machan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja berkolaborasi dengan pemerintah desa dan warga Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, menggelar aksi bersih pantai, Minggu (11/1/26). Kegiatan bertajuk “Wiraraja Abhekte” ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga ekosistem laut serta meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat setempat.
Aksi diawali pukul 06.30 WIB dengan penyisiran sampah di sepanjang garis pantai. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah ke dalam kategori organik dan anorganik sebelum dibawa ke tempat penampungan sementara. Sinergi tampak jelas saat mahasiswa dan warga bahu-membahu mengangkut sampah, menciptakan perubahan nyata pada wajah pesisir desa tersebut.
Koordinator Kelompok KKN Universitas Wiraraja Muhammad Ali Multazam menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti. “Kami tidak hanya sekadar membersihkan, tapi juga ingin mengajak masyarakat sadar bahwa menjaga pantai adalah tanggung jawab bersama. Melalui aksi nyata ini, kami harap dapat memicu perubahan berkelanjutan,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Ahfas Zamadi perangkat desa mengakui bahwa selama ini sampah kerap dibuang ke pantai karena Desa Ambunten Timur tidak memiliki tempat pemrosesan akhir (TPA) sendiri. “Selain itu, masih ada kurangnya kesadaran dari masyarakat,” tambahnya.
Antusiasme warga pun terlihat. Salah seorang warga Lilik Purnami menyatakan kegembiraannya melihat pantai menjadi bersih. “Biasanya orang tua khawatir ketika anaknya main di area pantai karena takut terkena wabah penyakit. Semoga kami bisa konsisten untuk menjaga pantai bersama-sama,” harapnya.
Kegiatan ini tidak hanya berhasil mengurangi tumpukan sampah plastik dan limbah di pesisir, tetapi juga mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat. Diharapkan, semangat “Wiraraja Abhekte” dapat terus menginspirasi aksi-aksi pelestarian lingkungan yang lebih luas di masa depan.
