machan – Pengalaman terjun langsung di ranah internasional terbukti menjadi media ampuh bagi mahasiswa untuk mengasah wawasan dan kepedulian sosial. Hal itulah yang dialami Moh. Rofiqi Ardiyansyah, mahasiswa Universitas PGRI (UPI) Sumenep yang kerap disapa Ardy, usai menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia.
Ardy, pemuda kelahiran Ganding, 1 Januari 2006, dikenal sebagai aktivis kampus. Saat ini ia tercatat sebagai pengurus PKPT IPNU UPI Sumenep 2025 dan aktif di HMI Komisariat UPI Sumenep. Jiwa kepemimpinannya telah diasah sejak lama melalui organisasi OSIS dan Pramuka di Yayasan Sumber Mas Ganding, yang menjadi bekal berharganya dalam pengabdian internasional ini.
Selama KKN di Malaysia, Ardy bersama rekan timnya terlibat aktif dalam berbagai program pendidikan dan sosial. Ia turun langsung membantu proses belajar anak-anak, mendampingi kegiatan edukasi, dan menjalin komunikasi erat dengan warga setempat. Keterlibatannya tak sekadar menyelesaikan program, tetapi juga fokus pada membangun keakraban dan pemahaman antar budaya.
“Kami berusaha tampil disiplin, sopan, dan bertanggung jawab. Sikap dasar seperti ini justru sangat diperhatikan dalam interaksi global,” ujar Ardy, menekankan bahwa keikutsertaannya juga menjadi sarana mengangkat nama almamater dan citra mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Ardy mengaku, hidup dan beraktivitas di negara lain memberinya pelajaran mendalam tentang toleransi dan kemandirian. Perbedaan budaya, kebiasaan, dan pola pikir masyarakat setempat justru memperkaya perspektifnya. Baginya, perbedaan adalah hal yang perlu dipahami dan dihargai, bukan dipertentangkan.
“Kami sepenuhnya membawa nama diri, tim, dan kampus. Di sana, kami belajar untuk bertanggung jawab penuh atas setiap sikap dan tindakan,” tegasnya.
Pengalaman ini turut membentuk pola pikir Ardy tentang peran strategis mahasiswa di kancah global. Menurutnya, mahasiswa tak hanya harus cemerlang secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan berani mengambil peran. KKN Internasional adalah ruang aktualisasi untuk menjadi agen perubahan yang bisa berkontribusi di berbagai lingkungan.
“KKN Internasional ini membuat saya lebih percaya diri, berani mengemukakan pendapat, dan sadar betul akan tanggung jawab intelektual serta sosial yang melekat pada diri seorang mahasiswa,” tambahnya.
Di akhir sharing-nya, Ardy menyampaikan pesan motivasi kepada rekan-rekan mahasiswa, khususnya warga UPI Sumenep, agar tak gentar meraih peluang baik nasional maupun internasional. Ia meyakini, pintu global terbuka lebar bagi yang serius mempersiapkan diri.
“Tingkatkan terus kapasitas diri, kuatkan mental, dan percayalah pada kemampuan sendiri. Mahasiswa UPI Sumenep punya potensi besar untuk bersaing dan membawa nama kampus ke tataran yang lebih luas,” pungkas Ardy penuh semangat.
