By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kamis, Agu 6, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • GEN Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP
Subscribe
Madura Channel
Kamis, Agu 6, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Nasional

Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP

By
Bisma Akbar R.
4 Min Read
21 November 2025
Share
4 Min Read
Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP (Ilustrasi)
Moh. Ali Banun Kalim, Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep
SHARE

machan – Isu kontroversi pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) kembali mencuat setelah DPR RI mengesahkannya dalam Rapat Paripurna pada Selasa (18/11/25) dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Regulasi tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 2 Januari 2026.

RUU KUHAP sebelumnya pernah memicu gelombang protes besar dari masyarakat sipil pada tahun 2019 karena dinilai mengandung banyak pasal bermasalah. Kini, kritik serupa kembali menguat, salah satunya datang dari Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep, M. Ali Banun Kalim.

“Sejak awal memang tidak ada transparansi. Kalau pun ada wakil rakyat yang menyetujui, itu lebih merupakan suara fraksi, bukan suara rakyat yang selaras dengan kepentingan sosial yang bermakna. Ironisnya, anak muda yang akan paling terdampak ketika kita hanya disuguhi aturan yang disahkan secara permanen tanpa ruang dialog,” tegasnya.

M.Ali Banun Kalim juga menyoroti respons Komisi III DPR yang menyebut aspirasi masyarakat sebagai hoaks dan misinformasi, yang menurutnya menunjukkan sikap yang mengedepankan ego dari pada memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

Ia kembali menegaskan bahwa RUU KUHAP ini “cacat secara prosedural maupun substansial,” terutama karena disahkan dengan meminimalkan partisipasi publik yang seharusnya menjadi prinsip fundamental dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

“RUU KUHAP terlihat sangat cacat. Disahkan dengan cara tutup mata terhadap partisipasi publik yang bermakna. Tidak heran bila produk undang-undang kita akhirnya seperti ‘anjing liar’ yang dikendalikan oleh tuannya,” ungkapnya.

Sembilan Pasal Sorotan RUU KUHAP

Berdasarkan pemantauan berbagai organisasi masyarakat sipil, terdapat sederet pasal yang dinilai bermasalah karena berpotensi mengancam kebebasan sipil dan melemahkan kontrol hukum:

  1. Tidak Ada Jaminan Akuntabilitas Pelaporan
    Masalah: Pasal 23
  2. Minim Pengawasan Yudisial
    Masalah: Pasal 149, 152 ayat (2–3), 153, dan 154
  3. Upaya Paksa Tanpa Ukuran yang Jelas
    Masalah: Pasal 85 ayat (1), 88, 89, 92 ayat (2) dan (3), 93 ayat (5), 105 huruf e, 106 ayat (4), 112 ayat (2)
  4. Sidang Elektronik Tanpa Mekanisme Akuntabel
    Masalah: Pasal 138 ayat (2) huruf d, 191 ayat (2), 223 ayat (2) dan (3)
  5. Investigasi Khusus Tanpa Kontrol
    Masalah: Pasal 16
  6. Hak Korban dan Kelompok Rentan Belum Operasional
    Masalah: Pasal 134–139, 168, 169, dan 175 ayat (7)
  7. Standar Pembuktian Tidak Jelas
    Masalah: Pasal 85, 88, 222, 224, 225
  8. Ketidakberimbangan dalam Proses Peradilan Pidana
    Masalah: Pasal 33, 197 ayat (10), 142 ayat (3) huruf b, 146 ayat (4) dan (5), Pasal 1 angka 20 dan 21
  9. Konsep Restorative Justice Disamakan dengan Diversi
    Masalah: Pasal 74–83

Perspektif HAM dan Konstitusi

Dalam kerangka Hak Asasi Manusia sebagaimana diatur dalam UUD 1945, pembatasan kebebasan berekspresi hanya dapat dilakukan jika memenuhi empat syarat:

  1. Diatur dalam undang-undang,
  2. Memiliki alasan yang kuat (reasonable),
  3. Benar-benar diperlukan (necessary), dan
  4. Bersifat proporsional.

M.Ali Banun Kalim menilai banyak pasal dalam RUU KUHAP yang tidak memenuhi prinsip tersebut. Lemahnya mekanisme kontrol yudisial terhadap upaya paksa seperti penangkapan, penggeledahan, penyitaan, penyadapan, dan pemblokiran, berpotensi besar menggerus hak-hak dasar warga negara.

Simpulnya, banyak lembaga bantuan hukum dan koalisi masyarakat sipil menegaskan bahwa meskipun draf RUU KUHAP disusun dengan narasi reformasi hukum, isinya justru membuka ruang yang terlalu luas bagi aparat tanpa check and balance yang memadai.

Penting dipahami bahwa draf sebelum pengesahan semestinya dipublikasikan secara utuh kepada publik. Namun, draf tersebut baru dipublikasikan dua jam menjelang pengesahan.

“Jangan-jangan kita memang dijebak dalam ketidaktahuan. Tidak ada draf yang dapat kami baca sebelumnya; hanya segelintir pihak yang mengutak-atik isinya yang tahu. Sampai kapan pemerintah punya hobi membuat undang-undang secara gelap?” ujarnya.

Ia menutup dengan mengingatkan kembali Pasal 28 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kepentingan dan hak berpendapat serta menyampaikan aspirasi, baik secara lisan maupun tulisan.

TAGGED:PKPT IPNU IPPNUUPI Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • GEN Sumenep
  • GEN Jatim
  • Kwarcab Sumenep

Must Read

Pilkades E-Voting di Kabupaten Sumenep: Demokrasi Jangan Dijadikan Ajang Gengsi Teknologi
2 Agustus 2026
AMPD Desak Kementerian Agama Klarifikasi Isu Pengisian Jabatan Strategis
1 Agustus 2026
Kepengurusan Baru GP Ansor Tlanakan Komitmen Perkuat Ideologi Kader dan Kemandirian Ekonomi
4 Agustus 2026
SMP Negeri 1 Sumenep Genjot Digitalisasi, Absensi Murid Kini Bisa Dipantau Orang Tua Secara Real-Time
27 Juli 2026
Masakambing, Ekowisata yang Tenggelam dalam Sunyi
27 Juli 2026

Baca Lainnya

Kontingen Pramuka Sumenep Diberangkatkan, Siap Borong Prestasi di Ajang Giat Prestasi Jawa Timur 2025 (Ilustrasi)
Sumenep

Kontingen Pramuka Sumenep Diberangkatkan, Siap Borong Prestasi di Ajang Giat Prestasi Jawa Timur 2025

1 Min Read
"PKB Berbaur" Wujud Nyata Kepedulian PKB Sumenep terhadap Korban Gempa di Pulau Sapudi (Ilustrasi)
Sumenep

“PKB Berbaur” Wujud Nyata Kepedulian PKB Sumenep terhadap Korban Gempa di Pulau Sapudi

2 Min Read
Turnamen Biliar GEN Kembali Sukses Digelar di Bee Nine Ball Sumenep (Ilustrasi)
Sumenep

GEN Billiard Tournament Kembali Sukses Digelar, Kali ini di Bee Nine Ball Sumenep

2 Min Read
Himaprodi MBS Inkadha dan Ma'had Aly Al-Karimiyyah Gelar Seminar Muamalah (Ilustrasi)
Sumenep

Himaprodi MBS Inkadha dan Ma’had Aly Al-Karimiyyah Gelar Seminar Muamalah

2 Min Read
"GEN Billiard Tournament" Sukses Digelar, GEN Sumenep: Upaya Menjaring Bakat Anggota Hingga Menjadi Atlet Profesional (Ilustrasi)
Sumenep

“GEN Billiard Tournament” Sukses Digelar, GEN Sumenep: Upaya Menjaring Bakat Anggota Hingga Menjadi Atlet Profesional

2 Min Read
Diserbu Warga, Grand Opening Istana Perabot Serba 2000 di Bukabu Ambunten Berlangsung Meriah (Ilustrasi)
Berita Madura

Diserbu Warga, Grand Opening Istana Perabot Serba 2000 di Bukabu Ambunten Berlangsung Meriah

2 Min Read
Sejarah Baru! Sumenep Akan Punya Klub Futsal Profesional Tampil di Liga Nusantara (Ilustrasi)
Berita Madura

Sejarah Baru! Sumenep Akan Punya Klub Futsal Profesional Tampil di Liga Nusantara

2 Min Read
Festival Konser Budaya 'Ghei Bintang' 2025: Menyalakan Cahaya dari Madura (Ilustrasi)
Sumenep

Festival Konser Budaya ‘Ghei Bintang’ 2025: Menyalakan Cahaya dari Madura

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?