machan — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep menyelenggarakan kegiatan Khatmil Qur’an dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-18, Jumat (4/9/26). Mengusung tema “Menguatkan Tradisi Pesantren, Mewujudkan Perguruan Tinggi Islam Berdaya Saing Global”, acara berlangsung khidmat di Aula Darussalam INKADHA sejak pagi hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an melalui prosesi Khatmil Qur’an yang diikuti oleh santri Pondok Pesantren Al-Karimiyah serta seluruh civitas akademika INKADHA.
Ketua Panitia Pelaksana, MOH. Nurul Fauzi, dalam prakata panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan santri Al-Karimiyah yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ungkapan syukur atas perjalanan INKADHA yang genap berusia 18 tahun, melainkan juga wujud komitmen institusi dalam menjaga akar tradisi pesantren di tengah arus modernisasi kampus ungkapnya.
Rektor Institut Kariman Wirayudha, Zainollah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pesan agar kampus senantiasa memegang teguh identitas keislaman dan nilai-nilai luhur pesantren yang menjadi ruh utama INKADHA. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena dari aspek sumber daya manusia, civitas akademika saat ini telah menunjukkan daya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan zaman ujarnya.
Senada dengan rektor, Ketua Yayasan Al-Karimiyah, K. Samiuddin, menekankan pentingnya sinergi antara tradisi dan kemajuan keilmuan. Menurutnya, usia 18 tahun merupakan fase kematangan bagi INKADHA untuk terus mengembangkan diri. Namun, setinggi apa pun prestasi akademik yang diraih, nilai-nilai pesantren dan keberkahan Al-Qur’an harus tetap menjadi fondasi utama kampus ujarnya.
Ketua Senat Institut Kariman Wirayudha Sumenep, Prof. H. Ahmad Mulyadi, M.Ag., turut memberikan arahan. Ia mengapresiasi perjalanan panjang INKADHA dan menyatakan bahwa dies natalis ke-18 menjadi momentum refleksi sekaligus akselerasi bagi institusi. Integrasi antara kedalaman tradisi pesantren dan kecakapan akademik, ujarnya, merupakan kunci utama agar lulusan mampu bertransformasi dan menjawab tantangan di tingkat nasional maupun internasional.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai wujud syukur atas usia INKADHA yang menginjak 18 tahun. Potongan tumpeng diserahkan oleh pimpinan yayasan, rektorat, dan senat kepada perwakilan civitas akademika serta organisasi mahasiswa.
Peringatan Dies Natalis ke-18 ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kemajuan Institut Kariman Wirayudha, dengan harapan agar kampus ini terus berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, mencetak generasi berakhlak mulia, dan berdaya saing global.
