machan – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) resmi menjalin kolaborasi untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta peduli terhadap kesehatan mental dan lingkungan. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Pusat Penelitian Pertanian Pedesaan Swadaya Taruna Bhumi, Padepokan H. M. Arum Sabil, Kecamatan Tanggul, Selasa (19/5/26).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Kwarda Pramuka Jatim, jajaran pimpinan UNUSA, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Rektor Unusa Prof. dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, Aseam.Eng., serta 250 anggota Pramuka Penegak se-Jawa Timur. Para pimpinan kwartir cabang se-Jawa Timur juga turut hadir.
Kolaborasi ini tidak bersifat seremonial, melainkan direspons sejumlah program nyata. Di tengah meningkatnya tekanan akademik dan sosial yang dialami generasi Z, kedua lembaga sepakat memperkuat pendidikan karakter, pendampingan mental, serta membuka akses pendidikan tinggi bagi anggota Pramuka berprestasi.
Ketua Yarsis, Mohammad Nuh, menyatakan bahwa Gerakan Pramuka memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan.
“Pramuka adalah kawah candradimuka. Ketika dipadukan dengan sains dan teknologi, kita sedang membangun fondasi generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jatim, Arum Sabil, menyebut sinergi ini sejalan dengan visi Pramuka Produktif, Adaptif, dan Berdampak. Saat ini Pramuka Jatim memiliki sekitar 3,4 juta anggota aktif di 38 kwartir cabang.
“Kami berharap kolaborasi ini memperkuat program bakti masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan,” katanya.
Selain penandatanganan nota kesepahaman, kegiatan ini juga diisi seminar kesehatan mental bertema “Sehat Mental untuk Gen-Z, Kenali, Atasi, Bangkit”. Ratusan siswa kelas 12 dari wilayah tapal kuda mengikuti talent scouting, uji coba tes masuk perguruan tinggi, serta konsultasi jalur prestasi dan beasiswa Fakultas Kedokteran UNUSA.
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan, panitia juga menyerahkan 1.965 bibit pohon produktif berupa pisang mas kirana dan kelapa pandan wangi kepada perwakilan kwartir cabang se-Jawa Timur.
“Ini bukan sekadar pembagian bibit, tetapi gerakan menanam harapan dan menumbuhkan kemandirian,” ujar Arum Sabil.
Momentum ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Seluruh peserta memberikan doa dan ucapan selamat kepada sosok yang akrab disapa Bundanya Pramuka Jatim tersebut.
Kolaborasi antara Kwarda Pramuka Jatim dan UNUSA melalui program “Sehat Mental, Cerdas Berprestasi” diharapkan menjadi jawaban atas meningkatnya gangguan kecemasan, tekanan akademik, dan depresi pada remaja pascapandemi.
“Mental yang sehat akan melahirkan generasi yang percaya diri, tangguh, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” pungkas Arum Sabil.
