machan – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencoreng dunia pesantren. Seorang pengurus pondok pesantren di Desa Glogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi atas dugaan melecehkan puluhan santriwati.
Pelaku yang juga merupakan tokoh agama dan bertindak sebagai pengasuh ponpes putri tersebut, diduga telah melakukan aksi bejatnya sejak dua tahun lalu. Jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 50 santriwati.
Memicu kemarahan warga, ribuan orang bergerombol mendatangi lokasi ponpes pada Minggu (3/6/2026). Ketegangan sempat memuncak ketika perwakilan pengasuh ponpes menemui massa.
Warga yang tak dapat menahan emosi melempari botol air mineral dan mendesak agar pelaku segera ditahan.
“Penyimpangan yang dilakukan pelaku meliputi penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual,” ujar Ahmad, seorang warga Desa Glogosari.Aparat kepolisian yang tiba di lokasi berupaya menenangkan situasi dan memfasilitasi aspirasi warga.
Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menyatakan bahwa kasus ini akan segera dinaikkan ke tahap penyidikan.
“Kasus ini akan ada penetapan tersangka, kemudian menunggu proses lebih lanjut,” ujar AKP Mujahid.
Polisi mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. Sementara itu, pihak yayasan ponpes berjanji akan memulangkan ribuan santri ke rumah masing-masing.
