By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Selasa, Sep 15, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal
Subscribe
Madura Channel
Selasa, Sep 15, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Pamekasan

PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal

By
rachmad
7 Min Read
14 September 2026
Share
7 Min Read
PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal (Ilustrasi)
PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal (Ilustrasi)
SHARE

PAMEKASAN — Ketua PC PMII Pamekasan, Fahril Anwar, mendorong pemerintah membuka ruang kebijakan afirmatif bagi industri hasil tembakau lokal, khususnya pabrikan Golongan III. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk menekan peredaran rokok ilegal sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi petani tembakau di Madura.

Menurut Fahril, persoalan rokok ilegal di Madura tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan penindakan. Pemerintah perlu melihat akar persoalan ekonomi yang membuat sebagian industri lokal sulit masuk atau bertahan dalam ekosistem produksi yang sepenuhnya legal.

“Kalau negara hanya hadir dengan operasi penindakan, sementara akar persoalannya tidak disentuh, maka persoalan rokok ilegal akan terus berulang. Kita perlu membuka jalan agar industri lokal bisa legal, membayar cukai, menyerap tenaga kerja, dan tetap memberikan pasar bagi tembakau petani,” kata Fahril Anwar.

Ia menilai kebijakan tarif cukai untuk pabrikan Golongan III perlu dikaji secara lebih serius dengan mempertimbangkan karakter industri rokok Madura yang banyak bertumpu pada pelaku usaha kecil dan menengah.

Wacana mengenai kebijakan afirmatif bagi pabrikan Golongan III sendiri telah disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Said Abdullah. Ia menilai karakter industri rokok di Madura yang banyak berada pada Golongan III membutuhkan pendekatan kebijakan yang berbeda agar beban cukai tidak justru mendorong pelaku usaha keluar dari sistem legal.

Jangan Hanya Melihat Rokok Ilegal sebagai Persoalan Hukum

Fahril mengatakan, PMII tidak sedang membenarkan produksi maupun peredaran rokok tanpa cukai. Namun, persoalan tersebut harus dilihat secara lebih komprehensif.

“PMII tidak membenarkan pelanggaran hukum. Tetapi kita juga harus berani bertanya, mengapa pasar rokok ilegal tetap hidup? Kalau permintaannya ada, industrinya ada, tenaga kerjanya ada, dan tembakaunya ada, berarti ada persoalan struktural yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Menurut dia, penindakan terhadap rokok ilegal tetap diperlukan karena rokok tanpa cukai merupakan pelanggaran ketentuan cukai dan berpotensi mengurangi penerimaan negara. Bea Cukai sendiri menempatkan pemberantasan barang kena cukai ilegal sebagai salah satu bagian dari kebijakan DBH CHT.

Namun, penindakan seharusnya berjalan bersamaan dengan kebijakan yang membuat pelaku usaha memiliki insentif untuk berpindah dari jalur ilegal menuju jalur legal.

“Kalau tarif dan persyaratannya realistis, kenapa pelaku usaha harus memilih jalur ilegal? Negara justru bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus: peredaran ilegal turun dan penerimaan cukai meningkat,” kata Fahril.

Petani Jangan Menjadi Korban Kebijakan

Fahril juga meminta pemerintah melihat persoalan tersebut dari sisi petani tembakau.

Menurutnya, industri rokok merupakan salah satu mata rantai penting dalam ekosistem tembakau Madura. Ketika industri lokal kesulitan menyerap hasil panen, petani berpotensi menghadapi persoalan pasar dan harga.

Karena itu, kebijakan cukai tidak boleh hanya dihitung berdasarkan target penerimaan negara, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlangsungan rantai ekonomi dari petani, buruh, pengusaha rokok, pedagang hingga pemerintah daerah.

“Petani menanam karena ada pasar. Kalau pasar tembakau menyempit, petani yang pertama merasakan dampaknya. Karena itu kebijakan industri rokok dan kebijakan pertanian tembakau tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Fahril menambahkan, pemerintah telah memiliki instrumen DBH CHT yang penggunaannya mencakup peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan cukai, hingga pemberantasan barang kena cukai ilegal.

“Artinya, negara sebenarnya memiliki instrumen. Tinggal bagaimana kebijakan tersebut benar-benar diarahkan untuk menciptakan ekosistem industri yang sehat dan adil bagi daerah penghasil tembakau,” katanya.

Legalitas Harus Dibuat Menarik

Fahril berpandangan, keberhasilan pemberantasan rokok ilegal tidak semata-mata diukur dari berapa banyak rokok yang disita atau dimusnahkan.

Indikator keberhasilan yang lebih penting, kata dia, adalah seberapa banyak pelaku usaha yang sebelumnya berada di luar sistem kemudian dapat masuk ke dalam sistem legal.

“Jangan sampai ukuran keberhasilan hanya berapa juta batang disita. Ukuran keberhasilannya harus berapa banyak industri yang berhasil kita dorong menjadi legal, berapa banyak tenaga kerja yang terlindungi, berapa banyak tembakau petani yang terserap, dan berapa besar penerimaan negara yang bertambah,” ujar Fahril.

Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai “legalisasi yang berbasis insentif”, bukan pembiaran terhadap pelanggaran.

“Negara harus membuat legalitas menjadi pilihan yang lebih rasional daripada ilegalitas. Kalau menjadi legal justru terlalu mahal dan terlalu berat bagi industri kecil, kita harus mengevaluasi desain kebijakannya,” katanya.

PMII: Jangan Ada Kebijakan yang Membuat Madura Hanya Menjadi Pasar

Fahril juga menekankan pentingnya keadilan ekonomi bagi Madura sebagai salah satu kawasan penghasil tembakau dan memiliki industri hasil tembakau yang signifikan.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan masyarakat Madura tidak hanya menjadi pemasok bahan baku sekaligus konsumen, tetapi juga mendapatkan ruang yang cukup untuk mengembangkan industri pengolahan di daerah.

“Jangan sampai Madura hanya menjadi tempat orang menanam tembakau, kemudian bahan bakunya dibawa ke tempat lain untuk diolah, sementara masyarakat Madura hanya mendapatkan bagian paling kecil dari rantai ekonominya,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bea Cukai, DPR, dan pelaku industri duduk bersama merumuskan skema kebijakan yang lebih realistis.

“Kalau memang ada masalah dengan industri rokok lokal, jangan hanya diselesaikan dengan operasi. Duduk bersama, hitung struktur biaya produksinya, hitung tarif cukainya, lihat daya beli pasarnya, lihat nasib petani dan buruhnya. Setelah itu buat kebijakan yang membuat industri bisa legal dan negara tetap mendapatkan penerimaan,” kata Fahril.

PMII Siap Kawal Kebijakan

Fahril mengatakan PC PMII Pamekasan siap mendorong diskursus mengenai reformulasi kebijakan cukai hasil tembakau agar lebih berpihak pada kepentingan ekonomi masyarakat Madura tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan kepentingan penerimaan negara.

“Yang kita dorong bukan rokok ilegal. Yang kita dorong adalah jalan keluar dari rokok ilegal. Salah satu jalannya adalah kebijakan cukai yang lebih proporsional bagi industri lokal, khususnya Golongan III,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah tidak melihat persoalan rokok ilegal semata sebagai pertentangan antara negara dan pengusaha.

“Negara jangan hanya bertanya, ‘Mengapa mereka tidak patuh?’ Negara juga harus bertanya, ‘Apa yang membuat mereka sulit patuh?’ Dari pertanyaan kedua itulah kebijakan yang lebih adil bisa lahir,” pungkas Fahril Anwar.

Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Nasional
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Jatim

Must Read

PMII Pamekasan Dorong Kebijakan Cukai Golongan III sebagai Jalan Keluar Rokok Ilegal
14 September 2026
SKK Migas-KEI Terima Penghargaan dari Kwarcab Pramuka Sumenep atas Dukungan Pengembangan Kompetensi Guru di Kepulauan Sapeken
11 September 2026
DKUPP Sumenep Lepas Mahasiswa Magang, Kepala Dinas Tekankan Integritas dan Etika Kerja
10 September 2026
Wabup Sumenep Tekankan Pramuka Harus Berperan Nyata di Tengah Masyarakat
10 September 2026
Mahasiswa INKADHA Tampil di Forum Internasional ICONIS 2026, Presentasikan Riset Identitas Nasional Anak Pekerja Migran
10 September 2026

Baca Lainnya

Sukses Gelar Rakorcab, PC IPNU IPPNU Pamekasan Tegaskan Urgensi Kaderisasi (Ilustrasi)
Pamekasan

Sukses Gelar Rakorcab, PC IPNU IPPNU Pamekasan Tegaskan Urgensi Kaderisasi

1 Min Read
PAC IPNU-IPPNU Tlanakan Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Pelajar NU yang Inovatif dan Kolaboratif (Ilustrasi)
Pamekasan

PAC IPNU-IPPNU Tlanakan Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Pelajar NU yang Inovatif dan Kolaboratif

2 Min Read
Korban Tewas Pengeroyokan di Depan Masjid Agung Pamekasan Jadi Dua Orang, Empat Pelaku Diamankan (Ilustrasi)
Pamekasan

Korban Tewas Pengeroyokan di Depan Masjid Agung Pamekasan Jadi Dua Orang, Empat Pelaku Diamankan

1 Min Read
KKN STKIP Posko 09 Ditempatkan di desa Pegendingan, Koordes: Pendidikan Terbuka dengan Masyarakat (Ilustrasi)
Pamekasan

KKN STKIP Posko 09 Ditempatkan di desa Pegendingan, Koordes: Pendidikan Terbuka dengan Masyarakat

2 Min Read
Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan (Ilustrasi)
Pamekasan

Tolak Politik Seremonial Pendidikan, Prioritaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan

3 Min Read
Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Dorong Koperasi Perkuat Ekonomi Rakyat (Ilustrasi)
Pamekasan

Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Dorong Koperasi Perkuat Ekonomi Rakyat

3 Min Read
PAC Tlanakan Gebrak MUDIK II, Kobarkan Semangat Kader Jadi Barisan Militan (Ilustrasi)
Berita Madura

PAC Tlanakan Gebrak MUDIK II, Kobarkan Semangat Kader Jadi Barisan Militan

2 Min Read
IKP Jakarta Jabar Banten Salurkan Hewan Kurban di Pamekasan, Warga Sambut Antusias (Ilustrasi)
Berita Madura

IKP Jakarta Jabar Banten Salurkan Hewan Kurban di Pamekasan, Warga Sambut Antusias

1 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?