By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Jun 22, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  
Subscribe
Madura Channel
Senin, Jun 22, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Berita Madura

Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  

By
fathorrosy
3 Min Read
17 Mei 2025
Share
3 Min Read
Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim   (Ilustrasi)
Musim Tembakau di Madura, di tahun-tahun sebelumnya (Ilustrasi)
SHARE

machan – Petani tembakau Madura menghadapi ujian berat di awal musim tanam tahun ini. Curah hujan yang masih tinggi di bulan Mei padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau mengancam kelangsungan pertanian tembakau, komoditas andalan yang menjadi tulang punggung ekonomi ribuan keluarga di pulau garam ini. Situasi ini diperparah dengan imbauan pengusaha rokok setempat untuk mengurangi produksi akibat stok menumpuk dan prediksi BMKG tentang kemarau basah yang lebih pendek dari biasanya. 

Hujan Berkepanjangan Ganggu Persiapan Lahan

Mengingat tahun-tanun sebelumnya, April-Mei adalah periode kritis untuk persiapan lahan tembakau di Madura. Namun, tahun ini, hujan masih sering turun, membuat tanah terlalu basah untuk dibajak.

“Biasanya sekarang sudah kering, tapi tahun ini hujan masih datang. Kalau dipaksakan tanam, bibit bisa busuk,” keluh salah seorang petani di Pamekasan . 

Kondisi ini juga meningkatkan risiko serangan penyakit seperti Phytophthora (busuk daun) yang bisa merusak kualitas tembakau. Padahal, tembakau Madura khususnya varietas rajangan dihargai tinggi karena kadar nikotin dan aromanya yang khas. 

Imbauan H. Her: Kurangi Tanam Tembakau 50%

Tekanan tambahan datang dari pengusaha rokok lokal. H. Khairul Umam alias H. Her, CEO PT Bawang Mas Grup, secara terbuka meminta petani Madura mengurangi penanaman tembakau hingga 50% tahun ini. Alasannya, stok di gudang pabrik masih penuh akibat surplus produksi tahun lalu. 

“Kalau biasanya nanam 1.000 pohon, tahun ini cukup 500 saja. Ini untuk menjaga harga tetap stabil,” ujarnya dalam video viral di TikTok . Imbauan ini menuai pro-kontra. Sebagian petani khawatir pendapatan mereka akan merosot, sementara lainnya berharap kebijakan ini bisa mencegah kejatuhan harga. 

BMKG Prediksi Kemarau Pendek dan Basah

Ancaman lain datang dari fenomena iklim. BMKG memprediksi musim kemarau 2025 akan lebih pendek dan basah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 26% wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, diproyeksikan mengalami kemarau dengan curah hujan di atas normal . 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, “Suhu muka laut yang lebih hangat memicu potensi hujan sporadis selama musim kemarau. Petani perlu menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tahan kelembapan.” 

Bagi petani tembakau, ini berarti tantangan ganda risiko gagal panen akibat hujan dan kesulitan mengeringkan hasil panen jika kemarau tak cukup panas. 

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Beberapa solusi jangka pendek mulai diupayakan: 
1. Penundaan tanam hingga kondisi lahan membaik. 
2. Penggunaan mulsa plastik untuk mengurangi kelembapan tanah . 
3. Optimalisasi irigasi meski infrastrukturnya masih terbatas. 

Namun, tanpa dukungan kebijakan yang konkret seperti stabilisasi harga atau asuransi pertanian nasib petani tembakau Madura tetap seperti “telur di ujung tanduk” berisiko tinggi, tetapi sulit ditinggalkan . 

Tahun 2025 mungkin akan menjadi tahun paling berat bagi petani tembakau Madura dalam dekade terakhir. Di tengah ketidakpastian cuaca dan fluktuasi pasar, mereka dituntut untuk lebih lincah beradaptasi.  

TAGGED:Musim Tanam 2025Tembakau Madura
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Jatim
  • Inspirasi

Must Read

BEM KM UNIBA Madura Gelar Reksa Musicverse 2026, Hadirkan Artis Nasional hingga Internasional
21 Juni 2026
Dari Madura ke Jakarta, Bupati Sumenep Gandeng KKP Wujudkan Kampung Nelayan Berkelas Dunia
20 Juni 2026
IPNU IPPNU Sumenep Jalin Sinergi dengan Pemkab, Siap Bangun Ekosistem Pelajar Unggul
17 Juni 2026
Nelayan Sumenep Ditemukan Tewas usai Dilaporkan Hilang saat Melaut
17 Juni 2026
Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Manfaatkan Tahun Baru Islam untuk Perbaiki Diri
16 Juni 2026

Baca Lainnya

GEN Jatim Komitmen Cetak Petani Muda Handal, Wujudkan Kedaulatan Pangan dari Desa (Ilustrasi)
Berita Madura

GEN Jatim Komitmen Cetak Petani Muda Handal, Wujudkan Kedaulatan Pangan dari Desa

2 Min Read
Diserbu Emak-Emak Sejak Pagi, Istana Perabot Murah Upaya MAB Group dan Haswal Group Dukung Daya Beli Masyarakat (Ilustrasi)
Berita Madura

Diserbu Emak-Emak Sejak Pagi, Istana Perabot Murah Upaya MAB Group dan Haswal Group Dukung Daya Beli Masyarakat

2 Min Read
GEN Kecamatan Sambut Positif Konsolidasi Wilayah yang Digelar GEN Sumenep  (Ilustrasi)
Sumenep

GEN Kecamatan Sambut Positif Konsolidasi Wilayah yang Digelar GEN Sumenep 

3 Min Read
Peduli Sesama, GEN Bangkalan Bantu Warga Kurang Mampu di Kecamatan Tanah Merah (Ilustrasi)
Bangkalan

Peduli Sesama, GEN Bangkalan Bantu Warga Kurang Mampu di Kecamatan Tanah Merah

2 Min Read
Lepas Pisah Kelas Akhir Madrasah Darun Najah II Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Bahagia (Ilustrasi)
Sumenep

Lepas Pisah Kelas Akhir Madrasah Darun Najah II Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Bahagia

2 Min Read
Himaprodi MBS Inkadha dan Ma'had Aly Al-Karimiyyah Gelar Seminar Muamalah (Ilustrasi)
Sumenep

Himaprodi MBS Inkadha dan Ma’had Aly Al-Karimiyyah Gelar Seminar Muamalah

2 Min Read
Seminar Nasional "Unclok Your Potential" F-Riset UTM, Siapkan Strategi Karier Dunia Kerja (Ilustrasi)
Bangkalan

Seminar Nasional “Unclok Your Potential” F-Riset UTM, Siapkan Strategi Karier Dunia Kerja

2 Min Read
"Gerakan Keluarga Maslahat" Respon Penyuluh KUA Batuputih Atasi Tingginya Angka Perceraian (Ilustrasi)
Sumenep

“Gerakan Keluarga Maslahat” Respon Penyuluh KUA Batuputih Atasi Tingginya Angka Perceraian

1 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?