By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Selasa, Agu 11, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Membangun Kemandirian Epistemik KOPRI, Mendobrak Hegemoni Menuju Praksis Keadilan Gender
Subscribe
Madura Channel
Selasa, Agu 11, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Sumenep

Membangun Kemandirian Epistemik KOPRI, Mendobrak Hegemoni Menuju Praksis Keadilan Gender

By
fathorrosy
4 Min Read
7 Desember 2025
Share
4 Min Read
Membangun Kemandirian Epistemik KOPRI, Mendobrak Hegemoni Menuju Praksis Keadilan Gender (Ilustrasi)
Penulis
SHARE

Oleh : Hordani*

machan – Peran Korps Putri PMII (KOPRI) dalam ekosistem Pergerakan Mahasiswa Islam tidak bisa hanya dimaknai sebagai bagian administratif atau simbol representasi perempuan. Terdapat tantangan mendasar yang perlu dijawab: bagaimana KOPRI tidak hanya menjadi pelaksana agenda, tetapi juga sebagai pusat produksi pengetahuan yang mandiri dan transformatif. Tanpa fondasi epistemik yang kuat, gerakan berisiko terjebak dalam mengadopsi kerangka berpikir dari sistem yang justru hendak dikritisi, sehingga memperkuat logika yang ingin diubah.

Situasi ini menunjukkan suatu paradoks. Di satu sisi, KOPRI bergerak menyuarakan kesetaraan dan keadilan gender, namun di sisi lain, kapasitasnya dalam membangun narasi, teori, dan metodologi yang berasal dari refleksi pengalaman spesifik anggotanya masih sering terbatas. Keterbatasan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan persoalan politis yang menyangkut posisi dan otonomi gerakan. Ketika pengetahuan lebih banyak bersifat adopsi tanpa proses kritis yang mendalam, maka yang terjadi adalah reproduksi ketergantungan. KOPRI berpotensi menjadi “penerjemah” wacana dari pusat-pusat diskursus dominan, alih-alih menjadi “pencipta” wacana yang lahir dari pergulatan nilai Aswaja, konteks kultural Indonesia, dan realitas perempuan yang nyata.

Analisis kritis terhadap kondisi ini mengungkap beberapa lapisan masalah:

1. Hegemoni Epistemik: Terdapat kecenderungan isu perempuan ditempatkan sebagai “sub-bahasan” dalam kerangka besar gerakan, bukan sebagai perspektif yang mengubah cara melihat semua persoalan. Akibatnya, pengetahuan yang dihasilkan sering bersifat reaktif dan tambal sulam, bukan sistematis dan visioner.

2. Rendahnya Infrastruktur Pengetahuan: Kebutuhan akan ruang diskusi yang aman, pendokumentasian pengalaman kader, serta penguatan kapasitas riset dan penulisan kritis sering kali belum menjadi prioritas struktural.

3. Kesenjangan antara Teori dan Praksis: Banyak analisis yang dihasilkan berhenti pada level wacana, tanpa dirancang menjadi modul pendidikan, strategi advokasi, atau panduan aksi yang konkret dan terukur.

Sebagai jalan keluar yang solutif, diperlukan upaya sistematis untuk membangun Kemandirian Epistemik KOPRI. Langkah-langkah strategis yang dapat dipertimbangkan meliputi:

· Mendirikan Laboratorium Wacana dan Aksi: Membentuk kelompok studi permanen yang tidak hanya mendiskusikan teori feminis global, tetapi juga melakukan refleksi kritis atas tradisi, teks keagamaan, dan realitas sosial Indonesia untuk merumuskan kerangka keadilan gender yang kontekstual.

· Mengembangkan Metodologi Khas KOPRI: Merancang pendekatan riset partisipatoris yang berpusat pada pengalaman anggota dan komunitas basis, sehingga pengetahuan yang lahir bersifat emansipatoris dan membumi.

· Memperkuat Sirkulasi Pengetahuan Internal: Membuat kanal publikasi (jurnal internal, buletin, podcast) yang secara regular mempublikasikan hasil pemikiran, refleksi, dan kajian kader KOPRI, membangun bank gagasan sendiri.

· Membuat Agenda Transformasi Berbasis Pengetahuan: Setiap analisis yang dihasilkan harus diikuti dengan rekomendasi aksi yang jelas, baik untuk perubahan internal di tubuh PMII (seperti review AD/ART, kurikulum kaderisasi, mekanisme pengambilan keputusan) maupun untuk agenda eksternal gerakan.

· Membangun Jaringan Pengetahuan dengan Lembaga Otonom: Berjejaring dengan pesantren putri, komunitas perempuan adat, akademisi, dan organisasi perempuan lainnya untuk bertukar pengalaman dan memperkaya perspektif, tanpa kehilangan identitas keaswajaannya.

Dengan mengonsolidasikan kemandirian epistemik, KOPRI akan mengalami transformasi peran: dari objek wacana menjadi subjek pencipta wacana, dari pelaksana menjadi perancang strategi, dan dari penerima mandat menjadi mitra penuh yang setara. Kapasitas menghasilkan pengetahuan yang reflektif, kontekstual, dan solutif inilah yang akan menjadi ukuran kedewasaan dan kontribusi historis KOPRI. Pada akhirnya, keadilan gender tidak cukup hanya diperjuangkan melalui protes dan permintaan; ia harus dibangun melalui karya intelektual yang rigor, berani, dan membebaskan. Hanya dengan menjadi pusat pemikiran yang otonom, KOPRI dapat benar-benar merebut kendali atas narasi perjuangannya sendiri dan mengarahkan masa depan yang lebih adil bagi semua.

*Ketua KOPRI STIT Aqidah Usymuni

TAGGED:KOPRIPMII STITAPMII Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

Kwarcab Sumenep Gelar Ulang Janji Peringati Hari Pramuka ke-65, Perkuat Komitmen Pengabdian
11 Agustus 2026
BEM SI Kerakyatan Jatim Periode Baru Dikukuhkan, Iskil El Fatih: Mahasiswa Bukan Bagian dari Kekuasaan
8 Agustus 2026
STAINAS Matangkan Program KKN 2026, Fokus pada Lima Isu Strategis
7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN Universitas Wiraraja Ikuti Tradisi Shalawat Nariyah di Desa Aengtongtong
7 Agustus 2026
STAINAS Bekali Mahasiswa Jelang KKN Tematik Ekoteologi 2026
7 Agustus 2026

Baca Lainnya

'Sehari Bersama Nelayan' Wujud Kepedulian Mahasiswa KKN STKIP Posko 25 Kepada Masyarakat Romben Guna (Ilustrasi)
Sumenep

‘Sehari Bersama Nelayan’ Wujud Kepedulian Mahasiswa KKN STKIP Posko 25 Kepada Masyarakat Romben Guna

2 Min Read
Kemah Hijau Sumenep Libatkan 70 Pelajar-Mahasiswa, Edukasi Sampah Jadi Nilai Ekonomis (Ilustrasi)
Sumenep

Kemah Hijau Sumenep Libatkan 70 Pelajar-Mahasiswa, Edukasi Sampah Jadi Nilai Ekonomis

2 Min Read
Pengurus Baru HMI Cabang Sumenep 2025-2026 Dilantik, Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah (Ilustrasi)
Sumenep

Pengurus Baru HMI Cabang Sumenep 2025-2026 Dilantik, Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

2 Min Read
"GEN Billiard Tournament" Sukses Digelar, GEN Sumenep: Upaya Menjaring Bakat Anggota Hingga Menjadi Atlet Profesional (Ilustrasi)
Sumenep

“GEN Billiard Tournament” Sukses Digelar, GEN Sumenep: Upaya Menjaring Bakat Anggota Hingga Menjadi Atlet Profesional

2 Min Read
Bedah Buku "Kiai Ceret", Pembedah: K. Hosa adalah Teladan yang Multitalenta (Ilustrasi)
Sumenep

Bedah Buku “Kiai Ceret”, Pembedah: K. Hosa adalah Teladan yang Multitalenta

4 Min Read
Oknum Tokoh Agama di Gapura Timur Diduga Serobot Lahan Warga, Korban: "Saya Dipaksa!" (Ilustrasi)
Sumenep

Oknum Tokoh Agama di Gapura Timur Diduga Serobot Lahan Warga, Korban: “Saya Dipaksa!”

2 Min Read
KMP DBS III Kembali Berlayar, Layani Rute Kalianget–Kangean Secara Bertahap (Ilustrasi)
Semua

KMP DBS III Kembali Berlayar, Layani Rute Kalianget–Kangean Secara Bertahap

2 Min Read
Pertanyakan Status Kapal Pusling Kangayan, FORMAKA Lakukan Audiensi ke DKP2KB Sumenep (Ilustrasi)
Sumenep

Pertanyakan Status Kapal Pusling Kangayan, FORMAKA Lakukan Audiensi ke DKP2KB Sumenep

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?