machan – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA) menggelar dialog interaktif bertajuk “Sumenep di Ujung Tanduk: Meretas Solusi dari Konflik Sumber Daya, Krisis Air, hingga Bisnis Racun” di Aula Bappeda Sumenep, Minggu (17/5/26).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Mabinkom PK PMII UNIBA Madura, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, peneliti Oleolang Institute Moh Roychan Fajar, serta sejumlah kader dan tamu undangan.
Ketua Komisariat PMII UNIBA Madura, Tijanuz Zaman, menyampaikan bahwa Kabupaten Sumenep saat ini menghadapi tantangan kompleks yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Mulai dari maraknya galian C ilegal, banjir, hingga tata kelola infrastruktur yang belum memadai.
“Karena itu, hari ini kita duduk bersama dengan pemangku kebijakan dan berbagai pihak untuk mendiskusikan serta melahirkan rekomendasi pemikiran yang nantinya dapat diterapkan dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Tijanuz.
Sementara itu, Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menilai dialog dan kolaborasi sebagai langkah penting membangun sinergi antarpihak untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Dialog yang baik akan melahirkan gagasan yang baik. Karena itu, hari ini kita membangun kolaborasi dengan semua pihak guna memperkuat sinergitas dalam pembangunan serta penghijauan di Sumenep,” tegasnya.
Rangkaian acara diawali dengan dialog interaktif, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Sekolah Organisasi. PMII UNIBA Madura berharap forum ini melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis sebagai solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, krisis sumber daya, dan tata kelola pembangunan di Kabupaten Sumenep.
