machan – Tingginya permintaan pembina Pramuka dari berbagai gugus depan, khususnya di satuan pendidikan, mendorong Racana Pramuka Universitas PGRI (UPI) Sumenep untuk menyelenggarakan Kursus Mahir Dasar (KMD). Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus memenuhi kebutuhan praktis di lapangan.
Wasilul Arham, Ketua Dewan Racana Pramuka UPI Sumenep, menegaskan bahwa KMD berfungsi ganda. “Pertama, sebagai media pengembangan diri mahasiswa. Di sisi lain, ini adalah respons atas banyaknya permintaan dari gugus depan yang membutuhkan pembina. Syarat utamanya harus memiliki ijazah KMD minimal. Oleh karena itu, kami berinisiatif mengadakan kursus ini,” ujar Wasilul pada Sabtu (17/01/26).
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Andrian, Ketua Umum HMP PJKR yang juga anggota Racana. Ia menilai KMD sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini. Menurutnya, kursus ini merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan kompetensi berorganisasi. “KMD juga berperan dalam penguatan SDM yang adaptif, berintegritas, dan memiliki nilai kebangsaan,” tambah Andrian.
Sebagai pimpinan organisasi mahasiswa, Andrian menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan KMD. Ia mengapresiasi peran penyelenggara dan program studi yang memfasilitasi kegiatan ini, baik secara akademis maupun organisatoris. Meski demikian, HMP PJKR mengklaim tetap menjaga netralitas dan berkomitmen menjadi penghubung komunikasi yang objektif untuk kelancaran kegiatan.
Melalui KMD ini, Racana Pramuka UPI Sumenep berharap dapat mencetak calon pembina Pramuka yang profesional dan berkarakter. Dengan demikian, peran mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah dan masyarakat semakin kuat dan berkualitas.
