By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kamis, Mei 7, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak
Subscribe
Madura Channel
Kamis, Mei 7, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Sumenep

Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak

By
fathorrosy
3 Min Read
7 Agustus 2025
Share
3 Min Read
Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak (Ilustrasi)
Penulis
SHARE

Oleh: Miftahol Anwar*

machan – “Education must begin at birth.” — Maria Montessori. Kalimat ini tampak sederhana, namun menyimpan makna kritis yang dalam tentang pendidikan. Kita sering menganggap bahwa pendidikan baru dimulai saat anak masuk TK atau SD. Padahal, pendidikan sejati dimulai sejak anak membuka mata untuk pertama kalinya, sejak ia mulai menyerap suara, gerakan, dan emosi di sekitarnya.

Ada pepatah bijak yang mengatakan: orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Maka sejak lahir, orang tua seharusnya menjadi teladan. Bukan hanya mengajarkan kebaikan lewat kata-kata, tapi juga menampakkannya lewat perilaku. Setiap tindakan kecil di hadapan anak adalah bagian dari pendidikan awal yang membentuk mereka seumur hidup.

Di sistem pendidikan kita, anak baru dianggap serius belajar ketika sudah masuk TK atau SD. Padahal sejak bayi, mereka sudah belajar dari mendengar suara, melihat gerakan, menyentuh benda, bahkan merasakan emosi di sekitarnya. Jika masa-masa krusial ini dilewati tanpa pendekatan pendidikan yang tepat, maka kita sedang menyia-nyiakan fase emas perkembangan anak.

Lalu bagaimana dengan negara seperti Jepang?
Berdasarkan berbagai literatur dan situs pendidikan yang saya baca, sejak usia dini anak-anak di Jepang sudah dibiasakan membangun karakter—seperti empati, tanggung jawab, dan kerja sama. Mereka juga dilatih kemandirian: memakai baju sendiri, merapikan mainan, dan merawat diri. Semua ini bukan terjadi begitu saja, tapi dibentuk melalui pendampingan konsisten dari orang tua di rumah.

Pendekatan Montessori mengajarkan kita bahwa setiap anak itu unik, dan pendidikan tidak boleh bersifat seragam atau memaksakan. Pendidikan sejak dini harus lebih banyak mengutamakan pembelajaran lewat pengalaman, eksplorasi, dan keaktifan anak. Jika sistem pendidikan kita mulai mengubah cara pandang ini—dengan memberikan ruang untuk kreativitas, keterampilan sosial, dan kemandirian anak—maka kita akan melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi dunia. Orang tua sebagai pendamping sejak lahir sangat penting, bukan hanya sebagai pengarah, tetapi sebagai teladan yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang diinginkan.

Kita harus sadar bahwa pendidikan itu tidak terbatas pada ruang kelas atau usia tertentu. Seperti kata Maria Montessori, “Education must begin at birth.” Mendidik bukan hanya soal mengisi kepala anak dengan informasi, tetapi membentuk mereka menjadi individu yang mampu berpikir kritis, berempati, dan bertanggung jawab. Sudah saatnya kita mengubah cara kita memandang pendidikan—dengan melihat anak sebagai pembelajar alami yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan mengeksplorasi. Mari mulai menginvestasikan waktu dan perhatian kita sejak awal kehidupan mereka, agar masa depan yang kita impikan bisa dimulai dari sini.

*Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah Sumenep dan Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta

TAGGED:Miftahol AnwarUniversitas AnnuqayahUniversitas Sahid Jakarta
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini

Must Read

SMK Al-Karimiyyah Gelar Sosialisasi Lalu Lintas dan Pembuatan SIM dalam Rangka Hardiknas 2026
6 Mei 2026
Kwarda Jatim Salurkan Ratusan Seragam Pramuka untuk Pelajar Aceh Tamiang
6 Mei 2026
Diduga Lecehkan Puluhan Santriwati, Pengurus Ponpes di Pati dipolisikan
5 Mei 2026
FORMAKA Tagih Janji Pemerataan Infrastruktur Kepulauan di FGD Bersama Pemkab dan DPRD Sumenep
5 Mei 2026
Muda, Berprestasi, Menginspirasi: Mohammad Amin Syahbana Ukir Dominasi di Billiard Madura Open 2026
4 Mei 2026

Baca Lainnya

Pramuka Sumenep Kirim Tim Kemanusiaan ke Sapudi, Bantu Renovasi Rumah Korban Gempa (Ilustrasi)
Berita Madura

Pramuka Sumenep Kirim Tim Kemanusiaan ke Sapudi, Bantu Renovasi Rumah Korban Gempa

1 Min Read
Ketua Kwarcab Sumenep Lepas Kontingen Pramuka TMI Al-Amien ke Jambore Muslim Dunia 2025 (Ilustrasi)
Sumenep

Ketua Kwarcab Sumenep Lepas Kontingen Pramuka TMI Al-Amien ke Jambore Muslim Dunia 2025

4 Min Read
Berikan Edukasi Sejak Dini, KKN UNIJA Sogian Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di MA Dliyatut Tholibin (Ilustrasi)
Berita Madura

Berikan Edukasi Sejak Dini, KKN UNIJA Sogian Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di MA Dliyatut Tholibin

1 Min Read
KMD 2026 Resmi Digelar, Pramuka UPI Sumenep Konsisten Lahirkan Pembina Pramuka Setiap Tahun (Ilustrasi)
Berita Madura

KMD 2026 Resmi Digelar, Pramuka UPI Sumenep Konsisten Lahirkan Pembina Pramuka Setiap Tahun

2 Min Read
Resmi Dibuka, Perkemahan Bakti Nurul Huda Cetak Generasi Tangguh Indonesia Emas (Ilustrasi)
Sumenep

Resmi Dibuka, Perkemahan Bakti Nurul Huda Cetak Generasi Tangguh Indonesia Emas

2 Min Read
Kemah Hijau Sumenep Libatkan 70 Pelajar-Mahasiswa, Edukasi Sampah Jadi Nilai Ekonomis (Ilustrasi)
Sumenep

Kemah Hijau Sumenep Libatkan 70 Pelajar-Mahasiswa, Edukasi Sampah Jadi Nilai Ekonomis

2 Min Read
KMP DBS III Kembali Berlayar, Layani Rute Kalianget–Kangean Secara Bertahap (Ilustrasi)
Semua

KMP DBS III Kembali Berlayar, Layani Rute Kalianget–Kangean Secara Bertahap

2 Min Read
Karapan Sapi 2025, Bupati Sumenep: Bukan Hanya Perlombaan Tapi Warisan Budaya Leluhur (Ilustrasi)
Sumenep

Karapan Sapi 2025, Bupati Sumenep: Bukan Hanya Perlombaan Tapi Warisan Budaya Leluhur

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?