machan – Sebuah gerakan spiritual menggema di desa Lanjuk. Ittisholana Lanjuk bersama Pemerintah Desa setempat menggelar acara Gerakan Shalawat Nariyah 4444 pada Kamis (22/1/26) malam Jumat, pukul 19.30 WIB, bertempat di Balai desa.
Acara yang bertujuan membumikan Shalawat Nariyah di desa tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh. Turut hadir Ustad Moh. Husin selaku Koordinator Ittisholana Se-Timur Daya, Lora Moh. Ainun Na’im (Ketua Ittisholana Kecamatan Manding), perwakilan Ittisholana Kabupaten Sumenep, para masyayikh Lanjuk, aparat desa, serta warga masyarakat.
Koordinator Ittisholana Lanjuk, KH. Faruq Muzakki, menegaskan target gerakan ini adalah minimal 51% masyarakat Lanjuk mengamalkan Shalawat Nariyah.
“Kerja sama ulama dan umara (pemerintah) ini penting seperti kata Nabi “Ulama dan umara adalah dua sayap umat. Jika kedua sayap itu baik, maka baiklah umat. Jika rusak, maka rusaklah umat,” ujarnya.
KH. Faruq juga menyampaikan harapannya agar warga Lanjuk konsisten mengamalkan shalawat, baik di rumah maupun di majelis.
“Agar kita selamat dunia akhirat, hajat tercapai, dan mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.
Antusiasme warga pun terlihat tinggi. Mendukung penuh gerakan ini, Kepala Desa Lanjuk, H. Hozan, mengungkapkan keinginannya agar setiap musala, masjid, dan pesantren di wilayahnya mengadakan majelis serupa setiap Minggu.
“Ini adalah gerakan spiritual untuk mewujudkan Lanjuk sebagai desa yang aman, sejahtera, dan dilindungi Allah dari musibah,” kata Kades Hozan.
Lebih lanjut, ia berencana mengadakan majelis induk Shalawat Nariyah 4444 tingkat desa setiap bulan. “Saya himbau seluruh warga hadir agar bersama-sama meraih syafaat Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.
