By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Jun 22, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Customer Service via Chatbot: Efektifkah Komunikasi Tanpa Emosi?
Subscribe
Madura Channel
Senin, Jun 22, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Opini

Customer Service via Chatbot: Efektifkah Komunikasi Tanpa Emosi?

By
fathorrosy
3 Min Read
24 Juli 2025
Share
3 Min Read
Customer Service via Chatbot: Efektifkah Komunikasi Tanpa Emosi? (Ilustrasi)
Miftahol Anwar (Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta, sekaligus Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah Sumenep)
SHARE

Oleh : Mifathol Anwar*

machan – Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena di mana banyak pelaku usaha mulai menggantikan layanan pelanggan konvensional dengan chatbot, sebagai bentuk interaksi awal antara konsumen dan brand. Tren ini tidak hanya terjadi di sektor e-commerce, tetapi juga merambah ke bidang kesehatan, pendidikan, hingga layanan pemerintahan. Menurut Forbes, sekitar 80% bisnis di seluruh dunia berencana mengandalkan chatbot untuk meningkatkan pengalaman pelanggan mereka (Ningtyas, 2020). Teknologi ini dianggap lebih efektif dan efisien karena mampu memberikan layanan tanpa batas waktu, selama 24 jam.

Terlebih lagi, dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI), chatbot kini bisa merespons pelanggan dengan lebih cepat, cerdas, bahkan terkesan personal. Namun, sebagai mahasiswa doktoral di bidang ilmu komunikasi, saya mempertanyakan: apakah komunikasi tanpa emosi melalui chatbot benar-benar mampu menggantikan kualitas layanan yang diberikan oleh manusia?

Fenomena ini dapat dianalisis melalui teori komunikasi interpersonal. Menurut Arvind Kumar (dalam Warta Ilmiah Populer Komunikasi dalam Pembangunan, Vol. 9, No. 1, 2006), terdapat lima ciri komunikasi interpersonal yang efektif: keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Kelima elemen ini menjadi dasar dalam membangun relasi yang hangat dan bermakna antara dua pihak.

Dalam konteks layanan pelanggan, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga membangun kedekatan emosional dan kepercayaan, yang pada akhirnya berdampak pada kepuasan dan loyalitas pelanggan. Sebaliknya, komunikasi melalui chatbot bersifat linier, impersonal, dan minim nuansa emosi. Bahkan, dalam banyak kasus, chatbot gagal memberikan solusi yang relevan atau adaptif. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa layanan teknologi, sejauh ini, belum mampu menggantikan dimensi emosional yang hanya bisa dihadirkan melalui interaksi manusia.

Saya sendiri pernah mengalami frustrasi saat berhadapan dengan layanan chatbot dari salah satu bank nasional. Ketika saya menyampaikan keluhan, jawaban yang diberikan tidak sesuai harapan dan gagal memberikan solusi yang memadai. Lebih dari itu, akses menuju layanan pelanggan manusia pun sangat terbatas, sehingga memperburuk pengalaman komunikasi saya sebagai konsumen.

Beberapa brand e-commerce besar seperti Shopee dan TikTokShop by Tokopedia tampaknya mulai menyadari keterbatasan ini. Mereka kini mengintegrasikan pendekatan hybrid, menggunakan chatbot untuk menangani pertanyaan dasar, dan memberikan opsi “Chat dengan Agen” ketika permasalahan lebih kompleks muncul.

Hal ini membuktikan bahwa meskipun teknologi dapat membantu efisiensi layanan, sentuhan emosional dan empatik dari manusia tetap dibutuhkan dalam konteks komunikasi bisnis yang melibatkan interaksi interpersonal secara lebih dalam.

Dengan hadirnya teknologi AI yang semakin berkembang, para pengembang juga dituntut untuk merancang chatbot yang lebih personal, adaptif, dan mampu menampilkan respons yang simpatik dan empatik. Harapannya, chatbot bukan hanya sekadar alat bantu teknis, tetapi juga bisa menjadi jembatan komunikasi yang lebih manusiawi.

Bagi dunia komunikasi bisnis, ini menjadi catatan penting: kecepatan dan efisiensi bukanlah segalanya. Di tengah era digital yang serba otomatis, nilai-nilai emosional dan sentuhan kemanusiaan tetap tak tergantikan.

*Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta, sekaligus Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah Sumenep

TAGGED:AIChatbotCustomer Service
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Jatim
  • Inspirasi

Must Read

BEM KM UNIBA Madura Gelar Reksa Musicverse 2026, Hadirkan Artis Nasional hingga Internasional
21 Juni 2026
Dari Madura ke Jakarta, Bupati Sumenep Gandeng KKP Wujudkan Kampung Nelayan Berkelas Dunia
20 Juni 2026
IPNU IPPNU Sumenep Jalin Sinergi dengan Pemkab, Siap Bangun Ekosistem Pelajar Unggul
17 Juni 2026
Nelayan Sumenep Ditemukan Tewas usai Dilaporkan Hilang saat Melaut
17 Juni 2026
Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Manfaatkan Tahun Baru Islam untuk Perbaiki Diri
16 Juni 2026

Baca Lainnya

Mengungkap Tradisi Kematian di Madura: Antara Budaya, Mistisisme, dan Rasa Hormat Terakhir (Ilustrasi)
Opini

Mengungkap Tradisi Kematian di Madura: Antara Budaya, Mistisisme, dan Rasa Hormat Terakhir

6 Min Read
Meredam Radikalisme Digital Berbalut Isu Perang di Kalangan Anak Anak dan Remaja (Ilustrasi)
Opini

Meredam Radikalisme Digital Berbalut Isu Perang di Kalangan Anak Anak dan Remaja

4 Min Read
Tunjangan Fantastis DPRD Sumenep: AMG Tuntut Audit Transparan dan Prioritas Anggaran untuk Rakyat (Ilustrasi)
Opini

Tunjangan Fantastis DPRD Sumenep: AMG Tuntut Audit Transparan dan Prioritas Anggaran untuk Rakyat

2 Min Read
Hardiknas: Cerdas Tanpa Karakter, Ancaman Nyata Bangsa (Ilustrasi)
Opini

Hardiknas: Cerdas Tanpa Karakter, Ancaman Nyata Bangsa

3 Min Read
Melihat Masa Depan Sumenep dalam Mimpi Aqil Wahid (Ilustrasi)
Inspirasi

Melihat Masa Depan Sumenep dalam Mimpi Aqil Wahid

3 Min Read
Jalan Terjal Industri Rokok Madura (Ilustrasi)
Opini

Jalan Terjal Industri Rokok Madura

5 Min Read
Reformasi Menyeluruh Dunia Kesehatan, Skandal Narkoba di RSUD Abuya Jangan Sampai Terulang (Ilustrasi)
Opini

Reformasi Menyeluruh Dunia Kesehatan, Skandal Narkoba di RSUD Abuya Jangan Sampai Terulang

3 Min Read
Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus (Ilustrasi)
Opini

Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus

5 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?