By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Agu 17, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Karangan Bunga “Agustus Kelam” Hiasi Grahadi, BEM SI Kerakyatan Jatim Pertanyakan Makna Kemerdekaan
Subscribe
Madura Channel
Senin, Agu 17, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Berita Madura

Karangan Bunga “Agustus Kelam” Hiasi Grahadi, BEM SI Kerakyatan Jatim Pertanyakan Makna Kemerdekaan

By
Rifqil
4 Min Read
17 Agustus 2026
Share
4 Min Read
Karangan Bunga "Agustus Kelam" Hiasi Grahadi, BEM SI Kerakyatan Jatim Pertanyakan Makna Kemerdekaan (Ilustrasi)
Karangan Bunga "Agustus Kelam" Hiasi Grahadi, BEM SI Kerakyatan Jatim Pertanyakan Makna Kemerdekaan (Ilustrasi)
SHARE

machan – Peringatan detik-detik proklamasi ke-81 Republik Indonesia di Jawa Timur berlangsung di tengah suasana yang kontras. Di tengah upacara dan euforia perayaan, BEM SI Kerakyatan Jawa Timur mengirimkan karangan bunga ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dengan pesan bernada protes: “AGUSTUS KELAM, JATIM MELAWAN 81 Merdeka, Kami Menyaksikan Keadilan Terluka, Demokrasi Tercela. Merdeka?”

Aksi simbolik tersebut menjadi pernyataan sikap atas berbagai problematika yang masih menghantui masyarakat Jawa Timur. Bagi BEM SI Kerakyatan Jatim, usia kemerdekaan yang kian matang belum sejalan dengan pemenuhan hak-hak dasar rakyat akan keadilan, kesejahteraan, kebebasan berekspresi, dan kepastian hukum.

Pengiriman karangan bunga ini juga menjadi pengingat akan rangkaian peristiwa pada Agustus tahun lalu. Gelombang aksi mahasiswa dengan tuntutan 18+7 serta insiden represif yang menyertainya menyisakan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab tuntas.

Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, Moh. Iskil El Fatih, menegaskan bahwa karangan bunga tersebut bukan sekadar simbol kekecewaan, melainkan pula pengingat bahwa sejumlah persoalan mendasar masih menggantung tanpa kejelasan.

“Delapan puluh satu tahun kita merdeka, tetapi realitas yang kami saksikan adalah rakyat yang masih harus berjuang ekstra untuk sekadar mendapatkan keadilan. Jika suara rakyat terus diabaikan, jika kekerasan aparat tidak pernah diusut tuntas, dan jika tuntutan masyarakat hanya berakhir sebagai dokumen tanpa tindakan, lalu untuk siapa kemerdekaan itu sebenarnya?” ujar Iskil di Surabaya, Senin (17/8/26).

Ia menilai, satu tahun pasca peristiwa Agustus Gelap, negara masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk merespons berbagai keresahan yang muncul dari rangkaian peristiwa tersebut.

“Setahun lalu kita menyaksikan Agustus yang kelam. Tuntutan 18+7 lahir dari akar persoalan yang dirasakan masyarakat, mahasiswa turun ke jalan menyuarakan aspirasi, dan kita juga menyaksikan kekerasan aparat yang meninggalkan luka mendalam. Hari ini kami kembali mengingatkan, bukan untuk terpaku pada masa lalu, tetapi karena persoalannya belum terselesaikan dan pertanyaan-pertanyaan itu masih menggantung tanpa jawaban,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iskil menekankan bahwa kritik yang dilontarkan mahasiswa bukanlah bentuk pertentangan dengan pemerintah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan institusi penegak hukum, termasuk Polda Jatim, dinilainya perlu membuka ruang dialog terhadap kritik dan evaluasi manakala kebijakan atau tindakan aparat bersinggungan langsung dengan kepentingan publik.

“Kami tidak sedang mencari musuh. Kami sedang mencari keadilan. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjelaskan kebijakannya kepada rakyat, aparat memiliki tanggung jawab untuk mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan publik. Dan mahasiswa memiliki kewajiban moral untuk terus mengingatkan ketika kewajiban itu tidak dijalankan,” katanya.

Pengiriman karangan bunga tersebut menjadi langkah awal konsolidasi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur pada periode 2026-2027 untuk kembali menguatkan gerakan mahasiswa dan mengangkat isu-isu publik di berbagai penjuru Jawa Timur.

Iskil menegaskan, gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada momentum seremonial semata.

“Dari Jawa Timur kami kembali meniupkan semangat perjuangan: kawan jaga kawan, rakyat jaga rakyat. Karena ketika kepercayaan publik kepada institusi sedang diuji, solidaritas rakyat tidak boleh ikut mati,” tandasnya.

Bagi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, peringatan kemerdekaan adalah ruang refleksi bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremonial sejarah, melainkan tanggung jawab kolektif yang terus diuji melalui realitas sosial yang dihadapi rakyat hari ini.

TAGGED:BEMSIBerita MaduraHUT RI ke 81Jawa TimurMadurachannel.id
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

Karangan Bunga “Agustus Kelam” Hiasi Grahadi, BEM SI Kerakyatan Jatim Pertanyakan Makna Kemerdekaan
17 Agustus 2026
Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji Peringati Hari Pramuka ke-65, Perkuat Komitmen Pengabdian
11 Agustus 2026
BEM SI Kerakyatan Jatim Periode Baru Dikukuhkan, Iskil El Fatih: Mahasiswa Bukan Bagian dari Kekuasaan
8 Agustus 2026
STAINAS Matangkan Program KKN 2026, Fokus pada Lima Isu Strategis
7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN Universitas Wiraraja Ikuti Tradisi Shalawat Nariyah di Desa Aengtongtong
7 Agustus 2026

Baca Lainnya

Puncak HIMA ke-51 Al-Huda: Harmoni Alumni, Santri, dan Masyarakat Wujudkan Kemajuan Pendidikan (Ilustrasi)
Sumenep

Puncak HIMA ke-51 Al-Huda: Harmoni Alumni, Santri, dan Masyarakat Wujudkan Kemajuan Pendidikan

2 Min Read
Demontsran Pertanyakan Hasil Pengusutan Dugaan Korupsi BSPS Errabu ke Kejari Sumenep (Ilustrasi)
Sumenep

Demontsran Pertanyakan Hasil Pengusutan Dugaan Korupsi BSPS Errabu ke Kejari Sumenep

5 Min Read
BP 13.29 Kwarcab Sumenep Ikuti Temu ABDIMAS Kwarda Jatim, Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat (Ilustrasi)
Sumenep

BP 13.29 Kwarcab Sumenep Ikuti Temu ABDIMAS Kwarda Jatim, Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat

2 Min Read
Klaim Transparansi Dana Desa Dipatahkan Fakta: Aktivis Ungkap Kejanggalan di Lebeng Timur (Ilustrasi)
Sumenep

Klaim Transparansi Dana Desa Dipatahkan Fakta: Aktivis Ungkap Kejanggalan di Lebeng Timur

2 Min Read
Ketua PC IPNU Sumenep Resmi Lantik PAC Batuputih, Tekankan Penguatan Organisasi dan Optimalisasi Media Digital (Ilustrasi)
Berita Madura

Ketua PC IPNU Sumenep Resmi Lantik PAC Batuputih, Tekankan Penguatan Organisasi dan Optimalisasi Media Digital

2 Min Read
Ketua AFP Jatim Dorong sonGENnep FC Jadi Motor Kebangkitan Futsal Madura (Ilustrasi)
Berita Madura

Ketua AFP Jatim Dorong sonGENnep FC Jadi Motor Kebangkitan Futsal Madura

3 Min Read
MI Fathul Ulum Pamekasan Belum Terima MBG Meski Sudah MoU, Persoalan Medan Jadi Alasan (Ilustrasi)
Pamekasan

MI Fathul Ulum Pamekasan Belum Terima MBG Meski Sudah MoU, Persoalan Medan Jadi Alasan

1 Min Read
GMNI Sumenep Menolak Pak Harto sebagai Pahlawan, Ketua DPC: Bentuk Pengkhianatan! (Ilustrasi)
Sumenep

GMNI Sumenep Menolak Pak Harto sebagai Pahlawan, Ketua DPC: Bentuk Pengkhianatan!

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?