machan – Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Universitas Annuqayah (UA) Posko 57 mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar limbah kotoran sapi pada Sabtu, (6/9/25) di Aula Balai Desa Kartagena Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani dan pengurus BUMDes setempat, serta dipandu langsung oleh Bapak Andi dari Lembaga Penyuluhan Pertanian Desa Ganding.
Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi pertanian. Dalam praktiknya, peserta diajarkan mencampurkan kotoran sapi dengan arang sekam, jerami padi, serta bahan pendukung seperti EM4, gula pasir/molase, dan air bersih.
Proses pembuatan pupuk organik dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pencampuran bahan, penambahan aktivator, hingga fermentasi selama 40 hari. Dengan metode ini, limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi pupuk bernilai guna tinggi.
Ketua Posko 57 menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kartagenna Tengah dalam pengelolaan limbah, sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola limbah sekaligus menekan biaya produksi pertanian melalui pupuk organik buatan sendiri,” ungkapnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta, yang menilai pelatihan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan petani di desa.
