machan – Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, sebagai momen untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar menjadikan pergantian tahun Islam sebagai langkah awal transformasi diri menuju kehidupan yang lebih berkualitas.
Dalam sambutannya menyambut Tahun Baru Islam, Bupati Fauzi menegaskan bahwa hijrah bukanlah sekadar perpindahan kalender, melainkan cerminan semangat perubahan fundamental dalam berbagai aspek kehidupan. Ia mendorong generasi penerus untuk memiliki ketahanan mental dan kesiapan kompetitif dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah.
“Esensi hijrah adalah perbaikan dan peningkatan. Semangat ini wajib ditanamkan pada diri anak-anak muda agar mereka tidak mudah goyah dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di masa depan,” tutur Fauzi, Selasa (15/6/26).
Kepala daerah dua periode ini menyatakan bahwa pembangunan Kabupaten Sumenep tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik dan ekonomi semata. Pemerintah daerah secara konsisten mengalokasikan perhatian pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia karena dinilai sebagai pilar utama kemajuan daerah yang berkelanjutan.
Fauzi menilai posisi generasi muda sangat krusial dalam menentukan arah masa depan Sumenep. Oleh karena itu, mereka didorong untuk terus meningkatkan kompetensi melalui jalur pendidikan formal, penguasaan keahlian praktis, serta keterlibatan aktif di ruang-ruang sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kaum muda harus tampil sebagai penggerak perubahan. Mereka perlu memiliki kepribadian tangguh, budi pekerti luhur, haus akan ilmu, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” tegasnya.
Keberhasilan pembangunan, lanjut Fauzi, tidak cukup diukur dari angka-angka statistik atau proyek-proyek infrastruktur. Indikator utamanya adalah lahirnya sumber daya manusia yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, serta mampu memelihara harmoni sosial dalam bingkai kebersamaan.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk terus merawat persatuan dan kerukunan di tengah kekayaan budaya dan perbedaan yang ada di Kabupaten Sumenep. Ia mencontohkan nilai gotong royong dan solidaritas yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam peristiwa hijrah ke Madinah sebagai warisan luhur yang harus terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai kebersamaan inilah yang menjadi modal sosial kita. Jika ini terjaga, percepatan pembangunan akan berjalan lebih mudah dan merata,” pungkasnya.
