machan – Rangkaian kegiatan peduli lingkungan digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Annuqayah bersama sejumlah mitra, mulai dari seminar edukasi hingga aksi bersih sungai. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen nyata mahasiswa dalam menjaga kelestarian alam di tengah meningkatnya permasalahan ekologis yang terjadi di masyarakat.
Seminar perdana berlangsung pada Kamis, (25/6/26) dengan mengangkat tema “Membangun Kesadaran Peduli Lingkungan Menuju Perilaku Pro-Lingkungan.” Acara yang diselenggarakan di lingkungan kampus Universitas Annuqayah ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang urgensi menjaga lingkungan. Kolaborasi kali ini melibatkan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Annuqayah, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Tasawuf dan Psikoterapi, serta Komunitas Sahabat Alam.
Dalam seminar tersebut, peserta diajak untuk merefleksikan bahwa persoalan lingkungan bukanlah tanggung jawab sepihak. Setiap individu memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik hingga pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Kesadaran ekologis yang terbangun melalui edukasi diharapkan mampu mendorong lahirnya perilaku pro-lingkungan yang berkelanjutan.
Implementasi dari pemahaman yang diperoleh dalam seminar diwujudkan melalui aksi nyata pada Jumat (4/7/26) Seluruh peserta turun langsung ke salah satu aliran sungai di Kabupaten Sumenep untuk melakukan pembersihan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep turut mendukung kegiatan ini dengan memfasilitasi pengangkutan sampah hasil pembersihan. Sinergi antara mahasiswa, komunitas, dan pemerintah daerah ini menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan akan lebih optimal jika dikerjakan secara kolektif.
Aksi bersih sungai tidak semata-mata bertujuan mengangkat tumpukan sampah, melainkan juga menjadi pesan terbuka kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai. Sungai memiliki peran vital sebagai sumber daya alam yang menopang kehidupan, sehingga perilaku membuang sampah sembarangan harus dihentikan. Jika tidak, dampak negatif seperti pencemaran air, banjir, dan rusaknya ekosistem perairan akan terus mengancam.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas Annuqayah Ubaidillah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kecil mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya pandai menyuarakan gagasan di ruang-ruang diskusi, tetapi juga hadir dengan tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar. Kolaborasi yang kami bangun dengan berbagai elemen ini menjadi fondasi penting untuk membudayakan sikap peduli lingkungan secara meluas,” ungkapnya.
Harapan besar disematkan pada rangkaian kegiatan ini agar semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada satu momen saja. BEM Universitas Annuqayah bersama para mitra berkomitmen untuk terus menginisiasi gerakan serupa sebagai upaya membangun kesadaran kolektif. Dengan pendidikan yang diiringi aksi, terciptalah lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari yang kelak akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
