By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kamis, Sep 17, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Hardiknas: Cerdas Tanpa Karakter, Ancaman Nyata Bangsa
Subscribe
Madura Channel
Kamis, Sep 17, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Opini

Hardiknas: Cerdas Tanpa Karakter, Ancaman Nyata Bangsa

By
rachmad
3 Min Read
2 Mei 2026
Share
3 Min Read
Hardiknas: Cerdas Tanpa Karakter, Ancaman Nyata Bangsa (Ilustrasi)
Hardiknas: Cerdas Tanpa Karakter, Ancaman Nyata Bangsa (Ilustrasi)
SHARE

Opini – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa ini memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum untuk merefleksikan arah dan kualitas pendidikan. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi seharusnya menjadi ruang evaluasi: sejauh mana pendidikan telah membentuk manusia Indonesia yang utuh, cerdas secara intelektual sekaligus matang secara moral.

Gagasan pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan bukan hanya mencerdaskan otak, tetapi juga membangun karakter. Konsep “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” menegaskan bahwa pendidikan harus melahirkan keteladanan, membangun semangat, dan memberikan dorongan moral. Namun, realitas hari ini menunjukkan adanya jarak yang semakin lebar antara idealitas tersebut dengan praktik di lapangan.

Kemerosotan moral anak bangsa menjadi fenomena yang sulit diabaikan. Di tengah kemajuan teknologi dan akses informasi yang begitu terbuka, nilai-nilai etika justru kerap terpinggirkan. Pendidikan cenderung terjebak pada orientasi angka, nilai ujian, ranking, dan capaian akademik, sementara pembentukan karakter sering kali menjadi pelengkap yang tidak serius digarap.

Contoh konkret dapat kita lihat dari maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Tidak sedikit siswa yang dengan mudah merendahkan, bahkan melakukan kekerasan fisik maupun verbal terhadap temannya, lalu direkam dan disebarkan di media sosial demi popularitas. Fenomena ini menunjukkan hilangnya empati dan rasa hormat, dua nilai dasar yang seharusnya ditanamkan sejak dini.

Selain itu, praktik ketidakjujuran dalam dunia pendidikan juga semakin mengkhawatirkan. Kasus menyontek saat ujian, plagiarisme dalam tugas, hingga manipulasi data akademik mencerminkan bahwa kejujuran belum menjadi budaya yang kuat. Ironisnya, tindakan ini sering dianggap “biasa” selama tidak ketahuan, yang menandakan adanya krisis integritas.

Di luar sekolah, kita juga menyaksikan bagaimana sebagian anak muda dengan mudah terlibat dalam ujaran kebencian di media sosial, menyebarkan hoaks, atau terlibat dalam konflik berbasis identitas. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan digital tidak diimbangi dengan kedewasaan moral.

Hardiknas seharusnya menjadi titik balik. Pendidikan perlu dikembalikan pada esensinya: membentuk manusia yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter. Sekolah, keluarga, dan lingkungan harus bersinergi dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan disiplin. Guru tidak cukup menjadi pengajar, tetapi juga harus hadir sebagai teladan. Kurikulum pun perlu memberi ruang lebih besar pada pendidikan karakter, bukan sekadar hafalan materi.

Jika tidak ada pembenahan serius, maka kita berisiko melahirkan generasi yang cerdas namun kehilangan arah moral. Dan pada titik itu, pendidikan kehilangan makna sejatinya.

Hardiknas bukan sekadar peringatan, melainkan peringatan.

TAGGED:bullying di sekolahdegradasi moraletika pelajarGenerasi MudaHardiknas
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   3   =  

  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal
14 September 2026
SKK Migas-KEI Terima Penghargaan dari Kwarcab Pramuka Sumenep atas Dukungan Pengembangan Kompetensi Guru di Kepulauan Sapeken
11 September 2026
DKUPP Sumenep Lepas Mahasiswa Magang, Kepala Dinas Tekankan Integritas dan Etika Kerja
10 September 2026
Wabup Sumenep Tekankan Pramuka Harus Berperan Nyata di Tengah Masyarakat
10 September 2026
Mahasiswa INKADHA Tampil di Forum Internasional ICONIS 2026, Presentasikan Riset Identitas Nasional Anak Pekerja Migran
10 September 2026

Baca Lainnya

Reformasi Menyeluruh Dunia Kesehatan, Skandal Narkoba di RSUD Abuya Jangan Sampai Terulang (Ilustrasi)
Opini

Reformasi Menyeluruh Dunia Kesehatan, Skandal Narkoba di RSUD Abuya Jangan Sampai Terulang

3 Min Read
Negara Melindas Rakyat: Brimob Pembunuh di Jalanan Demokrasi (Ilustrasi)
Opini

Negara Melindas Rakyat: Brimob Pembunuh di Jalanan Demokrasi

2 Min Read
Selaraskan Visi, PKPT IPNU-IPPNU Universitas PGRI Sumenep Gelar Konsolidasi "Sync Up, Solid Up" (Ilustrasi)
Semua

Selaraskan Visi, PKPT IPNU-IPPNU Universitas PGRI Sumenep Gelar Konsolidasi “Sync Up, Solid Up”

2 Min Read
Aliansi UKM PI Sumenep Resmi Punya Pengurus Harian Baru (Ilustrasi)
Semua

Aliansi UKM PI Sumenep Resmi Punya Pengurus Harian Baru

2 Min Read
Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus (Ilustrasi)
Opini

Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus

5 Min Read
Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan (Ilustrasi)
Pamekasan

Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan

3 Min Read
Jalan Terjal Industri Rokok Madura (Ilustrasi)
Opini

Jalan Terjal Industri Rokok Madura

5 Min Read
Satreskrim Polres Pamekasan Ungkap 7 Kasus Pencurian dalam Sepekan, 8 Pelaku Ditangkap (Ilustrasi)
Semua

Satreskrim Polres Pamekasan Ungkap 7 Kasus Pencurian dalam Sepekan, 8 Pelaku Ditangkap

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?