machan — Presiden Prabowo Subianto tiba di Kampus IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/26) siang, untuk menghadiri sekaligus menutup secara resmi rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026.
Kedatangan rombongan kepresidenan ke lokasi acara pada pukul 13.45 WIB disambut antusias warga Madura. Ratusan orang memadati bahu jalan sambil bersorak. Presiden, dengan busana safari khaki dan kopiah hitam, membalas sapa dari kendaraan Maung Garuda.
Presiden tiba di kampus dan disambut pimpinan PBNU serta sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menko Infrastruktur, Menko Pangan, Menteri Agama, Panglima TNI, Kapolri, dan Gubernur Jatim.
Rangkaian penutupan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya, serta dilanjutkan dengan mars Syubbanul Wathon. Dalam pidatonya, Presiden secara tegas menyoroti pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.
“Tanpa peran ulama, negara ini akan kehilangan arah moral. Saya dan jajaran pemerintah tidak akan pernah menutup telinga dari nasihat para kiai. Karena sesungguhnya, kekuatan terbesar bangsa ini terletak pada ikatan erat antara negara, agama, dan rakyatnya,” tegas Prabowo di atas panggung utama.
Sebelum menuju Bangkalan, Presiden Negara Indonesia tersebut, terlebih dahulu mengunjungi Kabupaten Sampang pada pagi hari. Di sana, ia meresmikan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang mencakup pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 1.151 kilometer di berbagai provinsi.
Gelaran Munas dan Konbes NU 2026 yang berlangsung selama beberapa hari ini dikabarkan telah memutuskan sejumlah agenda organisasi, termasuk penetapan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 1–5 Agustus 2026. Acara penutupan berjalan dengan khidmat dan diakhiri dengan doa bersama yang dipandu oleh Rais ‘Aam PBNU.
