By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Senin, Jun 29, 2026
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • GEN Jatim
Search
Login
Melihat Dunia dari Madura
Support US
Madura Channel
  • Berita Madura
    • Bangkalan
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Sumenep
    • Tapal Kuda
  • Luar Madura
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
    • Pendidikan
  • Harta
  • Tahta
  • Wanita
More
  • Cerita Rakyat
  • Gaya Hidup
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wisata
  • Opini
Reading: Nyawa di Bawah Roda Rantis: Catatan Kelam Demokrasi Kita
Subscribe
Madura Channel
Senin, Jun 29, 2026
  • Berita Madura
  • Luar Madura
  • Harta
  • Tahta
  • Wisata
  • Gaya Hidup
  • Cerita Rakyat
  • Inspirasi
  • Pekarangan
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Sosbud
  • Wanita
  • Opini
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
© 2026 Madurachannel
Sumenep

Nyawa di Bawah Roda Rantis: Catatan Kelam Demokrasi Kita

By
fathorrosy
3 Min Read
29 Agustus 2025
Share
3 Min Read
Nyawa di Bawah Roda Rantis: Catatan Kelam Demokrasi Kita (Ilustrasi)
Ilul Firdaus (Aktivis Pemuda Demokrasi)
SHARE

Oleh: Ilul Firdaus*

machan – Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online, berangkat kerja seperti biasa. Helm di kepala, tas di punggung, dan gawai di tangan adalah “seragam” perjuangannya mencari rezeki halal. Namun, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, hidupnya berakhir tragis. Di tengah kerumunan massa di Jakarta Pusat, tubuh Affan dilindas kendaraan taktis Brimob.

Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas. Ini adalah potret buram bagaimana negara bisa lalai menjaga warganya. Aparat yang seharusnya melindungi masyarakat, justru malah menjadi penyebab hilangnya nyawa. Demokrasi kehilangan makna jika rakyat kecil masih harus membayar dengan darah untuk sekadar menyampaikan aspirasinya.

Kita patut mencatat permintaan maaf Kapolri, penetapan tersangka terhadap tujuh anggota Brimob, serta santunan dari perusahaan aplikasi. Namun, mari jujur: apakah itu cukup? Tidak ada permohonan maaf atau uang yang bisa menghapus duka keluarga Affan, atau mengembalikan seorang anak bagi orang tuanya.

Yang lebih penting adalah perubahan nyata. Standar operasional pengendalian massa harus ditinjau ulang, aparat harus dilatih kembali dengan menekankan etika dan kemanusiaan, dan negara harus memastikan tragedi serupa tidak pernah terulang. Tanpa reformasi, kasus Affan hanya akan menjadi satu dari sekian panjang daftar korban kekerasan negara.

Sebagaimana diingatkan oleh Mahatma Gandhi, “Kekuatan sejati tidak berasal dari kekerasan, tetapi dari jiwa yang penuh kasih sayang.” Sementara itu, Soekarno pernah menegaskan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai darah para pahlawannya.”Hari ini, kita diuji: apakah bangsa ini masih sanggup menghargai darah rakyat kecilnya?

Affan bukan sekadar nama dalam berita. Ia adalah simbol dari banyaknya pengemudi ojol dan masyarakat kecil yang menyuarakan aspirasinya, para pekerja lapangan yang kerap tak terlihat, padahal merekalah tulang punggung keluarga dan roda ekonomi bangsa. Nyawa mereka sama berharganya bahkan lebih berharga dari siapa pun yang duduk di kursi kekuasaan.

Kita boleh berbeda pendapat tentang politik, tetapi satu hal pasti: nyawa rakyat tidak boleh menjadi korban arogansi. Nelson Mandela pernah berkata,“Tak ada kebebasan sejati tanpa keamanan bagi rakyat.”Maka, tragedi Affan adalah luka kolektif kita. Luka yang hanya bisa sembuh dengan keadilan, transparansi, dan keberanian bangsa untuk perubahan yang lebih baik.

*Aktivis Pemuda Demokrasi

TAGGED:Pemuda DemokrasiPolri
Share This Article
Facebook Threads Copy Link
  • Topik Trending:
  • Sumenep
  • Berita Madura
  • Madurachannel.id
  • Berita Madura
  • Sumenep
  • Pamekasan
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep
  • GEN Jatim
  • Kwarcab Sumenep
  • GEN Sumenep

Must Read

Presiden Mahasiswa UNIBA Soroti Kelangkaan Pertalite di Sumenep di Tengah Kunjungan Kepala Negara ke Madura
24 Juni 2026
Presiden Prabowo Resmi Tutup Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Bangkalan
23 Juni 2026
Madura United Kunci Pertahanan, Jorge Mendonca Jadi Benteng Asing Perdana yang Dipertahankan
23 Juni 2026
Kwarcab Sumenep Luncurkan Beasiswa Kuliah, Teken MoU dengan Tiga Kampus
22 Juni 2026
BEM KM UNIBA Madura Gelar Reksa Musicverse 2026, Hadirkan Artis Nasional hingga Internasional
21 Juni 2026

Baca Lainnya

IKAMA Sukses Gelar Seminar dan Musker di Pendopo Sumenep, Begini Kata Gus Ibad (Ilustrasi)
Sumenep

IKAMA Sukses Gelar Seminar dan Musker di Pendopo Sumenep, Begini Kata Gus Ibad

2 Min Read
Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP (Ilustrasi)
Nasional

Ketua PKPT IPNU UPI Sumenep Soroti Cacat Prosedural Pengesahan RUU KUHAP

4 Min Read
Karnaval Desa Pinggir Papas, H. Ubaid: Momentum Mengenang Jasa Pahlawan dan Menumbuhkan Nasionalisme (Ilustrasi)
Sumenep

Karnaval Desa Pinggir Papas, H. Ubaid: Momentum Mengenang Jasa Pahlawan dan Menumbuhkan Nasionalisme

2 Min Read
IPNU IPPNU Gapura Cetak Rekor, Dua Kali Jadi yang Terdepan Memantik Estafet Kaderisasi di Awal Periode Cabang (Ilustrasi)
Berita Madura

IPNU IPPNU Gapura Cetak Rekor, Dua Kali Jadi yang Terdepan Memantik Estafet Kaderisasi di Awal Periode Cabang

2 Min Read
GenWork Soroti Lemahnya Literasi Finansial di Sumenep, Masyarakat Masih Mudah Terjebak Investasi Bodong (Ilustrasi)
Berita Madura

GenWork Soroti Lemahnya Literasi Finansial di Sumenep, Masyarakat Masih Mudah Terjebak Investasi Bodong

4 Min Read
Dua Pria Diciduk Polisi Saat Konsumsi Sabu di Gapura Sumenep
Sumenep

Dua Pria Diciduk Polisi Saat Konsumsi Sabu di Gapura Sumenep

2 Min Read
Hari Bapak Pramuka Indonesia, Ketua Kwarcab Sumenep Optimistis Pramuka Lahirkan Pemimpin Masa Depan (Ilustrasi)
Inspirasi

Hari Bapak Pramuka Indonesia, Ketua Kwarcab Sumenep Optimistis Pramuka Lahirkan Pemimpin Masa Depan

2 Min Read
GERMAS RI Warnai Penutupan KKN Universitas Wiraraja 2025 di Desa Laok Jang-Jang (Ilustrasi)
Berita Madura

GERMAS RI Warnai Penutupan KKN Universitas Wiraraja 2025 di Desa Laok Jang-Jang

2 Min Read
Show More
About Us

Madura Channel adalah platform media digital terpercaya yang mengangkat kekayaan budaya, berita, edukasi dan ‘pintu’ seputar Madura

Support

Dukung independensi jurnalisme —dengan dukungan Anda, suara kebenaran dan kebebasan informasi akan terus membahana, menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Madura.

Advertise

Iklankan produk atau jasa Anda di sini dan rasakan perbedaan dalam menjangkau pasar yang autentik dan penuh potensi.

Kirim Tulisan

Kirim Tulisan – Suaramu, Ceritamu, Maduramu. Apakah kamu memiliki cerita, opini, atau informasi menarik seputar budaya, sejarah, dan kehidupan di Madura yang layak untuk disebarkan? Kirim ke Redaksi

Madura Channel
  • Privacy Policy
  • Hubungi
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Tentang
Subscribe Newsletter
  • Daily Stories
  • Stock Arlets
  • Full Acess
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?