machan – Kebijakan nasional yang mewajibkan sekolah menyediakan ekstrakurikuler Pramuka butuh eksekusi serius. Salah satu tantangan utamanya adalah ketersediaan pembina yang berkompeten dan memiliki legitimasi formal. Menjawab kebutuhan ini, Pramuka Universitas PGRI (UPI) Sumenep sukses menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) 2026.
Kegiatan intensif selama lima hari (26-30/1/2026) di kampus tersebut diikuti 36 peserta dari kalangan mahasiswa dan guru. Mereka disiapkan untuk menjadi pembina Pramuka berkualifikasi dasar yang legal, sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Kebijakan tersebut menegaskan, meski peserta didik sukarela, sekolah wajib menyediakan ekstrakurikuler kepramukaan dengan pembina yang memenuhi syarat usia dan kompetensi, serta memiliki ijazah KMD. Karena itu, penyelenggaraan KMD menjadi kebutuhan mendesak bagi dunia pendidikan.
Kiprah Pramuka UPI Sumenep dalam menyediakan kader pembina mendapat apresiasi dari Ketua Harian Kwarcab Sumenep, Dr. H. Zamzami Sabik, M.Psi.
“Kami bangga dan apresiasi Pramuka UPI sebagai salah satu gugus depan di Sumenep yang konsisten melahirkan pembina Pramuka setiap tahunnya,” ujarnya.
Komitmen keberlanjutan ditegaskan Ketua Panitia, Jaisaqi Danuriyo. Menurutnya, KMD adalah bagian dari program kerja tetap yang akan dilaksanakan tiap tahun. Bahkan, ke depan ada wacana menyelenggarakan KMD per semester.
“Ini akan lebih efisien untuk menampung minat peserta yang terus ada,” jelasnya.
Selama KMD berlangsung, peserta dibekali beragam materi fundamental. Mulai dari dasar-dasar kepramukaan, metode pembinaan, hingga penguatan peran pembina dalam membentuk karakter, rasa kebangsaan, dan keterampilan peserta didik. Prinsip pembinaan yang aman, terstruktur, dan berorientasi pada pendidikan menjadi penekanan penting.
Dengan terselenggaranya KMD 2026, Pramuka UPI Sumenep membuktikan komitmen nyatanya. Tak hanya mendukung kebijakan Pramuka wajib, tetapi juga aktif berkontribusi menyiapkan sumber daya pembina yang profesional, legal, dan siap mengabdi di berbagai sekolah. Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem kepramukaan di tingkat gugus depan.
