By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kamis, Feb 5, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP
Subscribe
Madura Channel
Kamis, Feb 5, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Nasional

Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP

By
Bisma Akbar R.
4 Min Read
21 November 2025
Share
4 Min Read
Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP (Ilustrasi)
Moh. Ali Banun Kalim, Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep
SHARE

machan – Isu kontroversi pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) kembali mencuat setelah DPR RI mengesahkannya dalam Rapat Paripurna pada Selasa (18/11/25) dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Regulasi tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 2 Januari 2026.

RUU KUHAP sebelumnya pernah memicu gelombang protes besar dari masyarakat sipil pada tahun 2019 karena dinilai mengandung banyak pasal bermasalah. Kini, kritik serupa kembali menguat, salah satunya datang dari Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep, M. Ali Banun Kalim.

“Sejak awal memang tidak ada transparansi. Kalau pun ada wakil rakyat yang menyetujui, itu lebih merupakan suara fraksi, bukan suara rakyat yang selaras dengan kepentingan sosial yang bermakna. Ironisnya, anak muda yang akan paling terdampak ketika kita hanya disuguhi aturan yang disahkan secara permanen tanpa ruang dialog,” tegasnya.

M.Ali Banun Kalim juga menyoroti respons Komisi III DPR yang menyebut aspirasi masyarakat sebagai hoaks dan misinformasi, yang menurutnya menunjukkan sikap yang mengedepankan ego dari pada memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

Ia kembali menegaskan bahwa RUU KUHAP ini “cacat secara prosedural maupun substansial,” terutama karena disahkan dengan meminimalkan partisipasi publik yang seharusnya menjadi prinsip fundamental dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

“RUU KUHAP terlihat sangat cacat. Disahkan dengan cara tutup mata terhadap partisipasi publik yang bermakna. Tidak heran bila produk undang-undang kita akhirnya seperti ‘anjing liar’ yang dikendalikan oleh tuannya,” ungkapnya.

Sembilan Pasal Sorotan RUU KUHAP

Berdasarkan pemantauan berbagai organisasi masyarakat sipil, terdapat sederet pasal yang dinilai bermasalah karena berpotensi mengancam kebebasan sipil dan melemahkan kontrol hukum:

  1. Tidak Ada Jaminan Akuntabilitas Pelaporan
    Masalah: Pasal 23
  2. Minim Pengawasan Yudisial
    Masalah: Pasal 149, 152 ayat (2–3), 153, dan 154
  3. Upaya Paksa Tanpa Ukuran yang Jelas
    Masalah: Pasal 85 ayat (1), 88, 89, 92 ayat (2) dan (3), 93 ayat (5), 105 huruf e, 106 ayat (4), 112 ayat (2)
  4. Sidang Elektronik Tanpa Mekanisme Akuntabel
    Masalah: Pasal 138 ayat (2) huruf d, 191 ayat (2), 223 ayat (2) dan (3)
  5. Investigasi Khusus Tanpa Kontrol
    Masalah: Pasal 16
  6. Hak Korban dan Kelompok Rentan Belum Operasional
    Masalah: Pasal 134–139, 168, 169, dan 175 ayat (7)
  7. Standar Pembuktian Tidak Jelas
    Masalah: Pasal 85, 88, 222, 224, 225
  8. Ketidakberimbangan dalam Proses Peradilan Pidana
    Masalah: Pasal 33, 197 ayat (10), 142 ayat (3) huruf b, 146 ayat (4) dan (5), Pasal 1 angka 20 dan 21
  9. Konsep Restorative Justice Disamakan dengan Diversi
    Masalah: Pasal 74–83

Perspektif HAM dan Konstitusi

Dalam kerangka Hak Asasi Manusia sebagaimana diatur dalam UUD 1945, pembatasan kebebasan berekspresi hanya dapat dilakukan jika memenuhi empat syarat:

  1. Diatur dalam undang-undang,
  2. Memiliki alasan yang kuat (reasonable),
  3. Benar-benar diperlukan (necessary), dan
  4. Bersifat proporsional.

M.Ali Banun Kalim menilai banyak pasal dalam RUU KUHAP yang tidak memenuhi prinsip tersebut. Lemahnya mekanisme kontrol yudisial terhadap upaya paksa seperti penangkapan, penggeledahan, penyitaan, penyadapan, dan pemblokiran, berpotensi besar menggerus hak-hak dasar warga negara.

Simpulnya, banyak lembaga bantuan hukum dan koalisi masyarakat sipil menegaskan bahwa meskipun draf RUU KUHAP disusun dengan narasi reformasi hukum, isinya justru membuka ruang yang terlalu luas bagi aparat tanpa check and balance yang memadai.

Penting dipahami bahwa draf sebelum pengesahan semestinya dipublikasikan secara utuh kepada publik. Namun, draf tersebut baru dipublikasikan dua jam menjelang pengesahan.

“Jangan-jangan kita memang dijebak dalam ketidaktahuan. Tidak ada draf yang dapat kami baca sebelumnya; hanya segelintir pihak yang mengutak-atik isinya yang tahu. Sampai kapan pemerintah punya hobi membuat undang-undang secara gelap?” ujarnya.

Ia menutup dengan mengingatkan kembali Pasal 28 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kepentingan dan hak berpendapat serta menyampaikan aspirasi, baik secara lisan maupun tulisan.

TAGGED:PKPT IPNU IPPNUUPI Sumenep
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Pamekasan
  • Sumenep
  • Kwarcab Sumenep
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • Inspirasi
  • Opini
  • Polres Sumenep
  • Nasional

Must Read

Fakultas Keislaman UTM Cetak 69 Lulusan “Mumtaz” Siap Bersaing Global
4 Februari 2026
Pramuka Kembali Wajib Lewat Permendikdasmen 13/2025, UPI Sumenep Sambut dengan KMD Cetak Pembina Andal
2 Februari 2026
KMD 2026 Resmi Digelar, Pramuka UPI Sumenep Konsisten Lahirkan Pembina Pramuka Setiap Tahun
1 Februari 2026
Disbudporapar Apresiasi sonGENnep Futsal Series 2026: GEN Sumenep Konsisten Membangun Generasi Muda
1 Februari 2026
Berebut Piala Bupati Sumenep, 48 Tim Berlaga di sonGENnep Futsal Series 2026
1 Februari 2026

Baca Lainnya

Berikan Edukasi Sejak Dini, KKN UNIJA Sogian Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di MA Dliyatut Tholibin (Ilustrasi)
Berita Madura

Berikan Edukasi Sejak Dini, KKN UNIJA Sogian Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di MA Dliyatut Tholibin

1 Min Read
Sinergi Al Amin dan Puskesmas Pasongsongan, Gelar Pemeriksaan Kesehatan. (Ilustrasi)
Sumenep

Sinergi Al Amin dan Puskesmas Pasongsongan, Gelar Pemeriksaan Kesehatan.

2 Min Read
Sumenep Cari Bibit Unggul, GEN Probert Tournament Antar Pelajar-Mahasiswa Sukses Digelar (Ilustrasi)
Sumenep

Sumenep Cari Bibit Unggul, GEN Probert Tournament Antar Pelajar-Mahasiswa Sukses Digelar

2 Min Read
PPL UPI Sumenep di SMK Nurul Huda Gingging, Kepala: Kegiatan ini Memberikan Manfaat (Ilustrasi)
Berita Madura

PPL UPI Sumenep di SMK Nurul Huda Gingging, Kepala: Kegiatan ini Memberikan Manfaat

2 Min Read
Musda KNPI Sumenep Bikin Pengurusnya Bubar, GMNI: Pemuda Mandul (Ilustrasi)
Sumenep

Musda KNPI Sumenep Bikin Pengurusnya Bubar, GMNI: Pemuda Mandul

1 Min Read
Wisuda Perdana UPI Sumenep, Rektor Harap Lulusannya Bergerak dengan Visi Global (Ilustrasi)
Sumenep

Wisuda Perdana UPI Sumenep, Rektor Harap Lulusannya Bergerak dengan Visi Global

2 Min Read
Kecelakaan Maut di Sumenep: Dua Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrakan dengan Mobil Innova (Ilustrasi)
Sumenep

Kecelakaan Maut di Sumenep: Dua Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrakan dengan Mobil Innova

1 Min Read
Diduga Kuat ada Nepotisme dan Penyimpangan, Warga Desak Kejari Usut Tuntas BSPS di desa Errabu (Ilustrasi)
Sumenep

Diduga Kuat ada Nepotisme dan Penyimpangan, Warga Desak Kejari Usut Tuntas BSPS di desa Errabu

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?