By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Mar 23, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Berita Madura
  • Kwarcab Sumenep
  • Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  
Subscribe
Madura Channel
Senin, Mar 23, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Berita Madura

Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim  

By
fathorrosy
3 Min Read
17 Mei 2025
Share
3 Min Read
Madura Dilanda Hujan, Harapan Petani Tembakau Sudah Digantung di Awal Musim   (Ilustrasi)
Musim Tembakau di Madura, di tahun-tahun sebelumnya (Ilustrasi)
SHARE

machan – Petani tembakau Madura menghadapi ujian berat di awal musim tanam tahun ini. Curah hujan yang masih tinggi di bulan Mei padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau mengancam kelangsungan pertanian tembakau, komoditas andalan yang menjadi tulang punggung ekonomi ribuan keluarga di pulau garam ini. Situasi ini diperparah dengan imbauan pengusaha rokok setempat untuk mengurangi produksi akibat stok menumpuk dan prediksi BMKG tentang kemarau basah yang lebih pendek dari biasanya. 

Hujan Berkepanjangan Ganggu Persiapan Lahan

Mengingat tahun-tanun sebelumnya, April-Mei adalah periode kritis untuk persiapan lahan tembakau di Madura. Namun, tahun ini, hujan masih sering turun, membuat tanah terlalu basah untuk dibajak.

“Biasanya sekarang sudah kering, tapi tahun ini hujan masih datang. Kalau dipaksakan tanam, bibit bisa busuk,” keluh salah seorang petani di Pamekasan . 

Kondisi ini juga meningkatkan risiko serangan penyakit seperti Phytophthora (busuk daun) yang bisa merusak kualitas tembakau. Padahal, tembakau Madura khususnya varietas rajangan dihargai tinggi karena kadar nikotin dan aromanya yang khas. 

Imbauan H. Her: Kurangi Tanam Tembakau 50%

Tekanan tambahan datang dari pengusaha rokok lokal. H. Khairul Umam alias H. Her, CEO PT Bawang Mas Grup, secara terbuka meminta petani Madura mengurangi penanaman tembakau hingga 50% tahun ini. Alasannya, stok di gudang pabrik masih penuh akibat surplus produksi tahun lalu. 

“Kalau biasanya nanam 1.000 pohon, tahun ini cukup 500 saja. Ini untuk menjaga harga tetap stabil,” ujarnya dalam video viral di TikTok . Imbauan ini menuai pro-kontra. Sebagian petani khawatir pendapatan mereka akan merosot, sementara lainnya berharap kebijakan ini bisa mencegah kejatuhan harga. 

BMKG Prediksi Kemarau Pendek dan Basah

Ancaman lain datang dari fenomena iklim. BMKG memprediksi musim kemarau 2025 akan lebih pendek dan basah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 26% wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, diproyeksikan mengalami kemarau dengan curah hujan di atas normal . 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, “Suhu muka laut yang lebih hangat memicu potensi hujan sporadis selama musim kemarau. Petani perlu menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tahan kelembapan.” 

Bagi petani tembakau, ini berarti tantangan ganda risiko gagal panen akibat hujan dan kesulitan mengeringkan hasil panen jika kemarau tak cukup panas. 

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Beberapa solusi jangka pendek mulai diupayakan: 
1. Penundaan tanam hingga kondisi lahan membaik. 
2. Penggunaan mulsa plastik untuk mengurangi kelembapan tanah . 
3. Optimalisasi irigasi meski infrastrukturnya masih terbatas. 

Namun, tanpa dukungan kebijakan yang konkret seperti stabilisasi harga atau asuransi pertanian nasib petani tembakau Madura tetap seperti “telur di ujung tanduk” berisiko tinggi, tetapi sulit ditinggalkan . 

Tahun 2025 mungkin akan menjadi tahun paling berat bagi petani tembakau Madura dalam dekade terakhir. Di tengah ketidakpastian cuaca dan fluktuasi pasar, mereka dituntut untuk lebih lincah beradaptasi.  

TAGGED:Musim Tanam 2025Tembakau Madura
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Berita Madura
  • Kwarcab Sumenep
  • Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Nasional
  • GEN Sumenep

Must Read

IKA UNAIR Sumenep Santuni Penyandang Tuna Netra dan Gelar Buka Bersama
18 Maret 2026
Peduli Sesama, GEN Bangkalan Bantu Warga Kurang Mampu di Kecamatan Tanah Merah
18 Maret 2026
Sukses! Pemkab Sumenep Fasilitasi Mudik Gratis dengan KMP DBS III PT Sumekar
18 Maret 2026
Wujud Kedekatan dengan Masyarakat, BANSER Gapura Salurkan Puluhan Paket Sembako
16 Maret 2026
MAB Group dan Haswal Group Lebarkan Sayap, Hadirkan Istana Perabot Serba 2000 di Bluto
16 Maret 2026

Baca Lainnya

Desakan di Depan Gedung DPRD: Mahasiswa Sumenep Tuntut Pertanggungjawaban Proyek Banjir yang Diduga Sarat Kepentingan (Ilustrasi)
Berita Madura

Desakan di Depan Gedung DPRD: Mahasiswa Sumenep Tuntut Pertanggungjawaban Proyek Banjir yang Diduga Sarat Kepentingan

3 Min Read
Ketua AFP Jatim Dorong sonGENnep FC Jadi Motor Kebangkitan Futsal Madura (Ilustrasi)
Berita Madura

Ketua AFP Jatim Dorong sonGENnep FC Jadi Motor Kebangkitan Futsal Madura

3 Min Read
HMI Sumenep Desak Pemkab Turun Tangan, Atasi Konflik Sosial di Kangean Imbas Penolakan PT KEI (Ilustrasi)
Sumenep

HMI Sumenep Desak Pemkab Turun Tangan, Atasi Konflik Sosial di Kangean Imbas Penolakan PT KEI

2 Min Read
IPNU-IPPNU Husnul Khatimah Sambangi Rumah Anak Yatim, Beri Santunan Penuh Kehangatan (Ilustrasi)
Sumenep

IPNU-IPPNU Husnul Khatimah Sambangi Rumah Anak Yatim, Beri Santunan Penuh Kehangatan

2 Min Read
Berebut Piala Bupati Sumenep, 48 Tim Berlaga di sonGENnep Futsal Series 2026 (Ilustrasi)
Berita Madura

Berebut Piala Bupati Sumenep, 48 Tim Berlaga di sonGENnep Futsal Series 2026

2 Min Read
Pemuda Demokrasi Pertanyakan Transparansi Dana Desa Rajun (Ilustrasi)
Sumenep

Pemuda Demokrasi Pertanyakan Transparansi Dana Desa Rajun

2 Min Read
Diikuti 64 Peserta GEN Billiard Gelar Turnamen, Cetak Atlet Tangguh Berintegritas (Ilustrasi)
Sumenep

Diikuti 64 Peserta GEN Billiard Gelar Turnamen, Cetak Atlet Tangguh Berintegritas

1 Min Read
Perkemahan Santri Nurul Huda (PERSIDA) XII: Santri Harus Menjadi Pramuka Disiplin dan Cakap Digital (Ilustrasi)
Sumenep

Perkemahan Santri Nurul Huda (PERSIDA) XII: Santri Harus Menjadi Pramuka Disiplin dan Cakap Digital

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?