihak kelompok tertentu. Budaya toleransi terhadap ketidakadilan seperti “Maklum, bukan pendukungnya si dia” harus dihentikan karena hanya melanggengkan penyalahgunaan kekuasaan.

Dengan memperbaiki tata kelola desa, diharapkan pembangunan di Gapura Timur dapat berjalan lebih efektif dan berpihak pada kepentingan seluruh warga, bukan hanya segelintir orang. Tolong Pak Presiden Prabowo adakan juga Retret bagi kepala desa, karena kami rasa akan menjadi momen untuk menyegarkan niat dan komitmen dalam menjalankan amanah dengan lebih baik.

*Aktivis, Alumnus Magister Antropologi UGM

TAGGED:Dana DesaDesa Gapura Timur
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Nasional
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Semua
  • GEN Jatim

Must Read

Tanpa Pandang Bulu! GEN Jatim Puji Gebrakan BNNK Sumenep Razia 184 Orang di Hiburan Malam
5 November 2026
Sumenep Peringati Hari Jadi ke-757, “Songennep Jaja Rajja” Dorong Pembangunan Berkelanjutan
31 Oktober 2026
BBM Bersubsidi Langka, PMII Pamekasan Minta Pemerintah Buka Data Pasokan
28 Oktober 2026
Isu Begal Ellak Daya Bikin Resah Warga, Polsek Lenteng Tegaskan Hoax
28 Oktober 2026
Mengaku Imam Mahdi, janjikan Top Up Umur Pria di Bangkalan tipu korban miliyaran Rupiah
28 Oktober 2026

Baca Lainnya

Program Coding dan TV Merah Putih: Lompatan ke Masa Depan dari Ruang Kelas Paling Dasar (Ilustrasi)
Opini

Program Coding dan TV Merah Putih: Lompatan ke Masa Depan dari Ruang Kelas Paling Dasar

3 Min Read
Reformasi Menyeluruh Dunia Kesehatan, Skandal Narkoba di RSUD Abuya Jangan Sampai Terulang (Ilustrasi)
Opini

Reformasi Menyeluruh Dunia Kesehatan, Skandal Narkoba di RSUD Abuya Jangan Sampai Terulang

3 Min Read
Madura Menuju Provinsi: Gagasan Besar, Tantangan Nyata, butuh persiapan serius (Ilustrasi)
Opini

Madura Menuju Provinsi: Gagasan Besar, Tantangan Nyata, butuh persiapan serius

4 Min Read
Membangun Kemandirian Sosial, di Tengah Absennya Negara (Ilustrasi)
Opini

Membangun Kemandirian Sosial, di Saat Negara Absen

2 Min Read
Meredam Radikalisme Digital Berbalut Isu Perang di Kalangan Anak Anak dan Remaja (Ilustrasi)
Opini

Meredam Radikalisme Digital Berbalut Isu Perang di Kalangan Anak Anak dan Remaja

4 Min Read
Mengawal Aspirasi Rakyat, Haruskah Demontrasi Lebih Besar? (Ilustrasi)
Opini

Mengawal Aspirasi Rakyat, Haruskah Demontrasi Lebih Besar?

4 Min Read
Jalan Terjal Industri Rokok Madura (Ilustrasi)
Opini

Jalan Terjal Industri Rokok Madura

5 Min Read
Peran dan Eksistensi Perempuan Melalui Keteladanan Kartini (Ilustrasi)
Opini

Peran dan Eksistensi Perempuan Melalui Keteladanan Kartini

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?