{"id":3381,"date":"2025-06-22T10:42:43","date_gmt":"2025-06-22T03:42:43","guid":{"rendered":"https:\/\/madurachannel.id\/?p=3381"},"modified":"2025-06-22T11:24:49","modified_gmt":"2025-06-22T04:24:49","slug":"membangun-kemandirian-sosial-di-tengah-absennya-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/madurachannel.id\/membangun-kemandirian-sosial-di-tengah-absennya-negara\/","title":{"rendered":"Membangun Kemandirian Sosial, di Saat Negara Absen"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh : <strong>Moh. Fathor Rois*<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>machan<\/strong> &#8211; Ketika Warga Menjadi Solusi Bagi Sesama di sejumlah wilayah, masyarakat sipil menunjukkan keteladanan luar biasa dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial secara mandiri. Ketika jembatan rusak menghambat aktivitas, ketika rumah warga tak layak huni mengancam keselamatan, ketika jalan-jalan berlubang mengganggu mobilitas harian\u2014semua itu tidak selalu menunggu kehadiran tangan-tangan kekuasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warga sekitar bergerak. Dengan gotong royong dan kekuatan swadaya, mereka memperbaiki, membangun, dan menyelamatkan kondisi sosial yang mestinya menjadi tanggung jawab negara.<br>Fenomena ini bukan sekadar bentuk kemandirian praktis, tapi juga cerminan nilai luhur yang telah lama menjadi identitas bangsa: gotong royong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat sipil memang sepatutnya terus membangun semangat kemandirian ini, selama masih memungkinkan untuk diperjuangkan secara kolektif dan swadaya. Sebab, mengandalkan bantuan pemerintah kerap justru menyeret persoalan-persoalan baru yang tak sedikit menimbulkan kelelahan sosial dan mental.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setidaknya ada empat masalah besar yang mengintai ketika masyarakat menggantungkan harapan pada negara:<br>1. Birokrasi yang Berbelit<br>Prosedur panjang dan berlapis-lapis sering kali mematahkan semangat dan mengulur waktu penyelesaian masalah yang sebenarnya mendesak.<br>2. Penyunatan Bantuan<br>Fakta lapangan kerap menunjukkan bahwa bantuan yang dijanjikan atau disalurkan sering tak sampai dalam jumlah utuh, menyisakan kecurigaan dan luka kepercayaan.<br>3. Politik Balas Dendam<br>Sebagian pejabat menyalahgunakan wewenangnya dengan menyelipkan dendam politik dalam pemberian layanan publik. Warga yang berbeda pandangan politik bisa saja terabaikan dalam daftar penerima bantuan.<br>4. Kepentingan Silang dalam Kekuasaan<br>Tak sedikit pejabat yang berdiri di tengah pusaran tiga kepentingan: atasan yang melantiknya, rakyat yang memilihnya, dan pemodal politik yang menanamkan modal. Ketika ketiga kepentingan itu saling bertentangan, rakyat kerap tak lagi menjadi prioritas.<br>Di tengah kondisi seperti ini, menjadi mandiri bukan hanya pilihan praktis, melainkan bentuk keberanian dan kehormatan. Warisan kemanusiaan berupa gotong royong adalah modal sosial yang tak boleh hilang hanya karena janji-janji kekuasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, masihkah kita akan mengandalkan pemerintah menyelesaikan masalah kita?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">*<em>Tokoh Masyarakat desa Gapura Timur<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Moh. Fathor Rois* machan &#8211; Ketika Warga Menjadi Solusi Bagi Sesama di sejumlah wilayah, masyarakat sipil menunjukkan keteladanan luar biasa dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial secara mandiri. Ketika jembatan rusak menghambat aktivitas, ketika rumah warga tak layak huni mengancam keselamatan, ketika jalan-jalan berlubang mengganggu mobilitas harian\u2014semua itu tidak selalu menunggu kehadiran tangan-tangan kekuasaan. Warga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":87,"featured_media":3382,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[445,443,444],"class_list":["post-3381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-opini","tag-k-fathor-rois","tag-kemandirian-sosial","tag-negara-yang-absen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/users\/87"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=3381"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3381\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/media\/3382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=3381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=3381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/madurachannel.id\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=3381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}