machan – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Ana Syifaul Millah, atau yang akrab disapa Syifa, seorang seniman cilik sekaligus alumni Sanggar Budhe (SB) Sumenep. Syifa baru-baru ini berhasil menuntaskan tantangan melukis tampak depan gedung BPRS Sumekar Sumenep (31/8/26)
Dengan mengandalkan semangat pantang menyerah, ketekunan, serta kemampuan artistik yang dimilikinya, Syifa mampu menyelesaikan karya lukisan tersebut dengan sangat baik. Tantangan ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga sebagai ajang bagi Syifa untuk terus mengasah bakat dan kreativitasnya di bidang seni lukis.
Sebelumnya, Direktur BPRS Sumekar Sumenep telah mengoleksi dua lukisan karya Syifa. Koleksi tersebut merupakan bentuk apresiasi nyata terhadap bakat dan kualitas karya seni yang dihasilkan oleh seniman cilik berbakat ini.
Direktur Utama BPRS Sumekar Sumenep, Bapak “H.Hairil Fajar” turut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan keberanian Syifa dalam menaklukkan tantangan melukis gedung BPRS Sumekar. Beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat juang seniman cilik tersebut.
“Kami sangat terkesan dengan ketekunan dan kreativitas yang ditunjukkan Syifa. Melalui goresan kuasnya, ia tidak hanya berhasil menuangkan keindahan arsitektur gedung BPRS Sumekar, tetapi juga membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menghasilkan karya berkualitas. Pesan saya untuk Syifa dan seluruh generasi muda Sumenep: terus berkarya, terus belajar, dan terus menginspirasi. Karena dari karya-karya kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, lahirlah perubahan besar bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujar Direktur Utama BPRS Sumekar Sumenep.
Beliau juga menambahkan bahwa koleksi lukisan Syifa yang telah dimiliki sebelumnya akan terus dijaga sebagai bentuk dukungan nyata lembaga perbankan syariah terhadap perkembangan seni dan budaya lokal, khususnya dari tangan-tangan berbakat anak-anak Sumenep.
Ibu Mari Yani, Ketua Sanggar Budhe sekaligus guru Syifa di sanggar, mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Syifa. “Syifa adalah sosok anak yang kalem, tidak banyak bicara, namun tekun dan mudah mengingat atau menangkap apa yang saya ajarkan. Syifa memang punya ciri khas tersendiri, di balik pendiam dan sifat kalemnya, Syifa memiliki imajinasi yang kuat dan bagus.” Ujarnya
Menurut Ibu Mari Yani, keistimewaan karya Syifa terletak pada pengolahan warnanya. “Karya Syifa yang berbeda adalah tentang warna. Syifa lebih detail di warna yang cerah dan warna yang kalem-kalem, jadi karyanya terkesan netral dan indah dipandang.” Ungkapnya
Ibu Mari Yani menyampaikan harapan dan rasa bangganya terhadap muridnya tersebut. “Harapan saya semoga Syifa bisa lebih tekun lagi untuk belajar dan berkarya, dan semoga Syifa bisa lebih sukses ke depannya. Saya sangat bangga kepada Syifa, seusia Syifa bisa berkarya sendiri dan bisa menyelesaikan tantangan dari BPRS, luar biasa sekali buat saya.” Pintanya
Prestasi Syifa diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Sumenep agar terus berkarya, berani menghadapi tantangan, dan menggali potensi diri secara maksimal. Alhamdulillah, semoga Syifa terus berkarya dan menginspirasi melalui karya-karya terbaiknya.
