machan – Gelaran seni dan budaya “Panggung Budaya: Suluk Budaya Generasi Emas Nusantara (GEN) Sumenep” resmi digelar di Taman Adipura, Kota Sumenep, pada Minggu (14/6/26) malam. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini mengusung tema “Generasi Emas; Menjaga Warisan, Menguatkan Peradaban”
Festival budaya tersebut didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta digagas oleh GEN Sumenep. Daya tarik utama acara ini adalah kehadiran budayawan nasional asal Madura, KH. D. Zawawi Imron, yang membawakan puisi spesial berjudul “Madura, Aku Lah Darahmu”.
Dalam orasi kebudayaannya, pria yang akrab disapa “Celurit Emas” itu mengawali sambutan dengan pantun berisi pesan tentang tata krama, yang langsung disambut tepuk tangan meriah penonton. Ia menegaskan bahwa budaya orang Madura, khususnya di Sumenep, tidak boleh melupakan nilai hormat kepada yang lebih tua, salah satunya melalui tradisi bertamu ketika pulang dari perantauan.
“Orang Madura ketika pulang dari tanah rantau, pulang ke rumahnya masing-masing dengan cara ziarah kepada yang sudah meninggal,” ujar KH. D. Zawawi Imron.
Sementara itu, Bapak Mulyadi dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) sekaligus Pembina GEN Sumenep menyampaikan apresiasi atas inisiatif generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak kebudayaan. Ia mengingatkan bahwa di era digital, tantangan terbesar generasi muda bukanlah banjir informasi, melainkan hilangnya orientasi.
“Di era digital ini, tantangan terbesar generasi muda kita bukan ukuran informasi, tetapi hilangnya orientasi. Ini penting di tengah arus informasi yang begitu cepat dan budaya luar yang mudah diakses. Jika kecintaan pada budaya sendiri tidak ada, maka kita hanya tinggal kenangan,” ujar Mulyadi.
Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum awal bagi generasi muda dan masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi yang dimiliki, serta memperkenalkan budaya Madura hingga ke dunia.
Acara ini juga dimeriahkan oleh sejumlah pertunjukan kesenian tradisional khas Madura, seperti Gong Mania, Tari Topeng, Kesenian Sintung, dan Hadrah Madura Klasik. Melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, festival ini diharapkan menjadi wadah efektif untuk menanamkan nilai cinta budaya lokal kepada generasi muda di tengah tantangan modernisasi.
