By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kamis, Feb 5, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Madura Menuju Provinsi: Gagasan Besar, Tantangan Nyata, butuh persiapan serius
Subscribe
Madura Channel
Kamis, Feb 5, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Opini

Madura Menuju Provinsi: Gagasan Besar, Tantangan Nyata, butuh persiapan serius

By
fathorrosy
4 Min Read
7 Juli 2025
Share
4 Min Read
Madura Menuju Provinsi: Gagasan Besar, Tantangan Nyata, butuh persiapan serius (Ilustrasi)
Anis Anwari (Koordinator Rembuk Pemuda Madura)
SHARE

Oleh: Anis Anwari*

machan – Wacana menjadikan Madura sebagai provinsi bukanlah gagasan baru. Ide ini sudah lama bergaung dan mengisi ruang-ruang diskusi publik, baik di kalangan elite politik maupun masyarakat akar rumput. Sebagian melihatnya sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan, sebagian lagi mempertanyakannya dari sisi kesiapan daerah. Dalam posisi itu, saya berdiri: bahwa gagasan Madura menjadi provinsi adalah sebuah ide besar yang positif, tetapi belum menjadi prioritas yang mendesak untuk diwujudkan dalam waktu dekat.

Sebagai pemuda yang tumbuh dan hidup bersama denyut nadi Madura, saya memahami betul bahwa semangat untuk berdikari dan mempercepat pemerataan pembangunan sangat kuat dirasakan oleh masyarakat. Terlebih, selama ini Madura sering dianggap sebagai “daerah terpinggirkan” di tengah gemerlap pembangunan Jawa Timur. Maka tak heran, ide menjadikan Madura sebagai provinsi dianggap sebagai jalan untuk merdeka secara politik dan ekonomi.

Namun, gagasan sebesar itu tentu memerlukan kesiapan yang besar pula. Kita harus berani jujur pada diri sendiri bahwa Madura saat ini masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang belum selesai. Infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan transportasi publik masih belum merata. Kualitas sumber daya manusia, terutama dalam bidang pendidikan dan keterampilan kerja, juga masih tertinggal dibandingkan banyak daerah lain. Bahkan dari sisi tata kelola pemerintahan, kita belum menunjukkan model pelayanan publik yang unggul dan berintegritas

Lebih dari itu, kita juga dihadapkan pada kendala administratif yang cukup krusial. Pemerintah pusat saat ini masih memberlakukan moratorium pemekaran wilayah, yang secara langsung menghambat proses pembentukan provinsi baru. Ditambah lagi, keberadaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mensyaratkan provinsi harus terdiri daei 5 kabupaten atau kota, Dengan dua hambatan besar ini saja, maka sangat realistis jika kita mengatakan bahwa secara hukum dan administrasi, jalan menuju Madura Provinsi saat ini belum terbuka.

Lantas, apakah gagasan ini harus kita tinggalkan? Tentu tidak. Justru di sinilah tantangannya: bagaimana kita menjadikan gagasan ini sebagai arah perjuangan jangka panjang, bukan sekadar isu politik sesaat.

Untuk itu, saya percaya bahwa kerja nyata dari daerah adalah kuncinya. Pemerintah di empat kabupaten di Madura — Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep — harus mulai berbenah dari sekarang. Jangan menunggu status provinsi untuk melakukan reformasi pembangunan, Perbaikan infrastruktur, pembenahan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, penguatan ekonomi lokal, serta pelayanan publik yang transparan harus menjadi prioritas bersama.

Demikian pula dengan sektor masyarakat. Pemuda, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, dan elemen lainnya harus mulai membangun ekosistem sosial yang saling menguatkan. Tidak ada gunanya berbicara soal provinsi jika SDM kita masih lemah, kualitas pemerintahan masih rendah, dan masyarakatnya belum solid secara visi.

Inilah saatnya kita semua, sebagai anak Madura, mengambil tanggung jawab. Bukan dengan sekadar menggugat pemerintah pusat, tapi dengan cara memperbaiki rumah kita sendiri. Jadikan gagasan Madura Provinsi sebagai bintang penunjuk arah, tetapi pastikan kaki kita tetap berpijak dan bekerja keras di tanah tempat kita tinggal.

Bila komitmen ini dijalankan bersama, saya percaya: Madura bukan hanya layak menjadi provinsi, tapi juga bisa menjadi contoh keberhasilan daerah yang tumbuh karena gotong royong, bukan hanya karena keputusan politik.

*Koordinator Rembuk Pemuda Madura

TAGGED:Provinsi MaduraRembuk Pemuda Madura
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini
  • Polres Sumenep
  • Nasional

Must Read

Fakultas Keislaman UTM Cetak 69 Lulusan “Mumtaz” Siap Bersaing Global
4 Februari 2026
Pramuka Kembali Wajib Lewat Permendikdasmen 13/2025, UPI Sumenep Sambut dengan KMD Cetak Pembina Andal
2 Februari 2026
KMD 2026 Resmi Digelar, Pramuka UPI Sumenep Konsisten Lahirkan Pembina Pramuka Setiap Tahun
1 Februari 2026
Disbudporapar Apresiasi sonGENnep Futsal Series 2026: GEN Sumenep Konsisten Membangun Generasi Muda
1 Februari 2026
Berebut Piala Bupati Sumenep, 48 Tim Berlaga di sonGENnep Futsal Series 2026
1 Februari 2026

Baca Lainnya

Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus (Ilustrasi)
Opini

Ekonomi Pekarangan Desa: Pabrik, Bank, dan Pasar Sekaligus

5 Min Read
Program Coding dan TV Merah Putih: Lompatan ke Masa Depan dari Ruang Kelas Paling Dasar (Ilustrasi)
Opini

Program Coding dan TV Merah Putih: Lompatan ke Masa Depan dari Ruang Kelas Paling Dasar

3 Min Read
Negara Melindas Rakyat: Brimob Pembunuh di Jalanan Demokrasi (Ilustrasi)
Opini

Negara Melindas Rakyat: Brimob Pembunuh di Jalanan Demokrasi

2 Min Read
Membangun Kemandirian Sosial, di Tengah Absennya Negara (Ilustrasi)
Opini

Membangun Kemandirian Sosial, di Saat Negara Absen

2 Min Read
Hari Kartini, Khofifah: Refleksi atas Keberanian dan Perjuangan yang Tak Pernah Usai (Ilustrasi)
Opini

Hari Kartini, Khofifah: Refleksi atas Keberanian dan Perjuangan yang Tak Pernah Usai

2 Min Read
Semangat Baru GMNI untuk Masa Depan Indonesia (Ilustrasi)
Opini

Semangat Baru GMNI untuk Masa Depan Indonesia

2 Min Read
Meredam Radikalisme Digital Berbalut Isu Perang di Kalangan Anak Anak dan Remaja (Ilustrasi)
Opini

Meredam Radikalisme Digital Berbalut Isu Perang di Kalangan Anak Anak dan Remaja

4 Min Read
Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret (Ilustrasi)
Opini

Tata Kelola Desa Tidak Jelas, Aktivis: Kades Gapura Timur Harus Ikut Retret

3 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?