By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kamis, Feb 5, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Tradisi Ter-ater Masyarakat Madura Menjelang Hari Raya
Subscribe
Madura Channel
Kamis, Feb 5, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Berita Madura

Tradisi Ter-ater Masyarakat Madura Menjelang Hari Raya

By
fathorrosy
3 Min Read
5 Juni 2025
Share
3 Min Read
Tradisi Ter-ater Masyarakat Madura Menjelang Hari Raya (Ilustrasi)
Masyarakat Madura saat Menjalani Tradisi Ter-ater menjelang Hari Raya (Ilustrasi)
SHARE

machan – Tradisi Ter-ater hingga kini masih lestari di kalangan masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, sebagai bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Ritual ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian, di mana para ibu membawa berbagai hidangan khas lebaran seperti aneka masakan berhan ikan bandeng, opor ayam, rendang, atau kue tradisional untuk dibagikan kepada kerabat, tetangga, guru ngaji, maupun keluarga besar.

Umumnya tradisi ini berlangsung mulai waktu petang menjelang malam Hari Raya, hingga pagi hari sebelum sholat ied. Yang unik dari tradisi ini, khusus hantaran ke mertua biasanya lebih istimewa dari pada hantaran untuk kerabat atau tetangga. Adapun untuk guru ngaji biasanya terdiri dari Nasi putih dengan telur rebus (Rasol) atau bisa juga dibagikan dalam kondisi mentah, berupa beras dan telur.

Ditinjau dari perspektif sosial budaya, Ter-ater bukan sekadar aktivitas saling memberi makanan, melainkan sebuah mekanisme penguatan hablum minannas/Humanisme (hubungan antar manusia)  yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Madura. Tradisi ini berfungsi sebagai social glue (perekat sosial) yang memelihara keharmonisan, bahkan menjadi media rekonsiliasi jika sebelumnya terjadi ketegangan dalam hubungan kekerabatan. Misalnya, keluarga yang sempat berselisih dapat mencairkan suasana melalui pertukaran Ter-ater, menunjukkan betapa budaya ini menjadi instrumen resolusi konflik yang halus. 

Dari sudut pandang agama, Ter-ater sejalan dengan prinsip Islam tentang silaturahmi dan sedekah. Kegiatan ini merefleksikan ta’awun (tolong-menolong) dan penghormatan kepada guru ngaji sebagai bentuk birrul walidain (bakti kepada orang tua dan pendidik). Dalam konteks ini, Ter-ater juga menjadi penanda bahwa keberkahan lebaran tidak hanya bersifat spiritual (hablum minallah), tetapi juga sosial. 

Meski arus modernisasi terus menggerus banyak tradisi, masyarakat Madura khususnya di pelosok desa tetap berkomitmen melestarikan Ter-ater. Nilainya yang multidimensi (sosial, budaya, dan agama) menjadikannya sebagai living heritage yang harus diwariskan ke generasi muda. Tantangan ke depan adalah bagaimana memodernisasi penyampaiannya tanpa menghilangkan esensinya, misalnya dengan mengedukasi pemuda tentang filosofi di balik tradisi ini melalui media digital atau kegiatan komunitas. 

Ter-ater adalah cerminan identitas Madura yang holistik, mengajarkan kesalehan individual yang kolektif dan berlandaskan humanisme. Pelestariannya bukan hanya tentang mempertahankan ritual, melainkan merawat social capital (modal sosial) untuk membangun masyarakat yang solid, inklusif, dan berdaya tahan di tengah perubahan zaman. 

Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini
  • Polres Sumenep
  • Nasional

Must Read

Fakultas Keislaman UTM Cetak 69 Lulusan “Mumtaz” Siap Bersaing Global
4 Februari 2026
Pramuka Kembali Wajib Lewat Permendikdasmen 13/2025, UPI Sumenep Sambut dengan KMD Cetak Pembina Andal
2 Februari 2026
KMD 2026 Resmi Digelar, Pramuka UPI Sumenep Konsisten Lahirkan Pembina Pramuka Setiap Tahun
1 Februari 2026
Disbudporapar Apresiasi sonGENnep Futsal Series 2026: GEN Sumenep Konsisten Membangun Generasi Muda
1 Februari 2026
Berebut Piala Bupati Sumenep, 48 Tim Berlaga di sonGENnep Futsal Series 2026
1 Februari 2026

Baca Lainnya

BSPS 'Kreatif' di Sumenep, dari Bantuan Rumah Miskin Jadi Proyek Musala dan Dapur Kejari Harus Turun Tangan (Ilustrasi)
Sumenep

BSPS ‘Kreatif’ di Sumenep, dari Bantuan Rumah Miskin Jadi Proyek Musala dan Dapur Kejari Harus Turun Tangan

2 Min Read
Perkemahan Santri Nurul Huda (PERSIDA) XII: Santri Harus Menjadi Pramuka Disiplin dan Cakap Digital (Ilustrasi)
Sumenep

Perkemahan Santri Nurul Huda (PERSIDA) XII: Santri Harus Menjadi Pramuka Disiplin dan Cakap Digital

2 Min Read
Berikut Khutbah Idul Adha Berbahasa Madura (Ilustrasi)
Berita Madura

Berikut Khutbah Idul Adha Berbahasa Madura

20 Min Read
Pelantikan IPNU-IPPNU STKIP PGRI Sumenep, Komitmen Teguhkan Aswaja dan Wujudkan Karya (Ilustrasi)
Sumenep

Pelantikan IPNU-IPPNU STKIP PGRI Sumenep, Komitmen Teguhkan Aswaja dan Wujudkan Karya

2 Min Read
Mahasiswa PGSD STKIP PGRI Sumenep Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Program “Nature Hunter” (Ilustrasi)
Inspirasi

Mahasiswa PGSD STKIP PGRI Sumenep Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Program “Nature Hunter”

2 Min Read
Mahasiswa KKN UPI Posko 7 Kunjungi Rumah Produksi Minuman Tradisional “Sinom Neng Sri” di desa Ponteh, Pamekasan
Pamekasan

Dukung UMKM Naik Kelas, KKN UPI Posko 7 Kunjungi Rumah Produksi Minuman Tradisional “Sinom Neng Sri”

2 Min Read
Agustus Festival: Sinergi Mahasiswa KKN UPI dan Masyarakat desa Pagendingan (Ilustrasi)
Pamekasan

Agustus Festival: Sinergi Mahasiswa KKN UPI dan Masyarakat desa Pagendingan

2 Min Read
Galang Donasi dan Doa Bersama, Wujud Empati Mahasiswa INKADHA terhadap Korban Bencana Sumatera (Ilustrasi)
Sumenep

Galang Donasi dan Doa Bersama, Wujud Empati Mahasiswa INKADHA terhadap Korban Bencana Sumatera

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?