By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Mar 23, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Berita Madura
  • Kwarcab Sumenep
  • Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Membangun Kemandirian Epistemik KOPRI, Mendobrak Hegemoni Menuju Praksis Keadilan Gender
Subscribe
Madura Channel
Senin, Mar 23, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Sumenep

Membangun Kemandirian Epistemik KOPRI, Mendobrak Hegemoni Menuju Praksis Keadilan Gender

By
fathorrosy
4 Min Read
7 Desember 2025
Share
4 Min Read
Membangun Kemandirian Epistemik KOPRI, Mendobrak Hegemoni Menuju Praksis Keadilan Gender (Ilustrasi)
Penulis
SHARE

Oleh : Hordani*

machan – Peran Korps Putri PMII (KOPRI) dalam ekosistem Pergerakan Mahasiswa Islam tidak bisa hanya dimaknai sebagai bagian administratif atau simbol representasi perempuan. Terdapat tantangan mendasar yang perlu dijawab: bagaimana KOPRI tidak hanya menjadi pelaksana agenda, tetapi juga sebagai pusat produksi pengetahuan yang mandiri dan transformatif. Tanpa fondasi epistemik yang kuat, gerakan berisiko terjebak dalam mengadopsi kerangka berpikir dari sistem yang justru hendak dikritisi, sehingga memperkuat logika yang ingin diubah.

Situasi ini menunjukkan suatu paradoks. Di satu sisi, KOPRI bergerak menyuarakan kesetaraan dan keadilan gender, namun di sisi lain, kapasitasnya dalam membangun narasi, teori, dan metodologi yang berasal dari refleksi pengalaman spesifik anggotanya masih sering terbatas. Keterbatasan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan persoalan politis yang menyangkut posisi dan otonomi gerakan. Ketika pengetahuan lebih banyak bersifat adopsi tanpa proses kritis yang mendalam, maka yang terjadi adalah reproduksi ketergantungan. KOPRI berpotensi menjadi “penerjemah” wacana dari pusat-pusat diskursus dominan, alih-alih menjadi “pencipta” wacana yang lahir dari pergulatan nilai Aswaja, konteks kultural Indonesia, dan realitas perempuan yang nyata.

Analisis kritis terhadap kondisi ini mengungkap beberapa lapisan masalah:

1. Hegemoni Epistemik: Terdapat kecenderungan isu perempuan ditempatkan sebagai “sub-bahasan” dalam kerangka besar gerakan, bukan sebagai perspektif yang mengubah cara melihat semua persoalan. Akibatnya, pengetahuan yang dihasilkan sering bersifat reaktif dan tambal sulam, bukan sistematis dan visioner.

2. Rendahnya Infrastruktur Pengetahuan: Kebutuhan akan ruang diskusi yang aman, pendokumentasian pengalaman kader, serta penguatan kapasitas riset dan penulisan kritis sering kali belum menjadi prioritas struktural.

3. Kesenjangan antara Teori dan Praksis: Banyak analisis yang dihasilkan berhenti pada level wacana, tanpa dirancang menjadi modul pendidikan, strategi advokasi, atau panduan aksi yang konkret dan terukur.

Sebagai jalan keluar yang solutif, diperlukan upaya sistematis untuk membangun Kemandirian Epistemik KOPRI. Langkah-langkah strategis yang dapat dipertimbangkan meliputi:

· Mendirikan Laboratorium Wacana dan Aksi: Membentuk kelompok studi permanen yang tidak hanya mendiskusikan teori feminis global, tetapi juga melakukan refleksi kritis atas tradisi, teks keagamaan, dan realitas sosial Indonesia untuk merumuskan kerangka keadilan gender yang kontekstual.

· Mengembangkan Metodologi Khas KOPRI: Merancang pendekatan riset partisipatoris yang berpusat pada pengalaman anggota dan komunitas basis, sehingga pengetahuan yang lahir bersifat emansipatoris dan membumi.

· Memperkuat Sirkulasi Pengetahuan Internal: Membuat kanal publikasi (jurnal internal, buletin, podcast) yang secara regular mempublikasikan hasil pemikiran, refleksi, dan kajian kader KOPRI, membangun bank gagasan sendiri.

· Membuat Agenda Transformasi Berbasis Pengetahuan: Setiap analisis yang dihasilkan harus diikuti dengan rekomendasi aksi yang jelas, baik untuk perubahan internal di tubuh PMII (seperti review AD/ART, kurikulum kaderisasi, mekanisme pengambilan keputusan) maupun untuk agenda eksternal gerakan.

· Membangun Jaringan Pengetahuan dengan Lembaga Otonom: Berjejaring dengan pesantren putri, komunitas perempuan adat, akademisi, dan organisasi perempuan lainnya untuk bertukar pengalaman dan memperkaya perspektif, tanpa kehilangan identitas keaswajaannya.

Dengan mengonsolidasikan kemandirian epistemik, KOPRI akan mengalami transformasi peran: dari objek wacana menjadi subjek pencipta wacana, dari pelaksana menjadi perancang strategi, dan dari penerima mandat menjadi mitra penuh yang setara. Kapasitas menghasilkan pengetahuan yang reflektif, kontekstual, dan solutif inilah yang akan menjadi ukuran kedewasaan dan kontribusi historis KOPRI. Pada akhirnya, keadilan gender tidak cukup hanya diperjuangkan melalui protes dan permintaan; ia harus dibangun melalui karya intelektual yang rigor, berani, dan membebaskan. Hanya dengan menjadi pusat pemikiran yang otonom, KOPRI dapat benar-benar merebut kendali atas narasi perjuangannya sendiri dan mengarahkan masa depan yang lebih adil bagi semua.

*Ketua KOPRI STIT Aqidah Usymuni

TAGGED:KOPRIPMII STITAPMII Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Berita Madura
  • Kwarcab Sumenep
  • Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Nasional
  • GEN Sumenep

Must Read

IKA UNAIR Sumenep Santuni Penyandang Tuna Netra dan Gelar Buka Bersama
18 Maret 2026
Peduli Sesama, GEN Bangkalan Bantu Warga Kurang Mampu di Kecamatan Tanah Merah
18 Maret 2026
Sukses! Pemkab Sumenep Fasilitasi Mudik Gratis dengan KMP DBS III PT Sumekar
18 Maret 2026
Wujud Kedekatan dengan Masyarakat, BANSER Gapura Salurkan Puluhan Paket Sembako
16 Maret 2026
MAB Group dan Haswal Group Lebarkan Sayap, Hadirkan Istana Perabot Serba 2000 di Bluto
16 Maret 2026

Baca Lainnya

PAC IPNU IPPNU Rubaru Gelar Santri Kreative Competition, Semarakkan Hari Santri 2025 (Ilustrasi)
Sumenep

PAC IPNU IPPNU Rubaru Gelar Santri Kreative Competition, Semarakkan Hari Santri 2025

3 Min Read
Melihat Masa Depan Timnas Indonesia dari Barat Daya Sumenep, SMAN 1 Ambunten Raih Juara 1 Sepak Bola Antar Pelajar 2025 (Ilustrasi)
Sumenep

Melihat Masa Depan Timnas Indonesia dari Barat Daya Sumenep, SMAN 1 Ambunten Raih Juara 1 Sepak Bola Antar Pelajar 2025

1 Min Read
Resmi Menjadi Universitas PGRI Sumenep, Begini Pesan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim (Ilustrasi)
Sumenep

Resmi Menjadi Universitas PGRI Sumenep, Begini Pesan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim

2 Min Read
Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak (Ilustrasi)
Sumenep

Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak

3 Min Read
Rapat Koordinasi KKN Internasional 2026, INKADHA Matangkan Persiapan Program Global (Ilustrasi)
Berita Madura

Rapat Koordinasi KKN Internasional 2026, INKADHA Matangkan Persiapan Program Global

2 Min Read
Mahasiswa Baru STITA Tutup PBAK 2025 dengan Bagi-Bagi Sembako (Ilustrasi)
Sumenep

Mahasiswa Baru STITA Tutup PBAK 2025 dengan Bagi-Bagi Sembako

2 Min Read
"GEN Billiard Tournament" Sukses Digelar, GEN Sumenep: Upaya Menjaring Bakat Anggota Hingga Menjadi Atlet Profesional (Ilustrasi)
Sumenep

“GEN Billiard Tournament” Sukses Digelar, GEN Sumenep: Upaya Menjaring Bakat Anggota Hingga Menjadi Atlet Profesional

2 Min Read
Jejak Sejarah Keraton Sumenep yang Berpindah-pindah, dan Filosifi Penuh Makna (Ilustrasi)
Sumenep

Jejak Sejarah Keraton Sumenep yang Berpindah-pindah, dan Filosifi Penuh Makna

4 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?