machan — Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang digelar pada (19–24/1/26) di Kampus Universitas PGRI (UPI) Sumenep berlangsung dengan sukses dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak pembina pramuka yang siap berperan aktif menghidupkan dunia pendidikan di berbagai jenjang.
KMD UPI Sumenep 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, menunjukkan tingginya minat dan kesadaran akan pentingnya kompetensi kepramukaan bagi pendidik. Menariknya, sekitar separuh peserta merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Sumenep.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari sesi teori hingga praktik kepramukaan di lapangan. Para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dasar kepramukaan, tetapi juga ditanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, dan karakter kebangsaan yang menjadi ruh pendidikan pramuka.
Jaisaqi Danuriyo, Panitia KMD UPI Sumenep 2026 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prodi Penjaskesrek FKIP Universitas PGRI Sumenep yang telah merespons kegiatan ini secara sangat positif. Keterlibatan aktif prodi dinilai sebagai langkah nyata dalam menyiapkan mahasiswa agar siap tampil dan berkontribusi di berbagai jenjang pendidikan setelah lulus nanti.
“Ini bukan lagi soal pilihan, tetapi sudah menjadi kewajiban bagi calon guru untuk membekali diri dengan pengetahuan dan kompetensi kepramukaan,” ujar panitia. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pramuka wajib dilaksanakan di setiap jenjang pendidikan.
Muhammad Romli, selaku dosen pengampu mata kuliah Kepramukaan di Prodi Penjaskesrek, menegaskan bahwa keputusan prodi untuk mendorong mahasiswa mengikuti KMD merupakan langkah yang tepat dan visioner. Menurutnya, kompetensi kepramukaan merupakan bekal penting bagi calon pendidik, tidak hanya dalam konteks kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah.
“Mahasiswa sebagai calon guru harus memiliki kompetensi yang utuh. Kepramukaan menjadi salah satu sarana strategis untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan. Prodi Penjaskesrek berkomitmen membekali mahasiswa agar siap menjawab tuntutan dunia pendidikan terutama untuk merespon Permendikdasmen terbaru,” tegasnya.
Melalui KMD ini, Universitas PGRI Sumenep menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional sekaligus mencetak pendidik yang profesional, berkarakter, dan siap mengabdi untuk kemajuan pendidikan Indonesia.
