By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Mar 23, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Berita Madura
  • Kwarcab Sumenep
  • Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak
Subscribe
Madura Channel
Senin, Mar 23, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Sumenep

Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak

By
fathorrosy
3 Min Read
7 Agustus 2025
Share
3 Min Read
Pendidikan Dimulai Sejak Lahir : Saatnya Mengubah Cara Kita Memandang Anak (Ilustrasi)
Penulis
SHARE

Oleh: Miftahol Anwar*

machan – “Education must begin at birth.” — Maria Montessori. Kalimat ini tampak sederhana, namun menyimpan makna kritis yang dalam tentang pendidikan. Kita sering menganggap bahwa pendidikan baru dimulai saat anak masuk TK atau SD. Padahal, pendidikan sejati dimulai sejak anak membuka mata untuk pertama kalinya, sejak ia mulai menyerap suara, gerakan, dan emosi di sekitarnya.

Ada pepatah bijak yang mengatakan: orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Maka sejak lahir, orang tua seharusnya menjadi teladan. Bukan hanya mengajarkan kebaikan lewat kata-kata, tapi juga menampakkannya lewat perilaku. Setiap tindakan kecil di hadapan anak adalah bagian dari pendidikan awal yang membentuk mereka seumur hidup.

Di sistem pendidikan kita, anak baru dianggap serius belajar ketika sudah masuk TK atau SD. Padahal sejak bayi, mereka sudah belajar dari mendengar suara, melihat gerakan, menyentuh benda, bahkan merasakan emosi di sekitarnya. Jika masa-masa krusial ini dilewati tanpa pendekatan pendidikan yang tepat, maka kita sedang menyia-nyiakan fase emas perkembangan anak.

Lalu bagaimana dengan negara seperti Jepang?
Berdasarkan berbagai literatur dan situs pendidikan yang saya baca, sejak usia dini anak-anak di Jepang sudah dibiasakan membangun karakter—seperti empati, tanggung jawab, dan kerja sama. Mereka juga dilatih kemandirian: memakai baju sendiri, merapikan mainan, dan merawat diri. Semua ini bukan terjadi begitu saja, tapi dibentuk melalui pendampingan konsisten dari orang tua di rumah.

Pendekatan Montessori mengajarkan kita bahwa setiap anak itu unik, dan pendidikan tidak boleh bersifat seragam atau memaksakan. Pendidikan sejak dini harus lebih banyak mengutamakan pembelajaran lewat pengalaman, eksplorasi, dan keaktifan anak. Jika sistem pendidikan kita mulai mengubah cara pandang ini—dengan memberikan ruang untuk kreativitas, keterampilan sosial, dan kemandirian anak—maka kita akan melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi dunia. Orang tua sebagai pendamping sejak lahir sangat penting, bukan hanya sebagai pengarah, tetapi sebagai teladan yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang diinginkan.

Kita harus sadar bahwa pendidikan itu tidak terbatas pada ruang kelas atau usia tertentu. Seperti kata Maria Montessori, “Education must begin at birth.” Mendidik bukan hanya soal mengisi kepala anak dengan informasi, tetapi membentuk mereka menjadi individu yang mampu berpikir kritis, berempati, dan bertanggung jawab. Sudah saatnya kita mengubah cara kita memandang pendidikan—dengan melihat anak sebagai pembelajar alami yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan mengeksplorasi. Mari mulai menginvestasikan waktu dan perhatian kita sejak awal kehidupan mereka, agar masa depan yang kita impikan bisa dimulai dari sini.

*Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah Sumenep dan Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta

TAGGED:Miftahol AnwarUniversitas AnnuqayahUniversitas Sahid Jakarta
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Berita Madura
  • Kwarcab Sumenep
  • Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Nasional
  • GEN Sumenep

Must Read

IKA UNAIR Sumenep Santuni Penyandang Tuna Netra dan Gelar Buka Bersama
18 Maret 2026
Peduli Sesama, GEN Bangkalan Bantu Warga Kurang Mampu di Kecamatan Tanah Merah
18 Maret 2026
Sukses! Pemkab Sumenep Fasilitasi Mudik Gratis dengan KMP DBS III PT Sumekar
18 Maret 2026
Wujud Kedekatan dengan Masyarakat, BANSER Gapura Salurkan Puluhan Paket Sembako
16 Maret 2026
MAB Group dan Haswal Group Lebarkan Sayap, Hadirkan Istana Perabot Serba 2000 di Bluto
16 Maret 2026

Baca Lainnya

Ketua Kwarcab Sumenep Lepas Kontingen Pramuka TMI Al-Amien ke Jambore Muslim Dunia 2025 (Ilustrasi)
Sumenep

Ketua Kwarcab Sumenep Lepas Kontingen Pramuka TMI Al-Amien ke Jambore Muslim Dunia 2025

4 Min Read
IKAMA Sukses Gelar Seminar dan Musker di Pendopo Sumenep, Begini Kata Gus Ibad (Ilustrasi)
Sumenep

IKAMA Sukses Gelar Seminar dan Musker di Pendopo Sumenep, Begini Kata Gus Ibad

2 Min Read
Opening Ceremony MATSAMA Yayasan Husnul Khatimah Lepas Balon, Simbol Harapan Setinggi Langit (Ilustrasi)
Sumenep

Opening Ceremony MATSAMA Yayasan Husnul Khatimah Lepas Balon, Simbol Harapan Setinggi Langit

3 Min Read
Penggerebakan Hotel oleh Sabhara Polres Sumenep, Dear Jatim: Itu Pelanggaran Hukum Terbuka (Ilustrasi)
Sumenep

Penggerebakan Hotel oleh Sabhara Polres Sumenep, Dear Jatim: Itu Pelanggaran Hukum Terbuka

3 Min Read
BSPS 'Kreatif' di Sumenep, dari Bantuan Rumah Miskin Jadi Proyek Musala dan Dapur Kejari Harus Turun Tangan (Ilustrasi)
Sumenep

BSPS ‘Kreatif’ di Sumenep, dari Bantuan Rumah Miskin Jadi Proyek Musala dan Dapur Kejari Harus Turun Tangan

2 Min Read
GERMAS RI Warnai Penutupan KKN Universitas Wiraraja 2025 di Desa Laok Jang-Jang (Ilustrasi)
Berita Madura

GERMAS RI Warnai Penutupan KKN Universitas Wiraraja 2025 di Desa Laok Jang-Jang

2 Min Read
Women Center Sumenep Deklarasikan Gerakan Advokasi Perempuan, Gandeng Seluruh OKP di Sumenep (Ilustrasi)
Berita Madura

Women Center Sumenep Deklarasikan Gerakan Advokasi Perempuan, Gandeng Seluruh OKP di Sumenep

2 Min Read
Terindikasi Dana P3KE Rp 13 Milliar Tak Sesuai Juknis, Pemuda Demokrasi Audiensi ke Dinsos Sumenep (Ilustrasi)
Sumenep

Terindikasi Dana P3KE Rp 13 Milliar Tak Sesuai Juknis, Pemuda Demokrasi Audiensi ke Dinsos Sumenep

4 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?